Ulasan

Others: Ketika Pagar Pemisah Justru Mengajarkan Arti Kemanusiaan

Others: Ketika Pagar Pemisah Justru Mengajarkan Arti Kemanusiaan
Buku Others: A Story for All of Us (goodreads.com)

Others: A Story for All of Us karya Kobi Yamada adalah buku bergambar yang sederhana, tetapi membawa gagasan besar tentang cara manusia memandang perbedaan.

Bersama ilustrasi Charles Santoso, cerita ini mengajak pembaca melihat kembali batas antara “kita” dan “mereka”. Pesannya terasa hangat karena disampaikan melalui percakapan dua anak yang penuh rasa ingin tahu.

Cerita bermula ketika dua anak berdiri di dekat pagar tanaman besar yang memisahkan mereka dari orang-orang di seberang.

Salah satunya yakin bahwa orang-orang di sana berbeda dari mereka. Temannya justru mengajukan pertanyaan sederhana tentang seperti apa sebenarnya mereka.

Apakah mereka mempunyai sisik, bulu, tentakel, atau bahkan tubuh seperti mesin. Pertanyaan-pertanyaan lucu tersebut perlahan menunjukkan bagaimana bayangan tentang orang lain bisa terbentuk tanpa dasar yang jelas.

Pembaca kemudian diajak menyadari bahwa prasangka sering muncul sebelum seseorang benar-benar mengenal pihak yang dianggap berbeda.

Kekuatan Others terletak pada cara Kobi Yamada menyampaikan tema yang cukup berat dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak. Ceritanya tidak terasa seperti ceramah panjang tentang kebaikan atau inklusivitas.

Sebaliknya, pesan tersebut tumbuh melalui percakapan ringan yang semakin lama semakin reflektif.

Dua tokohnya memiliki cara pandang yang berbeda terhadap dunia di balik pagar. Salah satu anak cenderung menerima anggapan bahwa “orang lain” memang berbeda. Anak yang lain terus bertanya dan membuka kemungkinan bahwa mereka sebenarnya memiliki banyak kesamaan.

Percakapan tersebut menjadi inti buku sekaligus kekuatan narasinya. Tidak banyak peristiwa besar yang terjadi, tetapi pertanyaan sederhana membuat pembaca ikut berpikir. Dari sini, Others menunjukkan bahwa rasa ingin tahu dapat menjadi langkah pertama untuk membangun empati.

Ilustrasi Charles Santoso turut memperkuat pengalaman membaca buku ini. Gambar-gambarnya sederhana, tetapi ekspresi tokoh dan perubahan suasana membantu menyampaikan emosi tanpa penjelasan berlebihan.

Pagar tanaman yang menjadi pemisah juga terasa seperti simbol tentang batas yang sering dibuat manusia sendiri.

Keunikan Others ada pada keberaniannya membahas prasangka melalui sudut pandang anak. Pertanyaan polos justru membuat pesan terasa tajam tanpa kehilangan kelembutan. Karena itu, buku ini mudah dikenang setelah selesai dibaca untuk keluarga.

Menariknya, buku ini tidak hanya berbicara kepada anak-anak. Orang dewasa pun dapat menemukan pertanyaan penting tentang kebiasaan memberi label kepada kelompok yang belum dikenal.

Kita sering merasa memahami seseorang hanya berdasarkan cerita, penampilan, tempat, atau kelompoknya.

Di sinilah Others terasa relevan untuk dibaca bersama keluarga dan anak. Buku ini dapat menjadi pembuka percakapan tentang perbedaan, prasangka, persahabatan, empati, dan pentingnya mengenal seseorang secara langsung.

Orang tua atau pendamping dapat mengajak anak membahas mengapa kita mudah menganggap seseorang berbeda sebelum mengenalnya.

Salah satu kelebihan buku ini adalah pesannya kuat tanpa membuat cerita menjadi rumit. Humor lembut membuat topik yang serius terasa lebih ringan dan ramah untuk pembaca muda.

Selain itu, format percakapan membuat buku ini menarik dibacakan bergantian bersama anak.

Namun, kesederhanaan tersebut juga bisa menjadi kekurangan bagi pembaca yang mengharapkan alur lebih kompleks.

Konfliknya tidak berkembang seperti cerita petualangan dengan banyak kejutan. Buku ini lebih mengandalkan pertanyaan, ilustrasi, dan perubahan sudut pandang untuk meninggalkan kesan.

Others cocok untuk anak-anak yang mulai memahami bahwa setiap orang dapat memiliki pengalaman dan latar berbeda. Buku ini juga sesuai untuk orang tua, guru, atau pendamping yang mencari bacaan tentang inklusivitas dan empati.

Dengan pendekatan yang sederhana, pembaca diajak memahami bahwa perbedaan tidak harus menjadi alasan untuk menjauh.

Pada akhirnya, Others: A Story for All of Us mengingatkan bahwa pagar tidak selalu harus menjadi batas selamanya. Kadang, yang membuat kita jauh hanyalah asumsi yang belum pernah diperiksa.

Buku ini mengajak kita melihat orang lain dengan rasa ingin tahu, memahami perasaan mereka, dan menemukan kesamaan sebagai sesama manusia.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda