Beberapa hari menjelang pertandingan timnas di FIFA ASEAN Cup 2026, antusiasme publik mulai terasa. Jersey merah mulai dicari, jadwal pertandingan disimpan di ponsel, sementara obrolan tentang Timnas Indonesia kembali memenuhi grup pertemanan.
Kali ini, lawannya bukan sekadar negara tetangga dalam turnamen regional biasa. Skuad Garuda akan tampil dalam FIFA ASEAN Cup 2026, turnamen perdana yang berada di bawah naungan FIFA.
Bagi John Herdman, turnamen ini datang setelah perjalanan yang belum sepenuhnya mulus. Indonesia gagal melangkah dari fase grup ASEAN Hyundai Cup 2026 setelah menang atas Kamboja dan Timor-Leste, kalah 0-3 dari Vietnam, lalu bermain imbang 1-1 melawan Singapura.
Hasil tersebut membuat FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi kesempatan penting bagi Herdman untuk kembali membawa Indonesia ke jalur kemenangan. Terdapat 23 pemain dan satu kejutan menjelang pertandingan.
Pada 18 September 2026, daftar 23 pemain Timnas Indonesia diumumkan. Nama-nama seperti Emil Audero, Maarten Paes, Elkan Baggott, Justin Hubner, Kevin Diks, Ivar Jenner, Thom Haye, Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen hingga Luke Vickery masuk dalam skuad.
Ada pula beberapa nama yang membuat daftar ini menarik untuk diperhatikan. Luke Vickery dan Mitchell Baker menjadi bagian dari lini depan, sedangkan Dean James masuk dalam skuad yang dipilih Herdman. Kapten Jay Idzes tidak masuk daftar karena mengalami cedera otot.
Namun, cerita skuad belum berhenti di 23 nama itu. Pada 20 September kemarin, Persija Jakarta mengumumkan bahwa Shayne Pattynama mendapatkan panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Dengan tambahan tersebut, Persija menjadi klub yang menyumbangkan enam pemain ke skuad Garuda.
Bagi penggemar sepak bola, perubahan menjelang turnamen seperti ini tentu menarik. Sebab, persiapan tim bukan hanya soal menentukan siapa yang masuk lapangan, tetapi juga bagaimana pelatih merespons kondisi pemain yang berubah dalam waktu singkat.
Rekam jejak Herdman ikut menjadi sorotan, apakah ini kesempatan terakhir John Herdman? John Herdman sebenarnya belum lama menangani Timnas Indonesia. Ia ditunjuk PSSI pada Januari 2026 untuk menangani tim senior sekaligus tim U-23. Sebelumnya, ia dikenal sebagai pelatih yang pernah membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022.
Dalam delapan pertandingan pertamanya bersama Indonesia, Herdman mencatat lima kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan. Namun, dua hasil terakhir sebelum FIFA ASEAN Cup menjadi catatan yang tidak bisa dilepaskan dari persiapan kali ini dengan statistik kekalahan 0-3 dari Vietnam dan hasil imbang 1-1 melawan Singapura.
Di sinilah istilah “kesempatan terakhir” terasa muncul dari sudut pandang pertandingan. Bukan berarti masa kerja Herdman otomatis berakhir jika Indonesia gagal menang. Kontraknya dilaporkan berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun.
Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 adalah panggung berikutnya bagi Herdman untuk menunjukkan perkembangan timnya. Indonesia berada di Grup A Division 1 bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Semua pertandingan fase grup Indonesia dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Laga pertama mempertemukan Indonesia dengan Singapura pada 25 September 2026 pukul 20.00 WIB. Tiga hari kemudian, Malaysia menjadi lawan berikutnya. Setelah itu, Bangladesh menunggu pada 1 Oktober. Jika mampu melaju, pertandingan perebutan tempat ketiga dan final dijadwalkan berlangsung pada 5 Oktober.
Formatnya juga cukup sederhana. Delapan negara bertanding di Division 1 yang terbagi dalam dua grup. Juara masing-masing grup akan bertemu di final. Karena itu, setiap pertandingan fase grup memiliki arti penting bagi perjalanan Indonesia.
Bukan hanya soal menang, tetapi menjawab keraguan dan bisa memanfaatkan sebuah kesempatan terakhir untuk unjuk gigi. Jika diperhatikan, persiapan Timnas Indonesia kali ini seperti cerita yang belum memiliki akhir. Ada pemain baru, ada pemain yang cedera, ada pemanggilan susulan, dan ada pelatih yang sedang membangun tim.
Herdman pernah mengatakan setelah kekalahan dari Vietnam bahwa dirinya bertanggung jawab dan perlu melakukan perbaikan dengan cepat. Kini, waktunya semakin dekat.
Mulai 25 September, semua pembicaraan tentang persiapan akan berganti menjadi pertandingan. Bagi penonton, mungkin sesederhana duduk di depan televisi atau layar ponsel sambil meneriakkan, “Ayo, Garuda!”
Tetapi bagi Timnas Indonesia, tiga pertandingan fase grup itu adalah kesempatan untuk memperlihatkan apakah berbagai persiapan selama ini benar-benar berubah menjadi permainan yang lebih solid.
Bagi pelatih timnas John Herdman, FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi babak penting untuk membawa Timnas Indonesia kembali merasakan kemenangan di panggung regional.
Baca Juga
-
Serangga Hutan Terancam Karhutla padahal Punya Dampak bagi Ekosistem
-
Mengenal Koridor Gajah: Jalur Vital Ekosistem Hutan yang Terancam Fragmentasi
-
Kupu-Kupu Jarang Terlihat, Apa yang Terjadi pada Lingkungan?
-
Dampak Bahaya Tone Deaf, saat Ucapan Merusak Empati dan Pertemanan
-
Nasib Hutan Papua jika Burung Cenderawasih Kehilangan Habitat dan Pohon Pakan
Artikel Terkait
-
Selamat Kevin Diks! Istri Melahirkan Anak Kedua, Pelatih Gladbach: Dia Kurang Tidur
-
Here We Go! Kevin Diks Kembali ke Skuad Gladbach, Peluang Jadi Starter Lawan Hamburg?
-
Batal Lawan Yordania, Timnas Indonesia Cari Rival Baru, Hong Kong Masih Cuek Bebek
-
Erick Thohir Pastikan Timnas Indonesia Batal Hadapi Yordania, PSSI Siapkan Plan B
-
Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan
Hobi
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
Terkini
-
Fenomena Chat saat Butuh: Teman atau Sekadar Tempat Mencari Bantuan?
-
Komedi Negara Hukum: Mengapa Urusan Ijazah Selalu Berakhir Jadi Lelucon?
-
Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Merawat Tradisi atau Cuma Demi Konten?
-
Prank Hihu: Ketika Kebebasan Bercanda Berhadapan dengan Etika Sosial
-
Sinopsis The Palace Stewardess, Dracin Ding Yu Xi dan Song Zu Er di WeTV