Ulasan
Membaca Wonderstruck: Ketika Dunia Tak Selalu Ramah untuk Anak Disabilitas
Wonderstruck adalah novel karya Brian Selznick yang menggabungkan narasi dan ilustrasi untuk menggambarkan dua perjalanan anak yang hidup dalam masa berbeda. Diterbitkan di Indonesia oleh Mizan Fantasi pada November 2013, buku setebal 648 halaman ini mengajak pembaca menyelami kehilangan, kesepian, identitas, dan harapan.
Brian Selznick tidak sekadar menulis cerita anak. Ia membangun pengalaman membaca melalui dua kisah yang pada awalnya tampak terpisah, tetapi perlahan memperlihatkan hubungan yang mengejutkan. Kisah Ben berlangsung pada 1977, sedangkan kisah Rose berlatar 1927. Keduanya memiliki persoalan pendengaran dan sama-sama melakukan perjalanan untuk menemukan seseorang yang penting dalam hidup mereka.
Sinopsis Buku
Ben tinggal di Gunflint Lake, Minnesota. Sejak ibunya meninggal akibat kecelelakaan, kehidupannya berubah drastis. Ia menjadi yatim piatu dan harus tinggal bersama bibinya. Di rumah baru itu, Ben juga menghadapi perlakuan tidak menyenangkan dari sepupunya, Robby, yang kerap mengejek kondisi pendengarannya.
Ben terlahir dengan gangguan pendengaran pada salah satu telinganya. Kehilangan ibunya membuatnya semakin kesepian, terlebih karena ia tidak pernah mengenal ayah kandungnya. Selama ini, sosok ayah hanya hadir sebagai pertanyaan tanpa jawaban.
Petunjuk mulai muncul ketika Ben kembali ke rumah ibunya dan menemukan sebuah buku berjudul Wonderstruck. Buku tersebut memuat pembatas dengan pesan untuk ibunya dari seseorang bernama Danny. Ia juga menemukan kalung berbandul foto seorang laki-laki bernama Daniel. Wajah laki-laki dalam foto itu membuat Ben bertanya-tanya apakah Daniel adalah ayah yang selama ini dicarinya.
Sebuah alamat toko buku di New York yang tertera pada pembatas buku semakin menguatkan keinginannya untuk pergi. Ben berharap kota itu menyimpan jawaban atas pertanyaan yang selama ini menghantuinya. Namun, ketika ia mencoba menghubungi nomor telepon yang ditemukan, sambaran petir membuatnya kehilangan pendengaran sepenuhnya.
Peristiwa tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan Ben. Ia bukan hanya harus menghadapi kehilangan ibunya, tetapi juga beradaptasi dengan perubahan kondisi dirinya. Pencarian ayahnya kemudian berkembang menjadi perjalanan untuk memahami asal-usul dan tempatnya di dunia.
Kelebihan dan Kekurangan
Berbeda dengan Ben, kisah Rose pada 1927 disampaikan sepenuhnya melalui ilustrasi. Rose tinggal di Hoboken, New Jersey, dan memiliki masalah pendengaran. Ia ingin bertemu dengan Lilian Mayhew, aktris terkenal yang memiliki hubungan penting dalam hidupnya.
Merasa kesepian dan tidak mendapatkan kedekatan yang diharapkan, Rose memutuskan pergi ke New York. Perjalanannya menjadi usaha untuk menemukan seseorang yang selama ini ia rindukan sekaligus mencari tempat bagi dirinya sendiri.
Keputusan Selznick menyampaikan kisah Rose melalui gambar merupakan salah satu kekuatan utama novel ini. Ekspresi wajah, gerakan tubuh, sudut pandang, dan perubahan suasana menggantikan fungsi kalimat. Pembaca dituntut mengamati detail ilustrasi untuk memahami perasaan serta perkembangan cerita.
Menariknya, perjalanan Rose dan Ben memiliki sejumlah kesamaan, termasuk kunjungan ke American Museum of Natural History. Meski dipisahkan oleh lima puluh tahun, pengalaman keduanya perlahan terhubung. Perbedaan bentuk penceritaan justru membuat pembaca semakin penasaran untuk mengetahui bagaimana kedua kisah tersebut bertemu.
Rekomendasi Pembaca
Keistimewaan Wonderstruck terletak pada kemampuannya menjadikan ilustrasi sebagai bagian penting dari penceritaan, bukan sekadar hiasan. Kisah Ben disampaikan melalui teks, sedangkan kisah Rose berkembang melalui gambar. Keduanya berjalan berdampingan hingga membentuk cerita yang lebih utuh.
Novel ini juga menyentuh persoalan disabilitas, kehilangan, penerimaan, dan kebutuhan manusia untuk merasa terhubung dengan orang lain. Kondisi pendengaran Ben dan Rose bukan sekadar ciri tokoh, melainkan bagian dari pengalaman mereka dalam menghadapi dunia yang tidak selalu memahami kebutuhan mereka.
Wonderstruck mengingatkan pembaca bahwa keluarga bukan hanya tentang hubungan darah, tetapi juga tentang rasa memiliki, penerimaan, dan keberanian untuk mencari jawaban. Melalui dua anak dari generasi berbeda, Brian Selznick menghadirkan kisah yang menyentuh sekaligus kreatif. Buku ini layak dibaca oleh pencinta novel bergambar maupun pembaca yang ingin menikmati cerita tentang pencarian jati diri dengan cara yang berbeda.
Identitas Buku
- Judul Asli: Wonderstruck
- Penulis: Brian Selznick
- Penerbit: Mizan Fantasi
- Penerjemah: Marcalais Fransisa
- Tahun Terbit: November 2013
- Tebal: 648 halaman
- ISBN: 978-979-433-685-4