Chiara Aurelia tidak lagi asing di industri sinema Hollywood. Aktris asal Amerika Serikat itu baru saja meluncurkan film teranyarnya di Netflix berjudul ‘Luckiest Girl Alive’.
Melalui perannya sebagai versi muda TifAni FaNelli, sosok berbakat itu beradu akting dengan aktor muda lainnya seperti Thomas Barbusca, Alex Barone, dan Isaac Kragten, sementara TifAni FaNelli versi dewasa diperankan oleh Mila Kunis.
Kenalan lebih dekat bersama Chiara Aurelia yuk!
1. Biodata Singkat Chiara Aurelia
Pemilik nama lengkap Chiara Aurelia de Braconier d'Alphen lahir di Taos, New Mexico, Amerika Serikat pada 13 September 2002 silam.
Orang tuanya adalah Frederic de Braconier d'Alphen dan Claudia Kleefeld. Sementara itu kakek dan neneknya adalah seorang seniman, yakni Tony Travis Kleefeld seorang penyanyi dan aktor, serta Carolyn Mary Kleefeld seorang penuis dan penyair.
2. Belajar Akting di Usia Muda
Aurelie dibesarkan di Albuquerque. Sejak saat itulah kemampuan aktingnya mulai diasah. Gadis yang baru menginjak usia 20 tahun itu mulai berakting di produksi sekolah dan kelas drama lokal ketika berusia lima tahun.
Selain akting, Aurelie juga menikmati menari dan bernyanyi ketika masa kecilnya.
3. Pindah ke Los Angles Demi Merintis Karier
Ingin mengejar kariernya sebagai aktris profesional, Chiara Aurelia memutuskan pindah ke Los Angeles di tahun 2014.
Gadis ini memulai kariernya sebagai aktris cilik dengan peran film kecil dan televisi serta penampilan film pendek seperti ‘Dead Celebrity’ (2014). Dia sering kali memainkan karakter muda dari para karakter utama.
4. Mengudara Melalui Cruel Summer
Namanya mulai naik daun di Hollywood sejak membintangi serial televisi bertema thriller ‘Cruel Summer’ sebagai Jeanette Turner, gadis biasa yang menggantikan kehidupan gadis populer yang menghilang tanpa jejak.
Aktingnya yang mampu menggeret penonton ikut merasa simpati berhasil membuatnya kebanjiran pujian dan tawaran film, termasuk ‘Luckiest Girl Alive’.
5. Rain Nominasi dari Ajang Terkenal
Kemampuan akting Aurelia sudah diakui oleh banyak kritikus film, aktris muda itu dinominasikan dalam ajang Critics Choice Award 2022 sebagai Aktris Terbaik dalam serial melalui peran utamanya sebagai Jeanette Turner. Menjadikan Aurelia aktor pertama dalam sejarah platform tersebut untuk menerima penghargaan ini.
Penampilannya yang luar biasa juga membawanya menjadi salah satu nominasi Aktris Terbaik dalam Hollywood Critics Association (HCA) dan Women’s Image Network Awards.
Tayang mulai 7 Oktober 2022 lalu, ‘Luckiest Girl Alive’ dapat disaksikan di Netflix dan berhasil memperoleh banyak pujian dari pecinta film maupun kritikus.
Baca Juga
-
Makin Blak-blakan, Aaliyah Massaid Akui Bucin Ke Thariq Halilintar: Kamu Juara di Hati Aku
-
Mengenal Li Ran, Princess Eropa dari Asia Pertama, Istri dari Pangeran Charles Belgia
-
Fans Fuji Kecewa Konten Eksklusif Tersebar: Jadi Percuma Bayar
-
Nyanyi 'Cundamani' di Hadapan Happy Asmara, Celetukan Niken Salindry Bikin Ngakak Satu Venue
-
ARMY Next Level! Wanita Ini Pamer Rumah Berkonsep BTS, Semua Serba Ungu
Artikel Terkait
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
Apa Itu Manten Tebu? Tradisi yang Diangkat dalam Film Pabrik Gula
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
Review The Recruit, Aksi Spionase Menegangkan dengan Sentuhan Humor Segar
Entertainment
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?