Beberapa waktu terakhir ini, nama Michelle Ashley (MA) sedang menjadi sorotan publik. Pasalnya, anak Pinkan Mambo ini mengungkapkan bahwa dirinya mengalami perlakukan tidak baik berkali-kali dari ayah tirinya.
Melalui podcast di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Senin (31/7/2023), MA menyatakan jika dirinya menjadi korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh ayah sambungnya sejak ia berusia 12 tahun. MA mengaku pasca kejadian pada tahun 2018 itu, ia masih sangat trauma hingga sekarang.
"Pasti trauma sih, dan masih tertanam hingga sekarang," ucap MA.
Untuk memastikan bentuk pelecehan yang membuat MA trauma tersebut, Denny Sumargo menanyainya, "Maaf, penderaan yang kamu alami itu sampai sejauh mana sih? Separah apa itu? Cuma diintip, atau disentuh?"
"Lebih dari sentuh. Lebih secara ke badan aku. Dan salah satu aksinya, tanganku ditarik ke alat kelam**nya," jawab MA.
BACA JUGA: Nia Ramadhani Akui Takut Dekat dengan Luna Maya: Marah-marah Mulu Gila, Unik Tuh Orang Ritualnya
Perlakuan tidak menyenangkan itu mulanya hanya dipendam sendiri oleh MA. Beberapa lama kemudian ia mulai berani untuk menceritakan ke teman-temannya. Dan dari pendapat teman-temannya inilah, MA diminta segera untuk mengungkapkannya langsung kepada sang mami.
Menurut kisah MA pada podcast tersebut, lima bulan dari kejadian pertama, MA mendatangi Pinkan Mambo di kamarnya. Ia menangis di pangkuan sang mami, lalu menceritakan semua kejadiannya. Namun, yang membuat MA kecewa dan sedih hati, Pinkan Mambo tidak ada sikap menangani kasus yang dialami MA.
"Aku nggak tahu mami udah ngomongin apa sebelumnya di belakang aku, tapi yang aku lihat mereka nggak ada sama sekali bahasan tentang hal ini dan malah tidak ada apa-apa dan kembali baik-baik saja," ujarnya.
Tak hanya itu, saat MA bingung mencari sosok untuk mencurahkan hatinya, ia sempat terpikir untuk menceritakan kepada Oma dan ayah kandungnya, namun semua itu dilarang oleh Pinkan Mambo.
Reaksi warganet atas video podcast tersebut menilai Pinkan Mambo harusnya mampu memberi perlindungan kepada MA.
"Sebagai seorang ibu, hatiku sedih mendengar cerita MA. Anak yang kuat dan sayang maminya walaupun dia hancur. Sewajarnya seorang ibu akan melindungi dan membela anaknya," ujar @evitabudia***.
"Hebat banget dia, sepnjang dia speak-up nggak nangis, tapi kelihatan nahan tangis. Suaranya ketahan, hebat banget nahan emosinya padahal umurnya masih kecil," kata @pepydespian***.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
OPPO Reno16 Pro 5G Hadir dengan Dimensity 8550 SUPER, Seberapa Menarik?
-
Yurizal, BPJS, dan Harga Sebuah Empati
-
Jutaan Buku Dihancurkan, AI Bertambah Pintar: Haruskah Kita Merayakannya?
-
Merdeka Bukan Sekadar Bebas: Menyelami Makna Kemerdekaan Lewat Novel Karya Putu Wijaya
-
5 HP Paling Hot Agustus 2026: Vivo, Honor, Google, Oppo, hingga Poco Siap Sikat Pasar!
Artikel Terkait
-
Pinkan Mambo Kesal Di-bully Usai Anaknya Speak Up Pelecehan Seksual: Jangan Bunuh Karakter Saya Dong
-
Pinkan Mambo Bukan Ogah Ceraikan Suami yang Lecehkan Anaknya: Saya Pengen Punya Pacar
-
Pilih Usir Suami, Pinkan Mambo Ungkap Alasan Tak Langsung Laporkan Steve Wantania ke Polisi
-
Anak Kabur dari Rumah, Pinkan Mambo Kena Semprot: Ibu Kok Hitung-hitungan
-
6 Perseteruan Ibu dan Anak yang Melibatkan Artis, Terbaru Kasus Pelecehan yang Dialami Putri Pinkan Mambo
Entertainment
-
Usai Manon, Sophia KATSEYE Umumkan Hiatus Grup Demi Kesehatan Mental
-
Konser Maroon 5: Momen yang Harus Dinikmati, Jangan Cuma Direkam!
-
Sang Putra Ikuti Jejaknya Berkarier Jadi Aktor, Begini Reaksi Mark Ruffalo
-
Tune In to the Midnight Heart Season 2 Rilis 2027, Hadirkan 2 Karakter Baru
-
Picu Spekulasi, Tulisan Season 3 di Trailer Film Solo Leveling Kini Dihapus
Terkini
-
Ulasan Seasons of Blossom: Mengurai Luka, Duka, dan Tekanan Masa Remaja
-
Moga Bunda Disayang Allah: Kisah Haru tentang Kasih Sayang dan Perjuangan
-
Review Confidence Queen: Ketika Penipuan Menjadi Cara Menghukum Penjahat
-
Review Film Dear You: Sinema Sejarah Bertema Diaspora yang Luar Biasa Indah
-
Kontradiksi Simbolik: Merayakan Kemerdekaan dengan Cara yang Masih Feodal