Ulasan

Review Film Eat Pray Bark: Saat Anjing Mengajari Manusia untuk Bersyukur

Review Film Eat Pray Bark: Saat Anjing Mengajari Manusia untuk Bersyukur
Poster film Eat Pray Bark (IMDb)

Eat Pray Bark (judul asli Jerman: Eat Pray Bark – Therapie auf vier Pfoten) adalah komedi ringan produksi Netflix yang dirilis tepat pada 1 April 2026. Disutradarai dan ikut ditulis oleh Marco Petry—sutradara yang sebelumnya sukses dengan komedi Spieleabend (2024)—film ini berdurasi sekitar 92 menit dan langsung tersedia secara eksklusif di Netflix.

Dengan tagline yang menggoda, “bukan anjingnya yang perlu dilatih, tapi manusianya”, film ini jelas-jelas memparodikan Eat Pray Love (2010) sambil membawa nuansa khas Jerman yang absurd dan hangat. Genre comedy feel-good bertema hewan peliharaan ini menggabungkan elemen rom-com, buddy movie, dan sedikit elemen self-help, tapi tetap ringan tanpa pretensi berat.

Kekacauan, Tawa, dan Pelajaran tentang Kasih Sayang Tanpa Syarat

Salah satu adegan di film Eat Pray Bark (IMDb)
Salah satu adegan di film Eat Pray Bark (IMDb)

Cerita berpusat pada lima pemilik anjing yang eksentrik dan putus asa dengan perilaku nakal hewan peliharaan mereka. Mereka datang ke penginapan kecil di pegunungan Tyrol, Austria, untuk mengikuti pelatihan intensif bersama pelatih anjing legendaris bernama Nodon. Nodon ini ternyata sosok misterius yang menggabungkan filsafat Celtic, cinta alam, dan sedikit tipu daya spiritual.

Kelompok peserta terdiri dari Ursula (Alexandra Maria Lara), politisi ambisius yang benci anjing tapi memelihara Brenda demi citra publik; Babs (Anna Herrmann), wanita naif dan extrovert dengan anjing raksasa bernama Torsten; pasangan gay Ziggy (Doa Gürer) dan Helmut (Devid Striesow) yang selalu bertengkar sambil memanjakan Yorkshire Terrier mereka, Gaga; serta Hakan (Kerim Waller), pria introvert dan dingin yang curiga dengan anjing Belgian Shepherd-nya, Roxy. Di balik semua kekacauan ini, Simon (Rúrik Gíslason)—pemilik penginapan yang sebenarnya—menggunakan identitas palsu Nodon untuk menarik wisatawan dan menyelamatkan usahanya yang hampir bangkrut.

Review Film Eat Pray Bark

Salah satu adegan di film Eat Pray Bark (IMDb)
Salah satu adegan di film Eat Pray Bark (IMDb)

Pemeranan menjadi salah satu kekuatan utama film. Alexandra Maria Lara mencuri perhatian sebagai Ursula yang kaku dan sinis, bertransformasi perlahan menjadi lebih manusiawi. Rúrik Gíslason—mantan pemain sepak bola Islandia yang kini jadi aktor dan model—memberi pesona maskulin sekaligus konyol sebagai guru anjing yang sebenarnya tidak tahu apa-apa soal pelatihan.

Chemistry antar karakter pendukung, terutama pasangan Ziggy-Helmut, menghadirkan momen-momen lucu yang paling natural. Bill Kaulitz (tokoh Tokio Hotel) muncul sebagai cameo mengejutkan yang semakin memperkuat vibe quirky film ini. Anjing-anjingnya sendiri—Brenda, Torsten, Gaga, Roxy—bukan sekadar properti; mereka punya kepribadian yang kuat berkat pelatih hewan Renate Hiltl, meski layar lebih banyak fokus pada drama manusia daripada aksi hewan.

Secara visual, Eat Pray Bark memanfaatkan lokasi syuting di Tyrol, Austria dengan indah. Sinematografi Marc Achenbach menangkap pemandangan pegunungan hijau, desa kecil, dan hutan yang segar, memberikan nuansa healing mirip film wellness retreat.

Musiknya ringan, penuh irama folk Jerman yang ceria, dan editing Knut Hake menjaga ritme agar tidak pernah terasa lambat. Akan tetapi, di balik kemasan cantik ini, film mengandalkan humor situasional yang kadang terlalu bergantung pada slapstick anjing (seperti mencuri pakaian dalam, menggigit tamu) dan stereotip karakter yang agak tipis. Beberapa subplot tentang mengungkap penipuan terasa kurang matang dan tidak memberikan taruhan emosional yang kuat.

Tema utama film adalah hubungan manusia-hewan sebagai cermin diri. Melalui anjing-anjing yang nakal, para pemilik dipaksa menghadapi ketakutan, ego, dan kesepian mereka sendiri. Pesan “anjing tidak perlu diubah, manusianya yang harus berubah” disampaikan dengan manis, meski tidak orisinal.

Film ini mengingatkan kita bahwa di balik kekacauan sehari-hari, hewan peliharaan sering jadi terapis terbaik—tanpa perlu biaya mahal atau filsafat Celtic palsu. Sayangnya, kritik utamaku terhadap film ini adalah ia sangat forgettable dan dangkal. Meskipun heartwarming serta easy-watch, film ini kurang punya inspirasi dan terlalu bergantung pada trope-trope lama.

Secara keseluruhan, Eat Pray Bark bukan film yang akan mengubah hidupmu seperti judulnya yang ambisius, tapi ia berhasil sebagai hiburan akhir pekan yang nyaman. Cocok ditonton bersama keluarga atau pasangan yang punya anjing, atau siapa saja yang butuh tawa ringan tanpa drama berat. Kekurangannya adalah kedalaman karakter dan humor yang kadang datar, tapi kelebihannya jelas: pemandangan memukau, chemistry aktor yang solid, dan pesan sederhana tentang kasih sayang tanpa syarat dari hewan peliharaan. Bagi yang mencari komedi Jerman modern yang tidak terlalu serius, ini pilihan tepat.

Film ini sudah resmi dirilis dan bisa ditonton sejak 1 April 2026 di Netflix secara global, termasuk di Indonesia. Kamu bisa langsung streaming sekarang dengan subtitle bahasa Indonesia atau audio dubbing. Tersedia juga fitur download offline. Jangan lewatkan trailer resminya di YouTube Netflix untuk melihat preview kekacauan anjing dan manusia di pegunungan Tyrol.

Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, Eat Pray Bark membuktikan bahwa kadang kita tidak perlu pergi ke Bali atau India untuk eat, pray, love—cukup ke pegunungan Austria bersama anjing nakal dan teman-teman yang sama-sama broken. Film ini mengajak kita tertawa pada kelemahan diri sendiri sambil mengingatkan: anjing selalu lebih pintar dari yang kita kira. Sangat aku rekomendasikan untuk ditontonkalau kamu suka film seperti The Secret Life of Pets versi dewasa yang lebih realistis dan Jerman. Rating pribadi 6.5/10. Bukan masterpiece sih, tapi cukup menggigit untuk satu malam santai.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda