NCT Dream baru saja melakukan comeback terbaru mereka lewat repackage album kedua bertajuk 'Beatbox' pada tanggal 30 Mei 2022 lalu.
Merangkum dari Koreaboo pada Kamis (2/6/2022), para member NCT Dream baru-baru ini juga telah melakukan wawancara dengan majalah GQ, mereka membicarakan hubungan mereka sebagai grup setelah debut selama enam tahun.
Melihat banyaknya waktu yang mereka habiskan bersama, GQ pun bertanya kepada para member tentang memori apa yang paling berkesan buat mereka saat bersama sebagai grup NCT Dream.
Chenle dan Haechan memilih konser bersama ketujuh member menjadi favorit kegiatan grup mereka. Namun, berbeda sekali dengan Jeno.
Bagi Jeno, momen favoritnya saat ia bersama member NCT Dream adalah sesuatu yang lebih dekat di hati, yaitu ketika Mark kembali melakukan aktivitas bersama mereka sebagai tujuh member.
NCT Dream diketahui memiliki sistim kelulusan sebelum mereka ditetapkan sebagi fixed sub unit oleh SM Entertainment. Mark adalah member pertama yang lulus dari NCT Dream pada akhir tahun 2018 setelah menginjak usia 20 tahun, dan pada tahun 2020 SM menghapus peraturan kelulusan di NCT Dream dan menjadikan mereka sub unit tetap NCT, Mark pun kembali melakukan aktivitas bersama mereka lagi setelah itu.
Jeno mengatakan persiapan album 'Hot Sauce' bersama dengan Mark adalah memori yang sangat berharga untuknya.
"Momen favoritku adalah ketika Mark kembali bersama NCT Dream, dan kami menjadi grup dengan tujuh anggota lagi, dan dapat mempersiapkan full album pertama kami bersama-sama. Hal tersebut adalah titik awal yang memberikan perubahan besar bagi NCT Dream," ungkap Jeno.
Ternyata Jeno tidak sendirian, Mark juga memilih momen yang sama dengan Jeno sebagai momen favoritnya bersama NCT Dream.
"Tidak hanya kami akhirnya bisa kembali sebagai tujuh member, tetapi energi yang kami miliki begitu kuat, dan saat itu rasanya adalah momen di mana kami begitu dekat dari sebelumnya. Aku belajar banyak hal, tidak hanya sebelumnya, tetapi setiap saat ketika aku menghabiskan waktuku bersama dengan member NCT Dream, kerjasama tim adalah kunci utama kesuksessan kami, dan aku percaya masih banyak hal yang bisa kami raih bersama-sama," jelas Mark.
"Kami bekerja dengan mentalitas tersebut. Kami saling membutuhkan secara setara. Kami masih bekerja dengan mentalitas dan energi itu bersama-sama bahkan sekarang dan akan terus melanjutkannya di masa depan," tambahnya.
Dan tentu saja para penggemar pasti setuju dengan apa yang diungkapkan Jeno dan Mark. Dapat melihat NCT Dream kembali lagi bersama-sama dengan tujuh member adalah hal yang paling mereka tunggu-tunggu selama ini.
Nyatanya ikatan yang kuat antara member NCT Dream adalah kunci kesuksessan grup hingga saat ini. Meskipun Mark dan Haechan juga merupakan bagian dari NCT 127, dan akan tetap melaksanakan kegiatan di dua grup, para member NCT Dream dan fans tetap yakin dan percaya bahwa NCT Dream akan selamanya tetap terdiri dari tujuh member.
Baca Juga
-
Susul Mark dan Ten, Lucas Eks Member NCT Resmi Tinggalkan SM Entertainment
-
Usung Genre Komedi Romantis, TWS Ungkap Highlight Medley Album 'No Tragedy'
-
Siap Comeback! ITZY Rilis Trailer Hingga Jadwal Teaser Album Baru 'Motto'
-
Dirumorkan Rekrut Baekhyun EXO, Galaxy Corporation Beri Bantahan
-
Resmi Debut! UNCHILD Mulai Perjalanan Baru Tanpa Rasa Takut di Lagu UNCHILD
Artikel Terkait
Entertainment
-
Tayang 6 Mei, Prime Video Rilis Trailer Terbaru Serial Citadel Season 2
-
Anime Assassin Reinkarnasi Karya Rui Tsukiyo Umumkan Season 2 Tayang 2027
-
Susul Mark dan Ten, Lucas Eks Member NCT Resmi Tinggalkan SM Entertainment
-
Resmi! Pengadilan Terima Permintaan The Boyz Putus Kontrak dengan Agensi
-
Akhirnya! Glasses with a Chance of Delinquent Dapat Adaptasi Anime
Terkini
-
Loyalitas di Tengah Perang: Peran Vital Darijo Srna di Shakhtar Donetsk
-
Triumph Rocket 3 Storm R, Motor dengan Mesin Lebih Besar dari Innova Zenix
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Hindia dan Dipha Barus Bicara Soal Generational Trauma di Lagu Baru "Nafas"
-
Avec le Temps: Harmoni Puitis Prancis dan Arab di Jantung Yogyakarta