Ulasan

Novel Ghosting Writer: Ketika Popularitas Dibalap oleh Pesaing Misterius

Novel Ghosting Writer: Ketika Popularitas Dibalap oleh Pesaing Misterius
Novel Ghosting Writer (gramedia)

"Quality over quantity, Wil. Jauh lebih baik punya sedikit pembaca tapi setia ngikutin lo ke platform mana pun, mau ngasih lo feedback, rela ngeluarin effort demi baca tulisan lo, daripada punya banyak pembaca tapi nggak punya engagement lebih. Ayolah, belajar bersyukur dengan apa yang lo raih. Oke?" (Ghosting Writer, halaman 181).

Ghosting Writer karya Aya Widjaja adalah novel teen fiction yang banyak mengupas tentang dunia kepenulisan di platform online. Berbagai sisi dari dunia penulis muda, di mana ada yang banyak mengejar peringkat atau ranking, membaca komentar pembaca hingga persoalan mengenai draft naskah yang terbengkalai digambarkan dengan sangat relate bagi kalangan para remaja yang gemar menulis di masa kini.

Meskipun mengusung genre cerita remaja yang ringan dan penuh humor, Aya Widjaja tetap menyelipkan berbagai pesan moral yang dapat diambil oleh para pembaca dalam novel Ghosting Writer ini. Di antaranya adalah pentingnya untuk menemukan rasa gigih dan tekad yang kuat dalam memperjuangkan mimpi. Melalui karakter Wilma dalam novel ini, pembaca diajarkan untuk tetap konsisten dalam mengejar impian yang dicintai, bahkan jika mimpi tersebut ditentang oleh orang-orang yang paling dekat dengan kita, seperti keluarga maupun beratnya persaingan yang sedang dihadapi.

Lalu, daripada menjadikan pesaing sebagai musuh yang harus dilawan, lebih baik menjadikan persaingan tersebut sebagai motivasi agar kita bisa terus mengevaluasi dan meningkatkan hal-hal yang kita impikan agar kita semakin dekat dengan mimpi kita tersebut. Terakhir, pentingnya komunikasi antara anak dan orang tua. Dari kisah Wilma di novel ini, para pembaca disadarkan bahwa komunikasi yang terbuka sangat penting di dalam lingkup keluarga.

Sinopsis Novel Ghosting Writer

Ghosting Writer akan berpusat pada cerita tentang Wilma, seorang gadis kelas 11 SMA sekaligus penulis terkenal di platform T3, sebuah platform menulis digital yang sedang digemari oleh kalangan remaja akhir-akhir ini.

Suatu hari, Wilma sedang dilanda stres karena melihat peringkatnya yang terus menurun di platform T3 dan digantikan oleh penulis misterius dengan username "Ghosting Writer". Sejak penulis itu muncul, popularitas Wilma semakin menurun, bahkan si penulis misterius itu tidak mempromosikan ceritanya sama sekali untuk mendapatkan perhatian sebesar itu.

Wilma yang sudah berusaha dengan segala cara agar tulisannya dilirik menjadi kesal sendiri. Ia yang harus berusaha lebih ekstra untuk mempromosikan tulisannya harus merasa kalah dengan sosok penulis misterius yang bahkan tidak ia ketahui identitasnya.

Oleh karena itu, Wilma memutuskan untuk mencari tahu identitas asli dari penulis itu. Pertama-tama, Wilma harus membaca karya dari penulis misterius itu dan akhirnya menyadari bahwa latar tempat dari tulisan sang penulis ternyata adalah sekolahnya sendiri, mulai dari guru-guru yang bekerja, hingga tempat rahasia yang hanya diketahui oleh segelintir murid di sekolahnya.

Tidak hanya sampai di situ saja, Wilma juga mengirim pesan kepada penulis itu untuk mengajaknya berkolaborasi langsung dalam kegiatan menulis. Tak lupa pula, Nehru yang merupakan teman dekat Wilma dari SD juga ikut membantu gadis itu dalam menemukan identitas asli dari penulis misterius itu.

Kelebihan dan Kekurangan Novel

Ghosting Writer memiliki gaya narasi yang ringan dan penuh dengan humor, khas novel remaja. Dengan interaksi dan obrolan lucu antara karakternya, serta interaksi Wilma dan Ganindra yang terjalin dengan porsi romansa remaja yang pas dan tidak berlebihan menjadikan novel ini disukai oleh kalangan remaja. Selain itu, karakter tokoh yang ada dalam novel ini membawa energi positif, seperti karakter Wilma yang digambarkan sebagai sosok pekerja keras, gigih, dan konsisten mengejar mimpinya.

Tak hanya itu, novel ini juga menyajikan berbagai tips menulis cerita yang baik, sehingga hal ini dapat menambah wawasan bagi para pembaca. Konflik yang disajikan pun seputar hal-hal yang biasanya dialami oleh para remaja, sehingga banyak hal dalam novel ini terkesan relate dengan permasalahan kehidupan sehari-hari yang dialami oleh para pembaca.

Meskipun Ghosting Writer mengangkat konflik yang relate dengan kehidupan sehari-hari para remaja, sebagian pembaca menilai bahwa alasan mengenai Wilma sangat membenci sosok penulis misterius di platform T3 kurang digali secara detail, padahal itu adalah konflik inti dari novel ini. Lalu, penyelesaian konflik dalam novel ini juga terkesan terasa buru-buru untuk diselesaikan secara agak instan dan terkesan kurang matang di bagian akhir ceritanya.

Bagi para pembaca yang menyukai novel remaja yang mengangkat tema unik tentang dunia kepenulisan di platform online, karakter tokoh yang punya energi positif, dan menyajikan beberapa tips yang bermanfaat, maka novel Ghosting Writer akan jadi rekomendasi utama jika ingin membacanya. Namun, jika para pembaca kurang menyukai penyelesaian konflik yang terkesan buru-buru, maka novel ini dapat dijadikan pertimbangan kembali jika ingin membacanya.

Identitas Novel

  • Judul: Ghosting Writer
  • Penulis: Aya Widjaja
  • Tahun Terbit: Maret 2023
  • Penerbit: Penerbit Gramedia Pustaka Utama
  • Tebal: 312 halaman
  • ISBN: 9786020668987
  • Genre: Teen Fiction

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda