Member boy group ENHYPEN, Jay mengeluarkan surat permintaan maaf menyangkut ketidaksengajaannya menyebut sejarah Korea sebagai sebuah cerita pendek saat tengah melakukan siaran langsung.
Dilansir Allkpop pada Rabu (11/1/2023), topik mengenai sejarah Korea muncul ketika salah satu member ENHYPEN, Sunghoon mengatakan bahwa Korea memiliki sejarah yang menarik.
Menanggapi hal tersebut, Jay mengatakan bahwa ia lebih menyukai sejarah dunia.
"Aku lebih tertarik kepada sejarah dunia. Aku sudah banyak mempelajari sejarah Korea saat berada di sekolah," ungkap Jay.
Ia melanjutkan, "Sejarah adalah topik yang aku sukai. Jadi, aku bisa bilang tidak begitu banyak material di sejarah Korea. Kamu mempelajarinya beberapa minggu, dan melihat betapa sedikitnya materi yang ada, dan kemudian berakhir. Itu seperti sebuah cerita pendek."
BACA JUGA: Baru Sembuh Sakit Liver, Brisia Jodie Harus Syuting Series Jodoh atau Bukan di Air Terjun
"Aku telah melihat sejarah dari semua jenis negara yang berbeda, dan kekayaan sejarah tidak ada habisnya. Negara-negara itu, sejarah mereka terus berlanjut. Tapi sejarah Korea baru saja dimulai, lalu berakhir, begitu cepat. Ini seperti sudah begitu saja," imbuhnya.
Sesaat setelah siaran langsung berakhir, Jay menyadari kesalahannya, dan langsung mengeluarkan surat permintaan maaf melalui laman Weverse.
"Hallo, ini Jay ENHYPEN. Setelah siaran langsung berakhir, aku benar-benar terkejut dengan respon semua orang. Terlepas dari alasannya, aku ingin meminta maaf secara tulus karena menyebabkan ketidaknyamanan di hati ENGENE," ungkap Jay.
Ia melanjutkan, "Aku berbicara terlalu ceroboh mengenai topik yang begitu penting mengenai sejarah Korea berdasarkan sudut pandang perseorangan. Aku seharusnya tidak berkata tanpa berpikir terlebih dahulu dengan pengetahuan terbatas yang aku miliki mengenai topik tersebut."
BACA JUGA: Sinopsis Man to Man, Drama Hits Park Hae Jin dan Park Sung Woong yang Tayang 2017 Lalu
"Sekali lagi, inilah saatnya bagiku untuk menyadari betapa banyak lagi hal yang harus aku pelajari. Aku tidak pernah bermaksud untuk meremehkan sejarah kebanggaan negara kita, tetapi sekarang aku melihat bahwa komentarku bisa jadi seperti itu, dan itu adalah kesalahanku. Aku minta maaf," tambahnya.
"Aku akan lebih berhati-hati dan belajar untuk menjadi artis yang tidak membuat malu ENGENE. Aku selalu belajar banyak dari kalian semua. Terima kasih," tutup Jay.
Jay sendiri memiliki kewarganegaraan ganda, yakni Amerika Serikat dan Korea Selatan. Namun, ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di Korea Selatan.
Para penggemar berharap Jay menyadari kesalahannya, dan melakukan intropeksi diri agar kejadiam serupa tak terulang di masa depan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
22 Tahun Bersama, TVXQ Resmi Perpanjang Kontrak dengan SM Entertainment
-
Mark NCT Wujudkan Mimpi Jadi Bintang di Teaser Terbaru Album The Firstfruit
-
Kai EXO Siap Sambut Musim Panas di Teaser Video Musik Lagu 'Adult Swim'
-
Selamat! Ten NCT Raih Trofi Pertama Lagu Stunner di Program Musik The Show
-
Catat Tanggalnya! Kai EXO Bagikan Jadwal Teaser Comeback Album 'Wait On Me'
Artikel Terkait
-
Venezia Jual Jay Idzes ke Inter Milan Rp 181,3 Miliar, Kalau Sepakat
-
Nasib Jay Idzes: Yakin Lolos dari Zona Kutukan Liga Italia
-
Penerus Jay Idzes di Italia! Pemain Keturunan Indonesia Gabung ke Eks Klub Maldini
-
Konser di Jakarta Tinggal Menghitung Hari, Jay B GOT7 Siapkan Penampilan Spesial
-
Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
Entertainment
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?