Ulasan
Review Film Mayday: Ketika Musuh Jadi Orang yang Paling Bisa Dipercaya
Perang Dingin selalu punya cara menarik untuk membuat manusia melihat dunia dalam dua warna: kawan dan musuh, Amerika dan Soviet, pihak kita dan pihak mereka. Nah, Film Mayday mengambil situasi itu tapi menjadikannya buddy comedy yang cukup menghibur.
Film produksi Apple Original Films bersama Skydance Media dan Maximum Effort ini disutradarai sekaligus ditulis John Francis Daley dan Jonathan Goldstein. Ryan Reynolds, Kenneth Branagh, Maria Bakalova, Marcin Dorociski, dan David Morse menjadi pemeran utamanya. Film berdurasi 110 menit ini tayang secara global di Apple TV pada 4 September 2026.
Cerita berlangsung pada 1987, ketika Perang Dingin masih membelah dunia. Troy ‘Assassin’ Kelly, si pilot Angkatan Laut Amerika Serikat, dikirim menjalankan misi rahasia ke wilayah Soviet. Operasi itu berantakan dan Troy akhirnya terdampar di belakang garis musuh. Dalam kondisi seperti itu, peluang untuk pulang sangat kecil.
Troy kemudian ditemukan Nikolai Ustinov, mantan agen KGB yang punya ketertarikan aneh sekaligus lucu terhadap budaya Amerika. Nikolai mengagumi film, musik, dan berbagai gambaran tentang kehidupan Amerika, termasuk Top Gun. Sosok yang secara teori seharusnya menjadi ancaman malah jadi orang yang membantu Troy bertahan hidup.
Situasi semakin rumit ketika tindakan Nikolai membuat dirinya sendiri ikut berada dalam bahaya. Akhirnya, dua pria dari sisi dunia yang berlawanan terpaksa bekerja sama untuk menyelamatkan diri.
Seru banget, ya?
Betapa Rapuhnya Batas Antara Kawan dan Musuh
Yup, di film ini Troy datang ke wilayah Soviet dengan membawa seluruh prasangka yang melekat pada seorang prajurit Amerika di era Perang Dingin. Nikolai tuh latar belakangnya KGB, lembaga yang secara otomatis membuatnya berada di sisi berlawanan. Secara logika, Troy punya banyak alasan untuk mencurigainya. Situasi di lapangan malah membuat semua label tersebut kehilangan makna.
Nikolai yang seharusnya menjadi musuh malah jadi orang yang membantu Troy bertahan hidup. Kepercayaan mereka juga tumbuh lewat tindakan, bukan lewat kesamaan negara atau ideologi. Nikolai membantu Troy ketika keadaan semakin buruk. Troy kemudian mulai melihat Nikolai sebagai manusia yang punya kepentingan, ketakutan, dan harapan sendiri.
Menurutku, bagian ini membuat Film Mayday lebih menarik ketimbang sebatas film aksi-komedi dengan latar Perang Dingin. Film ini secara sederhana memperlihatkan jati diri politik seseorang belum tentu menggambarkan siapa dirinya ketika berhadapan langsung dengan manusia lain.
Yang juga menarik, Troy berasal dari Amerika, sementara Nikolai justru mengagumi Amerika dari kejauhan. Nikolai mengenal Amerika melalui budaya masa kini. Troy mengenal Amerika melalui kehidupan nyata. Perbedaan perspektif tersebut membuat hubungan mereka agaknya pahit-manis gitu.
Akhirnya, Film Mayday kayak lagi ngingetin penonton, permusuhan seringkali paling kuat ketika seseorang melihat kelompok lain sebagai label. Begitu dua manusia dipaksa berada dalam satu situasi, batas itu mulai runtuh.
Menurutku, ini salah satu film keren yang layak banget buat Sobat Yoursay tonton. Ceritanya punya daya tarik sendiri, begitu juga dengan cara film ini membangun karakter dan menghadirkan berbagai konflik di dalamnya. Memang, masih ada beberapa kekurangan di sana-sini.
Namun, bukankah selera kita dalam menikmati film memang berbeda-beda? Apa yang menurutmu kurang menarik, bisa jadi merupakan bagian yang paling disukai orang lain. Jadi, daripada buru-buru menilai hanya dari komentar atau pendapat orang, kenapa nggak coba tonton sendiri? Setelah itu, Sobat Yoursay bisa menentukan apakah film ini memang sesuai selera atau sebaliknya. Selamat menonton!