Proses perceraian Ari Wibowo dan Inge Anugrah masih berjalan. Tudingan soal Ari Wibowo sebagai suami pelit pun menyeruak ke publik setelah beberkan jatah uang bulanan untuk Inge Anugrah.
Namun, Inge Anugrah membantah jika Ari Wibowo adalah sosok yang pelit.
"Di sini aku mau klarifikasi sekalian mumpung banyak nih (wartawan). Ari itu bukan seorang individu yang pelit, tidak. Ari nggak pelit," tutur Inge Anugrah dalam jumpa pers pada Senin (8/5) dilansir dari kanal YouTube Intens Investigasi.
Menurutnya, Ari Wibowo seorang ayah yang betanggung jawab untuk anak-anaknya. Ari selalu memenuhi kebutuhan kedua anak mereka, Kenzo dan Marco.
"Ari itu papa yang baik, dia selalu ngasih untuk keperluan anak-anak. Mulai dari sekolah, pakaian, apapun itu, ya computer stuff. Anak-anak suka komputer, pcnya juga dirakit sedemikian rupa," tutur Inge.
Ditegaskan oleh Inge bahwa Ari tidak pelit melainkan mempunyai cara tersendiri dalam mengelola keuangan rumah tangga. Ia sebagai istri tentu mengikuti apa yang dilakukan sang suami.
BACA JUGA: Anak Sambung Doddy Sudrajat Dikritik Pakai Baju Transparan Bagian Dada: Kurang Sesuai Umur
"Dia bukan orang yang pelit. Kalau memang dia memilih me-manage keuangan rumah tangga seperti ini ya aku ikut aja sebagai istri," kata Inge.
Meskipun dari awal menikah Inge Anugrah mengaku tidak pernah diberi jatah bulanan khusus untuk dia sendiri. Di satu sisi Inge baru menyadari bahwa jatah bulanan khusus untuk istri harunya ada.
"Kenapa kemarin sempat rusuh karena nafkah bulanan. Memang individu dikasih, 'Nih uang cash buat kamu pribadi bukan aku ngapa-ngapain,'. Itu dari awal emang nggak ada," ucapnya.
"Jadi itu sesuatu yang baru aku pelajari. Oh ternyata udah married kebanyakan dari teman-teman udah cerita juga, setelah kasus kayak gini biasanya istrinya dikasih uang bulanan istilahnya," ungkap Inge Anugrah.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News
-
Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus
-
Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG
-
Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?
-
Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!
Artikel Terkait
Entertainment
-
Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus
-
Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober
-
A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang
-
Kembalinya Heiji Hattori dan Kasus Uang Palsu Warnai Spesial 30 Tahun Detective Conan
-
Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'
Terkini
-
Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News
-
Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG
-
Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?
-
Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!
-
Through the Darkness: Mengurai Criminal Profiling dan Psikologi Kejahatan