Ulasan

Novel Divine Rivals: Keajaiban Kata-kata di Tengah Kegelapan Perang

Novel Divine Rivals: Keajaiban Kata-kata di Tengah Kegelapan Perang
Novel Divine Rivals (dok.pribadi/Azilla)

"Aku ingin tahu segalanya tentangmu, Iris. Aku ingin tahu harapan-harapan dan mimpi-mimpimu. Aku ingin tahu apa saja yang membuatmu kesal, apa saja yang membuatmu tersenyum, apa saja yang membuatmu tertawa, dan apa yang paling kau inginkan di dunia. Tapi, mungkin, lebih daripada itu semua ... aku ingin kau mengetahui siapa diriku.." (Halaman 346).

Novel Divine Rivals karya Rebecca Ross yang diterjemahkan oleh penerbit Noura Publishing merupakan novel bergenre romansa fantasi. Novel yang diterbitkan perdana pada tahun 2024 ini merupakan duology dari seri Letters of Enchantment, di mana novel Divine Rivals ini adalah buku pertama dan Ruthless Vows adalah buku keduanya. 

Yang membedakan novel ini dengan terjemahan lainnya adalah gaya narasi yang ditulis oleh sang penulis sangat puitis, indah, dan namun tetap dapat mudah untuk dipahami. Terjemahannya yang rapi, minim typo, dan world building yang sempurna membuat novel ini banyak digemari bagi pecinta novel bergenre romansa fantasi.

Divine Rivals terdiri dari tiga bagian utama. Bagian pertama terdiri dari pengenalan para tokoh utama, kehidupan dan masing-masing luka yang mereka jalani, hingga rahasia terdalam yang mereka punya. Lalu, bagian kedua sudah mulai masuk ke konflik utama cerita yang tidak hanya membahas unsur fantasi saja, melainkan juga membahas unsur tragedi perang dan sedikit bumbu mitos dewa dan dewi. Di bagian ketiga, sudah mulai klimaks dan plot twist yang mendekati ending, membuat para pembaca merasa penasaran untuk kelanjutan cerita ini. 

Sinopsis Divine Rivals

Cerita berawal dari dua orang jurnalis, Iris Winnow dan Roman Kitt yang saling bersaing untuk memperebutkan posisi kolumnis di sebuah perusahaan surat kabar, The Oath Gazette. Iris sering menuliskan surat kepada kakaknya, Forest yang tengah pergi berperang karena konflik dewa dan dewi di wilayah Barat, meskipun surat itu tidak pernah benar-benar terkirim kepada kakaknya. Iris sering meninggalkan surat tersebut di bawah lemari kamarnya, dan surat itu akan menghilang dengan sendirinya. Iris mengira hal itu akan tersampaikan kepada kakaknya, tapi yang ia terima adalah sebuah balasan surat lain yang bertulis, "Ini bukan Forest." 

Meski yang menerima suratnya bukanlah Forest, korespondensi mereka tetap terjalin tanpa Iris mengetahui siapa orang yang membalas surat-suratnya, hingga mereka memutuskan untuk menjadi koresponden perang untuk menulis berdasarkan apa yang mereka lihat, sentuh, dan rasakan di situasi perang. 

Kelebihan dan Kekurangan Novel

Secara keseluruhan, novel ini memiliki narasi yang indah dan puitis, dengan alur cerita yang tidak terlalu lambat dan tidak terlalu cepat, dan penggambaran situasi serta suasana perang yang apik membuat para pembaca dapat membayangkan langsung kejadian demi kejadian yang dituliskan. Novel ini juga memberikan banyak pelajaran yang bisa diambil, seperti berani untuk membagikan hal-hal yang paling rahasia dari diri sendiri bukanlah sebuah kelemahan, melainkan sebuah kekuatan yang dibentuk agar bisa menjalin kepercayaan dan hubungan yang lebih tulus. Selain itu, kekuatan kata-kata memiliki kekuatan magis untuk dapat menyembuhkan luka, memberi kenyamanan, dan menjadi senjata untuk melawan sebuah kebohongan. 

Meskipun memiliki rentetan positif dan ulasan yang bagus, novel ini tetap memiliki kekurangan, yakni karena narasi yang ditulis indah dan puitis, sehingga ada banyak kosakata yang tidak familiar dan membuat sebagian pembaca yang belum terbiasa membaca narasi yang puitis, apalagi dari karya terjemahan akan sulit untuk memahami makna tulisan tersebut dalam sekali baca. 

Jika para pembaca sedang mencari novel dengan cerita romansa yang memiliki unsur fantasi dan mencari narasi yang indah, buku ini bisa menjadi rekomendasi yang pas. Namun, jika pembaca belum terbiasa membaca karya terjemahan yang memiliki narasi puitis, buku ini bisa dipertimbangkan kembali jika ingin membacanya. 

Identitas Novel 

  • Judul: Divine Rivals
  • Penulis: Rebecca Ross
  • Penerbit: Noura Publishing
  • Tahun Terbit: 2024 (cetakan pertama edisi terjemahan Indonesia)
  • Tebal: 489 halaman
  • ISBN: 9786232424654
  • Genre: Romansa Fantasi
  • Seri: Buku pertama dalam seri Letters of Enchantment 

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda