Chen EXO membeberkan kisah di balik album barunya, “Last Scene”, melalui siaran langsung di kanal dan TikTok @EXO pada 14 November. Ia memulai ceritanya saat rapat bersama sutradara mengenai musik video yang diinginkannya.
Karena jaket foto dari albumnya mengisahkan tentang dirinya selama 24 jam, dari pagi hingga pagi, sehingga Chen ingin agar musik videonya juga berkisah tentang seseorang sepanjang hari. Dalam video 4 menit 32 detik tersebut tampak seorang lelaki yang sedang mengendarai mobil di siang hari.
Kembalinya pemilik nama lengkap Kim Jongdae ini sebagai solois tentu sangat mengejutkan EXO-L (penggemar EXO). Bahkan, ada penggemar yang menulis saat siaran langsung tersebut bahwa Chen tidak memberi mereka spoiler sama sekali.
“Aku tidak yakin. Bagaimana cara memberi spoiler? Aku akan berpikir lagi. Spoiler itu sangat sulit.”
Setelah membagikan kisah di balik musik videonya, Chen lalu beralih ke topik desain album. Ia mengaku bahwa ia ikut andil dalam proses album fisiknya kali ini.
“Aku ingin agar mini album pertama, kedua, dan ketigaku, berbentuk buku. Ini akan sangat berarti untukku,” tuturnya.
Chen pun melanjutkan bahwa ia berharap agar kompilasi albumnya bisa menjadi seri buku karena ia mencintai konsep buku seperti ini.
Kemudian, saat mendengar kata “Last Scene”, Chen pun merasakan nuansa kesepian. Sehingga, warna ungu dan abu-abu terpikir olehnya sebagai warna dari albumnya.
Lalu, saat ia mengambil gambar di tepi pantai. Chen juga mengaku sedikit kesulitan karena saat ia mulai duduk di kursi, tempat duduknya itu tenggelam ke dalam pasir. Kursi itu juga terkena air laut.
Namun, ketika melihat hasilnya, ia merasa fotonya saat itu sudah mendapat nuansa kesepian. Sehingga, ia merasa puas.
Setelah berbicara mengenai kedua photobook version dari “Last Scene”, Chen pun beralih ke versi digipack. Melihat hal itu, ia pun merasa seperti baru pertama kali melihat versi album seperti ini.
Meskipun memiliki tampilan yang lebih minimalis, tetapi Chen terkejut karena isi dari album digipack ini cukup banyak. Mulai dari poster lipat, kertas lirik, photo card, CD, dan photo book dalam ukuran lebih kecil.
Terakhir, berbicara mengenai lagu b-side dalam “Last Scene”, Chen mengaku bahwa seluruh lagunya berdasarkan pengalaman dan emosinya.
“Pertama-tama, aku ingin agar diriku sendiri merasa nyaman. Kita sudah tumbuh dalam kesibukan. Itu yang aku pikirkan. Sehingga, aku ingin membuat nyaman pendengar. Lagu-lagu ini sebagian besar adalah ceritaku. Aku berpikir, ceritaku mana yang harus kutunjukkan.”
Demikian kisah di balik mini album ketiga Chen, “Last Scene” yang dirangkum dari kanal @EXO.
Baca Juga
Artikel Terkait
Entertainment
-
Ulang Tahun Hoshi SEVENTEEN Diwarnai Aksi Mulia untuk Ratusan Anak Zambia
-
5 Rekomendasi Anime Baru di Summer 2026, Ada Remake Ghost in the Shell!
-
Musikal Hell's Kitchen Pentas Juli, Intip Deretan Pemain Penuh Bintang
-
Aksi Memukau Joe Taslim dan Yayan Ruhian dalam Film 'The Furious', Kapan Tayangnya?
-
Rayakan 10 Tahun Debut, NCT Dream Akan Gelar Fan Meeting Agustus Mendatang
Terkini
-
Buku Pintar Kompas 2011: Potret Dinamika Indonesia dalam Satu Tahun
-
Siapakah Dua Bocah yang Bermain di Kuburan Tua Dini Hari itu?
-
Review Film The Protege: Drama Kriminal yang Penuh dengan Intrik dan Darah!
-
2026 Tahun Terakhir Melihat Messi dan Ronaldo di Piala Dunia: Akhir dari Sebuah Era?
-
Dari Tumbler ke Paylater: Kontradiksi Gaya Hidup Ramah Lingkungan Anak Muda