Bulan terlihat begitu cantik malam ini. Sejak matahari meninggalkan singgasananya 4 jam yang lalu, purnama nampak begitu terang tanpa terlahang awan. Alif baru saja menyelesaikan meeting pentingnya bersama client yang akan melakukan kerjasama dengan perusahaannya.
Alih-alih ingin segara bertemu kasur yang nyaman, Alif justru terjebak macet. Ibukota seolah tidak pernah absen dari kata macet. Menggerutu sudah tidak ada artinya, toh hanya akan menambah letih yang bercokol di pundaknya.
15 menit melawan kemacetan, Alif beruntung karena kini mobil yang dikendarainya dapat melaju normal. Setelah melewati jalan utama yang memang selalu padat kendaraan.
Alif harus melewati sebuah jembatan yang menghubungkan perumahannya dengan jalan utama. Jembatan ini memang jarang dilalui kendaraan, terlebih waktu telah menunjukkan pukul 9 malam seperti ini.
Konon jembatan ini memiliki ceritanya tersendiri, terdengar tidak masuk akal namun cukup dipercaya oleh warga sekitar. Satu-satunya jembatan yang menghubungkan jalan utama dengan jalan di seberangnya, sangat tidak wajar jika selalu sepi.
Terutama jika malam jumat. Alif baru menyadari kalau malam ini adalah malam istimewa itu. Ia berharap tidak ada sesuatu yang janggal karena ia tidak hanya lelah, namun rasa kantuk kini juga menguasainya.
Alif berhasil tiba dirumah tanpa ada sesuatu yang menggangunya tepat pukul 9.15. seorang wanita paruh baya menyambut kedatangannya dengan senyuman hangat.
"Tumben semalam ini pulangnya. Sudah lebih jam 9," sapa wanita itu.
"Ada meeting sama client Bu, lagipula tadi macet," terang Alif sambil mencium tangan ibunya.
"Ya sudah. Mandi terus makan. Ibu mau angetin lagi makan malamnya." Alif hanya mengiyakan ucapan ibunya dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
***
Keesokan paginya, pukul 6.30 Alif telah siap untuk berangkat ke kantornya. Setelah berpamitan pada ibu, ia pun melajukan mobilnya perlahan meninggalkan rumah.
Ketika sampai di jembatan, Alif melihat orang-orang tengah berkerumun, sepertinya baru saja terjadi kecelakaan di jembatan ini. Alif pun memutuskan untuk turun dari mobilnya agar bisa melihat lebih dekat apa yang sebenarnya terjadi.
Dua orang pengendara sepeda motor tergeletak di pinggir jalan, keduanya adalah laki-laki. Menurut penuturan warga sekitar, kejadiannya baru saja terjadi.
Dua unit sepeda motor dari arah berlawanan tiba-tiba tergelincir dan jatuh. Sepeda motor ini tidak bertabrakan melainkan langsung tersungkur ke tanah. Pengendaranya pun meninggal seketika tanpa ada darah seperti kecelakaan pada umumnya.
Alif merasa ini adalah sesuatu yang aneh. Ia meneliti sekali lagi, apakah benar korban tewas akibat kecelakan ini tidak memiliki noda darah, dan ternyata di kepala maupun di sekitar leher korban tidak ada bercak darah sama sekali.
"Ini pasti ulah Mirna," pikir Alif.
Tak ingin membuang waktu lebih lama yang akan membuatnya terjebak macet, Alif memutuskan untuk meninggalkan jembatan itu setelah menelpon ambulans.
Hal mistis seperti ini kerap terjadi di jembatan ini. Awalnya Alif tidak percaya, tapi dengan semakin bertambah banyaknya korban, lambat laun ia menjadi sedikit percaya dengan kisah Mirna.
***
Mirna sedang meneguk minuman beralkohol di sebuah club malam. Hal ini kerap kali ia lakukan disaat pikirannya sedang kacau seperti ini. Pasalnya, Mirna baru saja bertengkar dengan orang tuanya.
Seperti yang sudah-sudah, sehabis bertengkar dengan orang tuanya yang super sibuk, Mirna melarikan diri ke club malam.
Mirna tidak sendiri, ada Annisa dan Rahma yang menemaninya. Mirna memang menjadi akrab dengan minuman haram itu sejak berteman dengan Annisa dan Rahma.
"Mir, sudah ya minumnya. Sudah hampir satu botol." Rahma menahan bahu Mirna saat gadis itu hendak meneguk kembali alkoholnya.
"Aku masih mau minum Ma. Aku masih belum mabuk," ucap Mirna yang hanya dihadiahi gelengan kepala oleh Rahma.
"Mir, udah! merasa ucapannya tidak diindahkan." Annisa mengambil paksa gelas dan botol minuman alkohol milik Mirna.
"Kamu tuh apa-apaan sih. Biasanya kita juga minum sampai teler. Kenapa sekarang jadi nggak boleh?! Siniin minuman aku!" Mirna mulai emosi melihat tingkah Annisa.
"Mir! Kayanya sekarang kita harus pulang. Aku sama Rahma nggak mau ikut-ikutan urusan kamu sama keluargamu. Kalau ada masalah, diomongin, selesaiin baik-baik. Mau sampai kapan kabur terus kaya gini," cerocos Annisa panjang lebar.
"Mir! Denger nggak sih!" Annisa nampak ikut terbawa emosi melihat Mirna masih juga keras kepala.
Muak mendengar semua celotehan Annisa, Mirna pun bangkit dari duduknya. Ia merasakan kepala pusing akibat minuman haram yang dikonsumsinya barusan.
Mirna berusaha menepis rasa pusing yang dideritanya dengan menggelengkan kepalanya, berharap semuanya akan baik-baik saja.
"Mir, mau kemana? Kamu tuh mabuk?" Rahma memegang tangan Mirna mencoba mencegah kepergian Mirna.
"Lepasin, ini bukan urusan kamu." Mirna mengambil kunci mobilnya dan langsung melenggang pergi meninggalkan kedua temannya itu.
Rahma kembali hendak mencegah kepergian Mirna tapi tidak berhasil. Ia pun hanya bisa pasrah melihat punggung Mirna semakin menjauh.
Mulut Mirna bisa menampik kalau dirinya mabuk, tapi tubuhnya tentu tidak bisa berbohong. Ia memaksakan dirinya berkendara dalam keadaan pusing yang semakin lama semakin menyerangnya.
Kesadaran Mirna kian menipis tatkala ada sebuah mobil dari arah berlawanan melaju kencang. Mirna yang kaget dengan bunyi klakson dan sinar lampu mobil yang mengenai kornea matanya kembali menyentaknya ke dunia nyata.
Namun semuanya telah terlambat, Ia tidak bisa menghindar saat mobil dihadapannya menabrak mobilnya. Tidak cukup sampai disitu, dibelakang Mirna ada sebuah truk yang juga melaju cepat.
Truk tersebut terkejut dengan tabrakan tiba-tiba dari dua mobil di depannya. Bagian belakang mobil Mirna pun tertabrak truk.
15 menit setelah kejadian, mobil ambulans dan mobil polisi telah menyibak kerumuman orang yang menyaksikan kecelakaan maut ini. Para polisi pun langsung memasang garis kuning.
Mirna ditemukan tewas ditempat akibat kehilangan banyak darah. Sementara pengendara mobil di hadapannya mengalami gegar otak dan patah tulang rahang, rusuk, dan tangan.
Sopir truk juga mengalami luka-luka dan patah tulang tapi tidak separah pengendara mobil yang menabrak Mirna.
***
Sejak kejadian kematian Mirna, jembatan tempat terjadinya kecelakan memang sering merenggut korban jiwa. Kematian yang terjadi dijembatan ini selalu kecelakan tapi dengan proses yang tidak wajar.
Pengendara motor yang tiba-tiba tertabrak truk padahal sebelumnya tidak ada truk yang melintas di jembatan ini. Kecelakaan ini membuat sang penegndara motor terpental hingga ke sungai di bawah jembatan. Ia pun meninggal seketika.
Pernah juga tabrakan antara mobil dengan sepeda motor yang menyebabkan ringseknya mobil tersebut. Kap depan mobil nampak rusak parah selayaknya terkena tabrakan dengan mobil atau kendaraan yang lebih besar.
Supir mobil tersebut juga meninggal seketika. Saat polisi ingin menyelidiki tempat kejadian perkara, sepeda motor yang menjadi pemicu terjadinya kecelakaan mendadak menghilang. Padahal tidak ada satupun yang memindahkannya.
***
Alif merasa lega, akhirnya Ia telah menyelesaikan tugas di kantornya dengan baik dan bisa menikmati akhir pekan dengan tenang. Tidak ada lembur seperti minggu lalu.
Jalan utama kota juga ramai lancar. Tidak ada kemacetan yang berarti. Perjalanan Alif nampak lancar sebelum ada sepeda yang tiba-tiba menyalipnya saat Ia baru saja memasuki jembatan di dekat rumahnya.
Hal ini sontak membuat Alif menekan klakson dan menginjak pedal rem disaat yang bersamaan. Tanpa Ia sadari, ada sesuatu yang mendorongnya untuk membanting stir kearah kiri yang membuatnya menabrak pembatas jembatan.
Alif tewas seketika. Tanpa darah. Tapi Mirna telah menarik tangan Alif hingga ia kehilangan kendali atas kemudinya.
Baca Juga
Artikel Terkait
Cerita-misteri
Terkini
-
Sabar Tanpa Batas: Kisah Haru Pengorbanan Kakak demi Masa Depan Adik
-
Menonton Kembali Kembang Api: Tentang Luka, Bertahan, dan Urip Iku Urup
-
4 Ide OOTD Rok Mini ala Jisoo BLACKPINK, dari Gaya Elegan hingga Playful!
-
Lembap Tanpa Rasa Lengket! 4 Body Lotion untuk Atasi Kulit Kering dan Gatal
-
4 Pelembab Gel Madecassoside Perbaiki Skin Barrier Rusak dan Kulit Berminyak