Hernawan | Gigi Ann
Kylie Jenner (twitter.com/ThePopTingz)
Gigi Ann

Baru-baru ini, Kylie Jenner tengah menuai kritikan pedas warganet setelah kedapatan mendukung Israel melalui Instagram Story pada Minggu (8/10).

Hal tersebut diberitakan langsung oleh New York Post dengan menyebut sang bintang mengunggah ulang sebuah postingan dari akun pro-Israel bernama Stan With Us yang menampilkan gambar bendera Israel bertuliskan "kini dan selalu, kami bersama masyarakat Israel".

Unggahan tersebut terjadi di tengah-tengah konflik antara negara Israel dan Palestina yang makin memanas. 

Namun, setelah menuai banyak hujatan yang dilayangkan kepada Kylie Jenner, ia pun segera menghapus unggahan tersebut tepat satu jam setelah diunggah.

"Tak usah ikut campur ke politik dan bilang kamu mendukung Israel. Palestina sudah menderita sejak dulu," tulis seorang netizen di kolom komentar pada unggahan terbaru milik Kylie Jenner. 

"Apakah kamu itu manusia bila kamu bersama zionis?" tulis netizen lainnya.

Tak hanya itu, kolom komentar turut diramaikan dengan emoji bendera Palestina beserta tulisan "Free Palestine" di akun Kylie Jenner. 

Di kesempatan berbeda, sebelumnya Hamas dilaporkan menyerang Israel pada Sabtu (7/10) dengan klaim untuk mengakhiri penjajahan terakhir di bumi. Israel kemudian membalas tindakan tersebut dengan Operasi Pedang Besi yang menargetkan seluruh infrastruktur milik Hamas yang terletak di Jalur Gaza.

Serangan kedua negara itu berlanjut hingga Minggu malam dengan mengakibatkan korban tewas di Palestina hingga 413 orang, dan korban tewas di Israel mencapai 700 orang.

Pihak militer Israel lalu menyebut telah mengumpulkan sekitar 100 ribu tentara cadangan di dekat Gaza untuk aksi balas dendam kepada Hamas.

"Kami telah mengumpulkan sekitar 100.000 tentara cadangan yang saat ini berada di Israel selatan," ungkap juru bicara militer Israel bernama Jonathan Conricus, dalam sebuah video yang dirilis di X, Minggu (8/10).

Dalam pernyataannya, Conricus juga mengungkapkan misinya untuk melenyapkan kemampuan militer Hamas yang berhasil mengancam keselamatan para warga sipil Israel.

"Tugas kami adalah memastikan bahwa pada akhir perang ini, Hamas tak lagi punya kemampuan militer untuk mengancam warga sipil Israel."