Bagi banyak orang, ngabuburit identik dengan jalan-jalan, berburu takjil, atau berkendara pada sore hari sambil menunggu waktu berbuka puasa. Namun, bagi penggemar gim, tradisi ini mulai bergeser ke ruang permainan digital. Roblox menjadi platform permainan virtual yang sangat populer saat ini. Game ini sudah menjadi titik kumpul favorit untuk menunggu azan Magrib.
Jujur saja, bagi yang belum pernah mengetahui Roblox, melihat karakter kotak-kotak berlarian terasa membingungkan. Namun, ternyata di dalamnya ada banyak sekali ekosistem yang bisa dimainkan saat ngabuburit dan cukup seru. Inilah beberapa aktivitas yang membuat mereka betah menatap layar:
1. Simulasi Kehidupan dan Konvoi Virtual
Brookhaven atau Livetopia adalah dua gim roleplay paling populer di Roblox. Keduanya memiliki genre city-simulator yang bisa digunakan untuk berinteraksi, membeli rumah mewah, mengendarai kendaraan, dan menjalani kehidupan virtual tanpa misi wajib. Dua gim ini memiliki perbedaan yang cukup kontras pada desain visual. Brookhaven terkenal dengan gaya kota menengah ke atas, sedangkan Livetopia dikenal dengan desain kota yang modern dan penuh warna.
Di sini para pemain menggunakan avatar untuk berkendara berkeliling kota secara virtual dalam kelompok. Jika di dunia nyata, hal ini terkesan seperti konvoi motor pada sore hari. Meski hanya di layar, interaksi melalui fitur chat membuat pemainnya merasa seperti sedang jalan-jalan bersama teman. Walaupun tidak saling kenal, mereka tetap menikmati karena tidak perlu keluar rumah dan menghirup polusi.
2. Eksplorasi Map Bertema Ramadan Lokal
Kreativitas komunitas Roblox Indonesia memang juara. Patut diapresiasi dan diacungi jempol. Banyak pengembang lokal dari Indonesia yang merancang map khusus dengan nuansa islami yang kental. Map ini dilengkapi dengan replika masjid, deretan gerobak takjil, hingga hiasan lampu kelap-kelip khas bulan Ramadan.
Pemain Roblox di sini dapat berperan sebagai pedagang takjil, marbot masjid, atau sekadar sebagai warga yang sedang menunggu waktu berbuka. Aktivitas virtual ini bisa menciptakan suasana Ramadan yang akrab meskipun dalam bentuk piksel dan dari jarak jauh.
3. Melatih Fokus dengan Gim Obby
Obby atau Obstacle Course adalah salah satu genre yang paling laris di Roblox. Di sini pemain harus melompat, berlari, dan melewati rintangan untuk mencapai garis finish. Contoh yang populer yaitu Tower of Hell, Mega Fun Obby, dan Escape Running Head.
Permainan ini membutuhkan konsentrasi penuh dan fokus yang tinggi untuk menyelesaikan tantangan. Inilah alasan mengapa gim ini bisa dibilang sangat ampuh untuk mengalihkan rasa lapar dan haus, sehingga waktu terasa berjalan lebih cepat.
4. Ruang Interaksi Tanpa Sekat
Roblox juga bisa berfungsi sebagai ruang sosial. Di sini banyak grup komunitas yang mengadakan acara buka bersama virtual atau sekadar mendengarkan musik religi bersama. Inilah yang mungkin membuat mereka merasa seperti mempunyai teman dekat. Walaupun terpisah jarak, kehangatan tetap terasa di tengah suasana Ramadan.
Ngabuburit di Roblox ini membuktikan bahwa teknologi ternyata mampu mengadopsi budaya lokal ke dalam bentuk baru secara virtual. Esensi ngabuburit, kebersamaan, dan kegembiraan menunggu waktu berbuka tetap terasa nyata bagi para pemainnya.
Baca Juga
-
Mengenal Ojil dan Hanoy: Duo Kreator Bahasa "Yumdhi" Kesayangan Gen Z
-
Awas! Kaspersky Temukan Situs Weverse Palsu Incar Fans BTS Arirang Tour
-
Menjaga Harmoni di Bulan Suci: Trik Elegan Menolak Bukber Tanpa Baper
-
Alasan Sinetron Beri Cinta Waktu Viral di TikTok dan Jadi Favorit Gen Z
-
Terjebak Digital Hoarding: Mengapa Kita Sulit Menghapus Screenshot dan File Lama di Ponsel?
Artikel Terkait
-
Ngabuburit: Budaya Menunggu Buka Puasa yang Melegenda dari Tanah Sunda
-
30 Ide Kata-Kata Ngabuburit Lucu yang Bikin Nunggu Buka Puasa Nggak Kerasa
-
Ngabuburit Anti-Gabut: 5 Ide Kegiatan Seru Menjelang Buka Puasa
-
Ramadan 2026, Taman Softball GBK Jadi Spot Ngabuburit dengan Pilihan Kuliner Beragam
-
Meta Geser Fokus ke Mobile: Horizon Worlds Tinggalkan VR, Siap Tantang Roblox dan Fortnite?
News
-
Mengenal Ojil dan Hanoy: Duo Kreator Bahasa "Yumdhi" Kesayangan Gen Z
-
Polemik Konten Anak Jadi WNA, LPDP Ingatkan Dwi Sasetyaningtyas soal Etika?
-
Review Film CAPER: Amanda Manopo Ungkap Sisi Kelam Teror Pinjol Ilegal
-
Mencari Jalan Tengah Ketika Berpuasa di Tengah Kultur Kerja Tanpa Henti
-
Tarawih Terakhir Ibu
Terkini
-
Reuni Pasutri Pachinko! Kim Min Ha dan Noh Sang Hyun Main Film Rom-Com Baru
-
Ramai Disorot Publik, Tasya Kamila Unggah Laporan Kontribusi sebagai Awardee LPDP
-
Mudik Perantau Jakarta: Ekspektasi Sukses dan Realitas Tak Selalu Indah
-
Di Balik War Takjil: Ada Mesin Ekonomi Rakyat yang Bergerak Tanpa Henti
-
4 Inspirasi Outerwear ala Lee Sung Kyung untuk Daily Look yang Chic dan Effortless