Ulasan

Review Serial Euphoria Season 3: Realita Kehidupan Dewasa yang Penuh Trauma

Review Serial Euphoria Season 3: Realita Kehidupan Dewasa yang Penuh Trauma
Salah satu adegan di serial Euphoria Season 3 (IMDb)

Euphoria Season 3, yang ditayangkan perdana pada 12 April 2026 di HBO dan HBO Max, sekaligus menjadi penutup resmi serial ini setelah HBO mengonfirmasi berakhirnya seri tersebut pada 31 Mei 2026, hari penayangan episode final. Musim ini terdiri dari 8 episode dan menghadirkan lompatan waktu lima tahun setelah peristiwa musim kedua. Para karakter yang sebelumnya berada di bangku sekolah menengah kini telah memasuki usia dua puluhan, menghadapi konsekuensi dari pilihan masa lalu mereka dalam konteks kehidupan dewasa yang jauh lebih keras dan kompleks. Tema utama yang diangkat mencakup iman, penebusan, serta masalah kejahatan, dengan fokus kuat pada adiksi dan dampaknya.

Babak Penutup yang Menguras Emosi Jiwa

Salah satu adegan di serial Euphoria Season 3 (IMDb)
Salah satu adegan di serial Euphoria Season 3 (IMDb)

Cerita berpusat pada Rue Bennett (Zendaya), yang masih bergulat dengan ketergantungan dan terjerat utang kepada pengedar narkoba. Ia terlibat dalam dunia penyelundupan obat-obatan yang membawanya ke wilayah perbatasan dan lingkungan yang berbahaya. Sementara itu, Cassie Howard (Sydney Sweeney) dan Nate Jacobs (Jacob Elordi) menjalani hubungan yang penuh konflik, di mana Cassie mengejar karier sebagai kreator konten dewasa dan Nate berjuang mengelola bisnis warisan ayahnya yang dililit utang.

Maddy Perez (Alexa Demie) mencoba membangun karier di industri hiburan, sedangkan Jules Vaughn (Hunter Schafer) dan Lexi Howard (Maude Apatow) menempuh jalur masing-masing dengan tantangan pribadi yang berbeda. Kehadiran karakter pendukung seperti Ali (Colman Domingo) dan Alamo (Adewale Akinnuoye-Agbaje) memperkuat narasi tentang kekuasaan, pengkhianatan, dan pembalasan.

Review Serial Euphoria Season 3

Salah satu adegan di serial Euphoria Season 3 (IMDb)
Salah satu adegan di serial Euphoria Season 3 (IMDb)

Secara visual, musim ini tetap mempertahankan gaya khas Sam Levinson dengan sinematografi yang memukau, termasuk penggunaan film Kodak baru dalam format 35mm dan 65mm. Adegan-adegan yang terinspirasi gaya Western dan blaxploitation memberikan nuansa baru, meskipun perubahan ini membuat serial terasa terputus dari akarnya sebagai drama remaja. Performa para aktor, khususnya Zendaya, kupuji atas kedalaman emosional yang ditampilkan. Akan tetapi, musim ini sebagai kelanjutan yang ambisius namun terfragmentasi, kukritik karena cenderung eksploitatif dan kurang memiliki kejutan intelektual yang sebelumnya menjadi kekuatan serial.

Di wilayah Indonesia, Euphoria Season 3 tersedia sepenuhnya untuk streaming di HBO Max sejak penayangan mingguan dimulai pada April 2026. Saat ini, seluruh episode dapat ditonton lengkap dengan subtitle bahasa Indonesia melalui langganan HBO Max. 

Salah satu adegan paling dramatis terjadi pada episode penutup berjudul In God We Trust. Di dalamnya, Rue mengonsumsi obat yang ternyata mengandung fentanyl setelah diberi oleh Alamo, yang mengetahui pengkhianatannya. Adegan tersebut dilanjutkan dengan penemuan tubuh Rue oleh Ali keesokan paginya, yang kemudian memicu pembalasan berdarah.

Kematian Rue, tokoh sentral yang telah menjadi simbol perjuangan melawan adiksi sepanjang serial, memberikan dampak emosional yang sangat kuat dan menjadi klimaks tragis yang konsisten dengan tema keseluruhan tentang konsekuensi adiksi. Adegan ini diperkuat oleh visual yang intens dan penampilan Zendaya yang memukau dalam menggambarkan keputusasaan terakhir.

Adegan paling berkesan buatku adalah urutan mimpi atau halusinasi Rue yang menampilkan Fezco (Angus Cloud). Melalui rekaman arsip dan visual yang penuh kehangatan, serial memberikan penghormatan kepada aktor yang meninggal dunia pada 2023. Momen tersebut, di mana Rue seolah bertemu kembali dengan Fezco dan ibunya dalam suasana damai, menciptakan resonansi emosional yang mendalam. Adegan ini tidak hanya menghormati warisan Cloud, tetapi juga menutup lingkaran narasi tentang persahabatan, kehilangan, dan pencarian makna di tengah kekacauan. Aku sendiri menganggapnya sebagai puncak emosional yang paling menyentuh, memberikan penutup yang penuh rasa hormat terhadap perjalanan karakter dan sejarah produksi serial.

Jadi kesimpulannya, Euphoria Season 3 menawarkan penutup yang ambisius, penuh risiko, dan tidak kompromi terhadap tema-tema gelapnya. Meskipun tidak sepenuhnya memuaskan semua ekspektasi yang terbangun selama penantian empat tahun, musim ini berhasil mempertahankan daya tarik visual dan kekuatan aktingnya.

Buat kamu yang mengikuti perjalanan Rue dan teman-temannya sejak awal, musim ini memberikan resolusi yang pahit namun konsisten. Serial ini kini dapat dinikmati secara lengkap di HBO Max Indonesia, menjadi dokumen visual tentang generasi yang berjuang menemukan penebusan di tengah kehancuran. Rating pribadi: 8/10.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda