Ulasan
Lagu 'Coba Lagi' Jadi Pengingat bagi Kita yang Hampir Menyerah pada Hidup
Kadang, ketika melihat orang lain berhasil menggapai impiannya, kita mulai bertanya pada diri sendiri, "kapan giliranku?" Satu pertanyaan sederhana yang tanpa sadar sering kali membuat kita membandingkan diri dengan mereka. Apalagi ketika setiap usaha yang kita lakukan seolah tak kunjung membuahkan hasil, perasaan tidak berguna hingga keinginan untuk menyerah bisa saja hadir di situasi seperti itu. Kegagalan demi kegagalan yang terus terjadi pun membuat kita ragu pada kemampuan diri dan merasa seolah-olah tidak memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan atau diberikan kepada orang lain.
Salah satu alasan yang membuat perasaan semacam itu bisa muncul adalah kebiasaan kita yang sering kali menganggap pencapaian atau keberhasilan sebagai penentu nilai diri kita. Akibatnya, kita menjadi lebih mudah menghargai diri sendiri ketika berhasil melakukan sesuatu. Sebaliknya, ketika mengalami kegagalan, kita bisa begitu cepat menyalahkan diri dan melupakan berbagai usaha yang sudah kita perjuangkan semaksimal mungkin.
Adakah Sobat Yoursay yang pernah atau bahkan sedang mengalami fase seperti itu? Untuk kalian yang hidupnya sedang terasa berat dan ingin menyerah dengan keadaan, lagu Coba Lagi yang ditulis oleh Hendro Djasmoro dan Barsena Bestandhi ini mungkin bisa menjadi pengingat bahwa berapa pun banyaknya kegagalan yang kita alami, hal itu sama sekali tidak mengurangi nilai diri kita.
Bicara soal kegagalan, merasa tak berguna, dan keinginan untuk menyerah, lagu Coba Lagi punya beberapa bagian lirik yang terasa paling menampar menurut saya. Sebelum membahas hal itu lebih jauh, kita akan mulai dari lirik pembukanya terlebih dahulu.
"Hey kamu, jangan berhenti dulu. Masih banyak rasa dan warna yang bisa kau cerna untuk kau nikmati, sabarlah."
Lagu dibuka dengan sapaan lembut pada siapapun yang sedang merasa lelah menjalani hidup. Melalui lirik "masih banyak rasa dan warna yang bisa kau cerna", penulis lagu seolah ingin mengingatkan bahwa kehidupan menyimpan banyak pengalaman yang belum kita temui. Mungkin tidak semuanya menyenangkan, tapi selagi kita memilih untuk bertahan, kita masih punya kesempatan untuk merasakan hal-hal baru yang bisa jadi meupakan pengalaman yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Karena itu, di akhir bait pertama ini, kata "sabarlah" turut menjadi pengingat bagi kita agar tak menyerah meski keadaan terasa sulit.
Selain itu, lewat beberapa bagian lirik berikutnya, Coba Lagi juga menyampaikan pengingat tentang bagaimana kita bisa menghadapi tantangan, memaknai kegagalan, dan memandang diri sendiri ketika hidup tidak berjalan sesuai harapan.
"Hey kamu, masih ada banyak waktu. Habiskan dulu seporsi kecil tantangan, lalu lanjutkan hidupmu yang baru."
Saat kita menghadapi banyak masalah dalam hidup, rasanya mungkin berat. Namun, setidaknya kita masih memiliki banyak waktu untuk menghadapi semua persoalan itu. Kita tak harus menyelesaikan semuanya sekaligus. Melalui kalimat "habiskan dulu seporsi kecil tantangan", lagu ini seolah mengingatkan bahwa kita bisa menghadapi persoalan satu per satu, sesuai kemampuan kita saat ini. Kita tidak harus menyelesaikan semuanya sekaligus sebelum kembali melanjutkan hidup dan menyambut pengalaman-pengalaman baru.
"Karna peran kecilmu dan andilmu pasti punya arti. Bila hari ini kau sial besok bisa coba lagi."
Ketika hidup terasa berat dan masalah datang bertubi-tubi, terkadang kita kesulitan melihat hal-hal baik yang masih kita miliki. Kegagalan yang dialami bisa membuat kita merasa bahwa pencapaian sebelumnya maupun berbagai usaha yang telah dilakukan seolah tidak ada artinya. Padahal, hasil yang belum sesuai harapan tidak serta-merta menghapus segala hal yang sudah kita perjuangkan.
Melalui lirik tersebut, lagu Coba Lagi seolah mengingatkan bahwa setiap peran dan kontribusi yang kita berikan tetap memiliki arti, sekecil apa pun itu. Kita mungkin tidak selalu berhasil dalam setiap usaha, tetapi kegagalan hari ini bukan berarti kita kehilangan kesempatan untuk mencoba kembali. Ada kalanya kita perlu menerima kekecewaan terlebih dahulu sebelum mengumpulkan keberanian untuk melanjutkan perjuangan.
Karena itu, di bagian berikutnya, lagu ini kembali menegaskan pesannya melalui lirik: "Hey kamu, bukalah mata hatimu. Berhenti merasa si paling tak berguna seperti barang rusak yang tak dibuang."
Bagi saya, bagian ini terasa paling menampar dari keseluruhan lagu. Perumpamaan seperti barang rusak yang tak dibuang menggambarkan betapa buruknya seseorang bisa memandang dirinya sendiri ketika merasa gagal atau tidak mampu memenuhi harapan. Seolah-olah, dirinya tidak lagi memiliki nilai hanya karena belum berhasil melakukan sesuatu.
Padahal, nilai diri kita tidak semata-mata ditentukan oleh pencapaian. Mengalami kegagalan bukan berarti kita tidak memiliki kemampuan, begitu pula memiliki kekurangan bukan berarti kita tidak layak menghargai diri sendiri. Kita tetap bisa mengevaluasi kesalahan dan memperbaiki hal-hal yang perlu dibenahi tanpa harus terus-menerus merendahkan diri. Sebab, menyadari kekurangan seharusnya membantu kita bertumbuh, bukan menjadi alasan untuk menganggap diri tidak berguna.
"Jangan kau mengalah (pada hidupmu sendiri), kau tak pantas kalah (kau takkan pernah sendiri). Tak ada alasan yang cukup logis untuk mati hari ini."
"Jangan kau menyerah (pada hidupmu sendiri), walau sempat lelah (kau takkan pernah sendiri). Takkan pernah ada alasan untuk kau berhenti, kali ini. Bila hari ini kau sial besok bisa coba lagi."
Setelah menyampaikan berbagai pesan tersebut, Barsena menutup lagu dengan pengulangan reff yang kembali menegaskan inti dari Coba Lagi.
Bagian ini seolah menjadi ajakan untuk tidak menyerah pada hidup sendiri, meski berbagai masalah dan kegagalan membuat kita merasa lelah. Sebab, keadaan yang buruk hari ini tidak harus menentukan bagaimana perjalanan kita selanjutnya.
Kita boleh beristirahat, memberi diri sendiri waktu untuk memulihkan tenaga, lalu mencoba kembali ketika sudah siap. Kegagalan dan kesialan yang kita alami bukanlah akhir dari segalanya, sebab masih ada kesempatan untuk belajar, memperbaiki langkah, dan menemukan kemungkinan yang lebih baik di kemudian hari.