Tanggal 8 Maret merupakan Hari Perempuan Internasional. Berbicara soal perempuan, ada tokoh yang bisa dibilang menginspirasi. Ia seorang presenter sekaligus putri dari seorang ulama Indonesia. Perempuan, ibu dari dua anak itu bernama Najwa Shihab.
Najwa Shihab mengaku dirinya sangat mendukung gerakan perempuan. Banyak sekali cara perempuan yang kerap dipanggil Mbak Nana ini dalam mendukung perempuan.
Berikut sepak terjang Najwa Shihab dalam mendukung perempuan di Indonesia:
BACA JUGA: CEK FAKTA: Hari Ini Sule dan Nathalie Holscher Umumkan Kabar Rujuk, Benarkah?
1. Merangkul perempuan dalam komunitas
Putri Prof. Dr. Quraisy Shihab ini sering memotivasi perempuan agar tidak lemah, mengajak para perempuan untuk melibas anggapan yang menyatakan bahwa perempuan hanya sebagai objek. Ia juga mengajak perempuan untuk membentuk komunitas untuk saling menguatkan satu sama lain. Komunitas bagi Najwa Shihab disebut lingkaran.
Hal ini sesuai dengan video yang ia unggah hari ini di akun Instagram pribadinya @najwashihab pada Rabu (8/3/2023).
"Sekali lagi, kerap menimpa banyak perempuan, prestasi kerja tidak dilihat, tapi kehidupan pribadi diteliti, discrutenize habis-habisan. Itu mengapa sangat penting untuk kita perempuan bermurah hati kepada sesama kita, terutama kepada mereka yang berhasil," katanya.
"Mari membangun lingkaran kekuatan antar perempuan, untuk berbagi pikiran dan perasaan, juga untuk memupuk keberanian. Percayalah, kita tidak pernah sendirian jika mau membangun lingkaran," tambah perempuan berusia 45 tahun itu.
2. Membangun nilai kesetaraan
Sebagai sosok yang dikenal tegas dan kritis, Najwa Shihab mengajak para perempuan untuk bekerja. Bahkan, ia ingin membuktikan bahwa perempuan juga bisa menjadi pemimpin. Maka, ia buktikan di Narasi TV yang dikerjakan oleh 85 orang dan hampir seluruhnya didominasi oleh perempuan.
Di Narasi TV yang ia buat, semua direktur dipegang oleh perempuan. Dengan ini, Najwa Shihab ingin menunjukkan kepada publik akan idealisme dan nilai kesetaraan bagi perempuan.
Hal ini pun ia tegaskan dalam video yang ia unggah baru-baru ini di Instagramnya, @najwashihab pada Rabu (8/3/2023).
"Hasil studi menemukan, banyak perempuan yang takut akan kesuksesan mereka. Alih-alih jadi bangga, mereka merasa harus minta maaf karena kesuksesan mereka bisa dilihat sebagai ancaman. Kita nggak boleh punya ambisi karena melanggar tradisi. Perempuan yang kerja keras, dipersepsikan sebagai egois daripada dipuji sebagai orang yang punya visi," ucapnya.
Lewat video berdurasi 1 menit 29 detik itu, Mbak Nana juga mengajak perempuan untuk mengubah persepsi bahwa perempuan yang bicara lantang soal kesuksesan tak layak dihindari.
"Pemimpin perempuan yang punya ambisi akan dinilai sombong. Dan perempuan yang bicara lantang soal kesuksesan kerap dihindari, bahkan oleh sesama perempuan. Ini yang harus diubah," sambung perempuan kelahiran 16 September 1977 ini.
3. Memotivasi perempuan dalam acara besar
Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) diperingati setiap tanggal 8 Maret. Perayaan IWD tahun 2023 mengusung tema #EmbraceEquity yang tidak hanya fokus pada mencapai kesetaraan, tetapi juga merangkul semua pihak untuk mewujudkan keadilan gender di masyarakat.
Baru-baru ini, CEO & Co-Founder Lemonilo, Shinta Nurfauzia, mengundang Najwa Shihab untuk berbincang tentang “Menjadi Perempuan dan Apa yang Mereka Pikirkan Saat Mendengar #SetiapLangkahBerarti Perempuan Indonesia.”
BACA JUGA: International Women's Day dan Perayaan Kepopuleran Sepak Bola Wanita
Pada acara tersebut, jurnalis sekaligus Founder Narasi TV ini menyampaikan bahwa menjadi perempuan tidak mudah, sebab sering dituntut untuk memilih peran mana yang harus dilakoni, meski pada kenyataannya mereka mampu menjalankan semuanya.
“Seakan-akan perempuan punya beban ganda dan harus melakukan semuanya. Laki-laki harus terlibat sebagai rekan yang setara dalam membicarakan isu ini,” ujar Najwa menambahkan.
Najwa Shihab menyatakan, menjadi perempuan memang tidak gampang dan menantang sebab ada begitu banyak ekspektasi dari masyarakat terhadap perempuan. Sementara perempuan hidup di dunia yang terkadang tidak adil.
Baca Juga
-
Temukan Potensi Diri dan Kekuatan Pikiran dalam Buku Mind Power Skills
-
Ulasan Buku Memaknai Jihad, Mengenal Pemikiran Prof. Dr. KH. Quraish Shihab
-
Cinta Datang dari Ranum Buah Mangga dalam Buku Kata-Kata Senyap
-
Proses Perubahan Ulat Menjadi Kupu-Kupu dalam Buku Metamorfosis Sempurna
-
Kritik Tajam tapi Santai dalam Buku Kumpulan Cerpen Jreng Karya Putu Wijaya
Artikel Terkait
-
Femisida Intim di Balik Pembunuhan Jurnalis Juwita oleh Anggota TNI AL
-
Perusahaan Ini Klaim 44% Posisi Manajerial Diisi Perempuan
-
Tips Memilih Webinar Pengembangan Diri Perempuan Indonesia
-
Apakah Salat Idulfitri Pakai Makeup Sah? Begini Penjelasan para Ulama
-
Inklusivitas di Tempat Kerja: Kunci Pemberdayaan Perempuan Menuju Kepemimpinan Masa Depan
Entertainment
-
4 Drama Jepang yang Tayang Bulan April 2025, Siap Masuk Watchlist Kamu
-
Sinopsis Drama Shine on Me, Drama Romantis yang Dibintangi Zhao Jin Mai
-
3 Drama China yang Dijadwalkan Tayang April 2025, Mana yang Kalian Tunggu?
-
Choo Young Woo Digaet Bintangi Drama Korea Garapan Sutradara Crash Landing on You
-
Ada Lagu Loser, Mark NCT Usung Vibe Easy Listening di Album The Firstfruit
Terkini
-
Film 6/45: Perebutan Tiket Lotere yang Berakhir Serangkaian Negosiasi Kocak
-
Ulasan Film China Just for Meeting You: Manisnya Romansa Remaja saat SMA
-
Review The Residence: Serial Whodunit Seru dengan Sentuhan Komedi
-
Capai Semifinal Piala FA, Pelatih Nottingham Forest: Kami Sangat Bahagia!
-
Jalan Terjal Politik Ki Hajar Dewantara: Radikal Tanpa Meninggalkan Akal