Pada dasarnya, profesi yang digeluti oleh manusia selalu dilandaskan pada satu tujuan, yakni untuk kemaslahatan umat manusia dan juga meringankan kesulitan orang lain. Meskipun pada awalnya seseorang menggeluti sebuah profesi karena ingin mendapatkan keuntungan bagi diri pribadinya, namun pada akhirnya, ketika sampai pada suatu titik, mereka akan berubah dan menggunakan profesinya untuk membantu sesamanya. Seperti halnya dengan profesi sebagai pengacara, yang di mata sebagian orang sering dikatakan sebagai profesi yang berorientasi pada dana, namun sejatinya tetaplah sebuah profesi yang menjunjung tinggi kemanusiaan ketika berada di orang yang tepat.
Song Woo Seok (diperankan oleh Song Kang Ho) adalah seorang laki-laki yang biasa-biasa saja, dan baru menyelesaikan sekolah menengahnya. Secara nilai, Woo Seok termasuk lulusan yang memiliki nilai standar. Namun, karena kerja keras, keuletan dan juga semangat pantang menyerahnya untuk terus belajar, Song Woo Seok pada akhirnya menjadi seorang pengacara yang cukup terkenal di Busan, dan mengkhususkan diri dalam hukum perpajakan.
Nama besar Song Woo Seok yang semakin meluas, membuatnya kini dengan mudah mampu mengumpulkan pundi-pundi kekayaan melalui kasus-kasus yang ditanganinya. Tak hanya itu, Woo Seok bahkan mampu masuk dalam lingkaran para pengacara ternama meskipun berasal dari daerah. Dan hal ini memang sesuai dengan impiannya sedari dulu yang selalu berkeinginan untuk menjadi pengacara demi bisa mengumpulkan banyak uang dan juga pengaruh.
Dala sejarahnya, dekade 1980an merupakan masa yang paling bergolak dalam perjalanan dalam negeri Korea Selatan. Demonstrasi besar-besaran kerap kali melanda negeri ginseng. Tak hanya itu, pergerakan mahasiswa yang juga didukung oleh masyarakat luas, seringkali menimbulkan kekacauan berkepanjangan, dan menyulut bentrokan dengan pihak pemerintah. Kondisi yang demikian tentu saja membuat kinerja seorang Song Woo Seok terhambat. Menggerutu? Jelas iya! Bahkan, di awal-awal masa resesi dalam negeri tersebut, Woo Seok sangat antipati dengan pergerakan yang dilakukan oleh para mahasiswa yang melawan rezim berkuasa.
Namun, semua pandangan Woo Seok pada akhirnya berubah ketika dirinya bersinggungan dengan seorang aktivis mahasiswa bernama Jin Woo (diperankan oleh Im Si Wan). Jin Woo yang merupakan bagian dari pergerakan mahasiswa, disiksa secara brutal oleh aparat keamanan, bahkan hingga diluar batas kemanusiaan.
Mengetahui hal tersebut, Song Woo Seok pada akhirnya berbalik arah dan menjadi simpatik kepada Jin Woo, serta memutuskan untuk membela Jin Woo sebagai kliennya. Dan pertarungan 180 derajat bagi Woo Seok pun dimulai. dia yang dulunya berjuang demi bisa mendapatkan uang dan keuntungan pribadi, kini harus berjuang di atas nama kemanusiaan.
Nah, ingin tahu bagaimana perjuangan Woo Seok mendampingi Jin Woo? Saksikan selengkapnya di film The Attorney ini! Tapi ingat, karena ada adegan penyiksaan yang lumayan sadis, jadi harap bijak dalam menonton film ini.
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
Entertainment
-
Witch on the Holy Night Dapat Adaptasi Manga, Mulai Serialisasi 11 November
-
Neve Campbell Dipastikan Kembali Perankan Sidney Prescott dalam Scream 8
-
Shiba Inu Rooms Diadaptasi Jadi Anime TV, Komedi Siswi SMA dan Arwah Anjing
-
Toshiyuki Morikawa, Pengisi Suara Hokage ke-4 Jadi Doctor Doom Versi Jepang
-
Manga Mashle: Magic and Muscles Umumkan Adaptasi Film Live Action 2027
Terkini
-
Menjaga Nalar dan Integritas Anak di Tengah Polemik Ijazah
-
Drama Penyadapan di Istana: Elite Sibuk Berperang, Rakyat Tetap Jadi Korban
-
Skandal Penyadapan Presiden: Kegagalan Sistemik atau Lemahnya Leadership?
-
Ramai Tren "Stop the Wedding" di Medsos, Bukti Gen Z Makin Muak dengan Budaya Patriarki?
-
Keberuntungan Sedang Menghampirimu: Ketika Kepedulian Menjadi Jalan Menuju Harapan