Konflik antara ATTRAKT dengan girl group FIFTY FIFTY semakin memanas. Keempat Member FIFTY FIFTY akhirnya merilis pernyataan resmi melalui perwakilan hukum mereka terkait kontrak eksklusif mereka dengan agensi ATTRAKT.
Pada Rabu (28/7/2023), firma hukum BARUN selaku perwakilan hukum FIFTY FIFTY angkat bicara, mengungkapkan bahwa Saena, Aran, Keena, dan Sio telah mengajukan perintah sementara untuk menangguhkan kontrak eksklusif mereka dengan ATTRAKT.
Member FIFTY FIFTY mengklaim bahwa reputasi mereka telah rusak. Selain itu, tindakan mereka juga didorong oleh berbagai masalah dengan agensi, seperti penyelesaian yang tidak transparan dan upaya sepihak untuk menegakkan kontrak meskipun dalam kondisi kesehatan yang buruk.
"Keempat member mengajukan perintah untuk menangguhkan kontrak eksklusif pada 19 Juni melalui perwakilan hukum mereka ke Pengadilan Distrik Pusat Seoul, dan persidangan saat ini sedang berlangsung. Tindakan ini diambil karena pihak ATTRAKT melanggar kontrak dan menyebabkan hancurnya kepercayaan member," tutur firma hukum BARUN seperti dilansir dari Allkpop (28/6/2023).
Selain itu, perwakilan hukum FIFTY FIFTY juga menjelaskan bahwa keputusan penangguhan kontrak ini dibuat berdasarkan diskusi dengan orang tua para member dan juga dengan firma hukum.
Selain itu, Saena, Aran, Keena, dan Sio mengaku kecewa dengan tindakan ATTRAKT yang tidak mendengarkan pendapat para member, dan justru menuduh pihak ketiga ingin "mencuri" member FIFTY FIFTY dari agensi.
Bahkan, saat ATTRAKT mengumumkan tentang operasi salah satu member, pihak agensi tidak berkonsultasi terlebih dahulu dengan yang bersangkutan.
FIFTY FIFTY juga mengangkat isu tentang berbagai keadaan, di mana ATTRAKT tidak memenuhi kewajiban kontrak. Mereka menegaskan bahwa ini adalah keputusan independen oleh keempat anggota secara serempak tanpa campur tangan pihak ketiga, seperti yang diklaim oleh ATTRAKT.
"Para member sangat menyadari betapa pentingnya periode ini dan menyadari keprihatinan banyak orang di sekitar mereka. Saat pertama kali memulai pelatihan, mereka bertekad untuk menjadi artis yang dapat memberikan pengaruh positif," tutur perwakilan hukum FIFTY FIFTY.
"Keempat member tidak setuju atau berdiam diri tentang kesalahan. Tanpa kepalsuan dan tanpa tekanan eksternal, kami membuat keputusan ini hanya untuk mengambil jalan terbaik kami sendiri," sambungnya.
Sementara itu, pekan lalu, ATTRAKT sempat mengklaim bahwa Warner Music Korea berusaha menghasut FIFTY FIFTY agar melanggar kontrak dengan agensi. Tak lama kemudian, Warner Music Korea membantah pernyataan tersebut.
Bagaimana menurutmu?
Baca Juga
-
Presiden Prabowo Akan 'Monitor dari Atas' Jika Dipanggil Tuhan, Emang Bisa?
-
Fenomena Pernikahan Artis di TV dan Prioritas yang Patut Dipertanyakan
-
Nothing Uncovered: Kisah Jurnalis yang Kehilangan Kendali atas Kebenaran
-
Bitter Sweet Hell: Saat Dua Perempuan Menjadi Garda Terdepan Melawan Teror
-
Seandainya Saya Dipercaya Menjadi Penulis Naskah Pidato Presiden
Artikel Terkait
-
Isu Sabotase Grup FIFTY FIFTY Makin Serius, ATTRAKT Tuntut Mantan Co-CEO
-
Kontroversi Belum Usai, Agensi Ungkap Fan Cafe Resmi FIFTY FIFTY Kena Hack
-
Terungkap! Agensi FIFTY FIFTY Sebut Warner Music Lakukan Ekspansi Eksternal
-
Dituduh Bujuk FIFTY FIFTY Tinggalkan Agensi, Ini Respons Warner Music Korea
-
Terungkap Oknum yang Bujuk FIFTY FIFTY Tinggalkan Agensinya, Ternyata Ini
Entertainment
-
Manga Space Brothers Resmi Berakhir, Kreator Beri Petunjuk Proyek Baru
-
Lagu If I Menang, TREASURE Bawakan Encore Music Show Pertamanya Sejak Debut
-
Suka Doctor on the Edge? Ini 5 Drakor Medis Berlatar Daerah Terpencil
-
Sinopsis Two Faces of Thatri, Drama Thailand Terbaru Pon Nawasch di Netflix
-
The Way of the Househusband Rayakan Anniversary dengan Rilis Anime Spesial
Terkini
-
Ternyata Kita Salah, 19 Juta Lapangan Pekerjaan Itu untuk TNI dan Polisi
-
Rakyat Bukan Tim Sorak Kekuasaan, Pejabat Digaji Memang untuk Bekerja
-
5 Pilihan Cushion Korea: Makeup Hybrid yang Mempercantik dan Merawat Kulit
-
Menemukan Pulang di Tengah Keramaian Jalan Margonda dalam Buku Zhitara
-
7 Barang yang Stop Dibeli usai Terapkan Less Waste, Termasuk Alat Dapur?