Membuka Portal Dunia Baru di Novel Bumi Karya Tere Liye

Hayuning Ratri Hapsari | Oktavia Ningrum
Membuka Portal Dunia Baru di Novel Bumi Karya Tere Liye
Novel Bumi (Dok. Pribadi/Oktavia)

Membaca novel Bumi sebenarnya bukan pengalaman pertama masuk ke dunia fantasi Tere Liye. Justru saya memulainya dari seri Bulan, sehingga petualangannya sudah terasa lumayan seru. 

Karena itulah, membaca Bumi terasa seperti membaca latar belakang. Semacam prekuel emosional untuk memahami asal-usul para tokoh. Dan jujur saja, di situlah poinnya jadi lebih terlihat.

Sebagai seri pertama, Bumi terasa kurang nendang. Premisnya menarik: Raib, seorang remaja perempuan biasa, menyimpan rahasia ia bisa menghilang. Awalnya membaca premis seperti blurb di novel horor, ternyata genrenya fantasi. Cukup unik karena di Indonesia sendiri saat itu hampir nihil penulis menulis genre ini dengan cukup baik. 

Sinopsis Novel

Bersama dua sahabatnya, Seli dan Ali, Raib terlibat dalam petualangan lintas dunia, mengungkap misteri tentang kekuatannya, leluhurnya, dan negeri-negeri asing yang tersembunyi dari dunia manusia.

Secara konsep, buku ini merupakan genre fantasi yang lumayan segar mengingat genre fantasi di Indonesia saat ini kalau bukan werewolf ya vampir. Bertemakan fantasi remaja, dunia paralel, kekuatan spesial semuanya bahan baku cerita epik.

Dari sisi karakter, problemnya lebih terasa. Raib digambarkan sebagai anak yang tulus, bersih, dan murni. Namun yang terasa justru sosok anak ideal: hidupnya teratur, rajin belajar, keluarga harmonis, sekolah aman. Baik, iya. Tapi hidup teratur tidak otomatis identik dengan hati yang baik. Karakternya terasa terlalu rapi, terlalu steril, dan kurang konflik batin.

Seli pun tidak jauh berbeda. Karakternya cenderung mirip Raib, tanpa kontras yang kuat. Upaya penulis memberi ciri khas lewat kecintaannya pada budaya Korea justru terasa garing dan artifisial, seperti tempelan identitas agar terlihat “kekinian”.

Sebaliknya, justru Ali menjadi karakter paling menarik. Nakal, jenius, adaptif, dan aktif berkontribusi. Ia tidak sekadar ikut arus, tetapi berperan nyata dalam dinamika kelompok. Perkembangan karakternya terasa lebih hidup dan realistis dibanding dua tokoh utama lainnya.

Kelebihan dan Kekurangan

Dari sisi cerita, alurnya mengalir dan enak dibaca. Tere Liye sangat piawai membuat narasi yang ringan, cepat, dan tidak melelahkan pembaca muda. Misteri demi misteri dimunculkan secara bertahap, membuat pembaca terdorong untuk terus membuka halaman.

Inilah kekuatan utama novel ini. Ritme cerita yang nyaman dan aksesibel. Bahkan bagi pembaca yang tidak terlalu suka fantasi, Bumi tetap terasa ramah.

Namun sebagai novel fantasi, ide-ide yang ditampilkan tergolong minim dan cenderung mainstream. Dunia fantasi yang dibangun terasa familiar, bahkan klise. Banyak elemen yang bisa ditebak arahnya, termasuk konflik dan penyelesaiannya. Antiklimaksnya pun terasa terlalu ringkas, seperti cerita yang dipercepat agar cepat selesai.

Worldbuilding-nya juga belum solid. Fantasi menuntut detail dunia yang kuat: budaya, sistem sosial, aturan alam, dan logika internal dunia tersebut. Dalam Bumi, semua itu hadir, tetapi masih terasa dangkal. Mungkin karena merupakan buku pembuka, Tere Liye tak menaruh hal-hal yang terlalu rumit dan greget di buku pertama ini. 

Petualangan para tokoh pun tidak terlalu menantang karena mereka sering dibantu oleh tokoh-tokoh dewasa yang lebih kuat dan lebih tahu segalanya. Akibatnya, rasa “bahaya” dan “taruhan” dalam petualangan menjadi tipis.

Secara keseluruhan, Bumi adalah novel fantasi remaja yang ramah pembaca, mengalir, dan mudah dinikmati. Namun sebagai pembuka seri panjang yang kini sudah belasan buku, novel Bumi terasa kurang kuat secara ide, konflik, dan worldbuilding. Tidak jelek, tidak membosankan, tapi juga tidak mengguncang.

Bagi saya pribadi, daya magis Tere Liye justru lebih kuat di genre realis, seperti Tentang Kamu atau Dia adalah Kakakku. Di sanalah emosi, kedalaman karakter, dan konflik sosialnya terasa lebih tajam. Bumi tetap penting sebagai pintu masuk semesta fantasi Tere Liye, tetapi sebagai seri pertama, ia lebih terasa sebagai pengantar. 

Identitas Buku

  • Judul: Bumi
  • Penulis: Tere Liye
  • Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
  • Tahun Terbit: Januari 2014
  • Tebal: 440 Halaman
  • ISBN: 978-602-03-0112-9
  • Genre: Fantasi, Fiksi Remaja

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak