Ulasan

Review Euphoria Season 2: Perjalanan Gelap Rue Melawan Adiksi Narkoba

Review Euphoria Season 2: Perjalanan Gelap Rue Melawan Adiksi Narkoba
Salah satu adegan di serial Euphoria Season 2 (IMDb)

Euphoria Season 2, yang tayang perdana pada 9 Januari 2022 dan berakhir pada 27 Februari 2022 di HBO, terdiri dari 8 episode yang ditulis dan disutradarai oleh Sam Levinson. Serial ini melanjutkan kisah sekelompok remaja di East Highland High School yang bergulat dengan kecanduan, identitas, hubungan toxic, trauma, dan tekanan sosial media. Dipimpin oleh Zendaya sebagai Rue Bennett, musim kedua ini mempertegas gaya visual yang hiperaktif, sinematografi yang menawan, serta skor musik yang intens, sambil menggali lebih dalam motivasi dan kerapuhan karakter-karakternya.

Konflik Emosi Remaja dalam Estetika Visual

Salah satu adegan di serial Euphoria Season 2 (IMDb)
Salah satu adegan di serial Euphoria Season 2 (IMDb)

Musim ini dibuka dengan flashback tentang masa lalu Fezco (Angus Cloud) dan adiknya Ashtray, lalu berlanjut ke pesta Tahun Baru yang kacau. Rue, yang sempat berusaha pulih, kembali jatuh ke dalam relaps setelah bertemu Elliot (Dominic Fike). Hubungan Rue dengan Jules (Hunter Schafer) menjadi semakin tegang akibat campur tangan Elliot dan kebohongan seputar penggunaan narkoba.

Di sisi lain, Cassie (Sydney Sweeney) terlibat hubungan rahasia dengan Nate (Jacob Elordi), mantan kekasih sahabatnya Maddy (Alexa Demie). Konflik ini memuncak ketika kebenaran terungkap, menghancurkan persahabatan mereka. Lexi (Maude Apatow) mengembangkan bakatnya melalui drama sekolah berjudul Our Life yang secara meta menggambarkan kehidupan teman-temannya. Alur Cal Jacobs (Eric Dane) mengungkap trauma masa lalunya, sementara Fezco dan Ashtray menghadapi konsekuensi dunia kriminal yang semakin berbahaya.

Review Serial Euphoria Season 2

Salah satu adegan di serial Euphoria Season 2 (IMDb)
Salah satu adegan di serial Euphoria Season 2 (IMDb)

Overall, Season 2 menerima respons kritis yang positif dengan skor Rotten Tomatoes sekitar 78 persen dan Metacritic 74. Aku pun memuji penampilan Zendaya yang memenangkan beberapa penghargaan, termasuk Emmy, serta kedalaman emosional dan visual yang inovatif. Akan tetapi, sangat disayangkan untuk pacing masih belum merata, karakterisasi yang berlebihan, serta konten seksual dan kekerasan yang sangat eksplisit. Serial ini tetap bukan untuk semua penonton karena temanya yang gelap dan rawan memicu, mencakup kecanduan, kekerasan, serta eksploitasi.

Dari segi kekuatan, musim ini berhasil menggambarkan siklus kecanduan dengan cara yang jujur dan menyakitkan, khususnya melalui perjalanan Rue yang penuh self-sabotage. Hubungan antar karakter terasa lebih berlapis: persahabatan, pengkhianatan, dan pencarian validasi digambarkan tanpa banyak filter. Visual stilistika—mulai dari rotasi kamera hingga montage yang surreal—tetap menjadi ciri khas yang memukau, didukung soundtrack yang memperkuat emosi setiap adegan. Kelemahannya terletak pada beberapa subplot yang terasa digeser ke samping (seperti perkembangan Kat) dan kecenderungan drama yang terkadang melampaui batas realisme demi efek shock.

Euphoria secara keseluruhan tersedia di HBO Max, di Indonesia sebagai bagian dari katalog serial drama dewasa berlabel 18+. Halaman resmi platform mencantumkan serial ini dengan total tiga musim. Meskipun beberapa tautan spesifik Season 2 sempat menampilkan pesan ketidaktersediaan regional, serial ini tercatat dapat diakses melalui langganan HBO Max di Indonesia. Sangat kusarankan untuk memeriksa langsung di aplikasi atau situs hbomax.com dengan akun berlangganan untuk memastikan ketersediaan episode lengkap Season 2, termasuk opsi subtitle bahasa Indonesia. Paket berlangganan dimulai dari tingkat Mobile hingga Premium.

Salah satu adegan paling menyentuh terjadi di episode terakhir, ketika polisi menggerebek rumah Fezco. Ashtray, yang masih sangat muda, menolak menyerah meski Fezco memohon. Tembakan terjadi, Fezco terluka, dan Ashtray tewas di depan mata kakaknya. Adegan ini menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam, keputusasaan protektif seorang kakak, serta tragedi anak yang terperangkap dalam lingkungan kekerasan. Penampilan Angus Cloud dan Javon Walton membuat momen tersebut terasa sangat personal dan memilukan.

Untuk adegan yang paling kuingat adalah pementasan drama Lexi di episode 7–8. Saat karakter di atas panggung menampilkan versi dramatisi dari kehidupan Cassie, Maddy, dan Nate, Maddy berteriak, “Is this fucking play about us?” Detik-detik meta ini mendadak tular karena memadukan humor, ketegangan, dan perselisihan terbuka yang memalukan. Adegan Cassie bersembunyi di bak mandi setelah hubungan rahasianya hampir terungkap, serta ledakan emosional Rue di episode 5 ketika intervensi keluarganya gagal, juga meninggalkan kesan kuat.

Euphoria Season 2 berhasil mempertahankan daya tarik provokatifnya sambil menawarkan refleksi lebih dalam tentang konsekuensi pilihan. Serial ini menuntut penonton untuk menghadapi realitas kelam remaja modern tanpa banyak penghiburan. Bagi mereka yang mampu menerima intensitasnya, musim kedua ini tetap menjadi pengalaman menonton yang intens, visual, dan emosional. Dengan ketersediaan di HBO Max Indonesia, kamu bisa meninjau kembali atau menyaksikan untuk pertama kali perjalanan yang penuh gejolak ini. Rating pribadi: 8/10.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda