Drama Korea “Queen of Tears” mengawali penayangan dua episode pertamanya dengan popularitas yang cukup tinggi. Tercatat bahwa episode pertama “Queen of Tears” mencetak rata-rata rating nasional sebesar 5,9 persen, sedangkan episode kedua meraih 8,7 persen.
Selain alur ceritanya yang menarik, drama ini banyak diminati karena menandai kolaborasi pertama antara Kim Soo Hyun dan Kim Ji Won. Keduanya mendapatkan ulasan yang baik atas akting mereka.
“Queen of Tears” telah menarik perhatian sejak tahap produksi karena ini merupakan kolaborasi ketiga antara Kim Soo Hyun dan penulis Park Ji Eun, yang sebelumnya sukses menulis drama populer, seperti “My Love From The Star”, “Crash Landing on You”, dan "The Producers".
Menyusul kesuksesan drama tersebut, netizen kembali mengungkit kontroversi masa lalu penulis Park Ji Eun. Menurut beberapa penggemar drama, banyak drama populer karya Park Ji Eun, termasuk “Crash Landing on You”, “My Love From The Star” dan bahkan “The Legend of the Blue Sea”, yang dituding hasil menjiplak dan menyalin ide orang lain.
Mengutip dari KBIZoom, skandal plagiarisme terbesar terjadi ketika drama “Crash Landing on You” ditayangkan. Saat itu, ada seorang netizen yang menulis surat, mengaku bahwa penulis Park Ji Eun telah menyalin idenya untuk drama tersebut.
Orang tersebut mengaku harus mendapat perawatan karena masalah psikologis dan bahkan berpikir untuk mengambil pilihan ekstrem. Namun, tuduhan tersebut terlupakan dengan cepat akibat kesuksesan drama tersebut. Bahkan, tim produksi “Crash Landing on You” melayangkan gugatan kepada penuduhnya.
Sebuah postingan yang mengingatkan akan skandal plagiarisme ini baru-baru ini menyebar di komunitas online qoo dan menjadi topik hangat. Banyak penggemar drama Korea bahkan mempertimbangkan untuk berhenti menonton “Queen of Tears” jika kali ini ada tanda-tanda plagiarisme.
“‘Queen of Tears’ ditulis olehnya? Saya tidak akan pernah menontonnya,” tulis salah satu netizen.
“Mari kita boikot ‘Queen of Tears’ dan penulisnya. Kalau dramanya sukses dan meraih rating tinggi, masalah plagiarisme akan terlupakan lagi,” sahut netizen yang lain.
“Aku merasa tidak enak dengan proyek ini tapi aku tidak akan menonton 'Queen of Tears'. Aku tidak dapat mendukung penulis ini,” netizen lainnya menimpali.
Sementara itu, "Queen of Tears" menceritakan tentang pasangan suami istri yang berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda. Baek Hyun Woo (Kim Soo Hyun) berasal dari keluarga sederhana di pedesaan, sedangkan Hong Hae In (Kim Ji Won) merupakan putri konglomerat pemilik Queens Group.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop
-
Sering Dianggap Remeh, Segini Mahalnya Biaya Menjadi Perempuan Setiap Bulan
-
Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki
-
Ulasan Designated Survivor 60 Days: Sanggupkah Orang Jujur Lawan Oligarki?
-
Di Balik Tren Stop the Wedding: Bukan Takut Nikah, Tapi Makin Sadar Risiko
Artikel Terkait
-
Intip Detail Karakter Joo Ji Hoon dalam Drama Korea 'Blood Free', Jadi Bodyguard!
-
Dibintangi Suho EXO, Intip Bocoran Karakter Drama 'Missing Crown Prince'
-
Top 3 Drama Korea Favorit Dian Sastrowardoyo, Wajib Masuk Watchlist!
-
Debutnya dalam 'Pyramid Game' Sukses Besar, Jang Da Ah Ungkapkan Penyesalan
-
6 OST Drama Ini Dinyanyikan oleh Member SEVENTEEN, Terbaru Queen of Tears
Entertainment
-
Tayang 26 November, Iron Girls 3 Kembali dengan Tantangan Olahraga Baru
-
CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL
-
Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime
-
Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min
-
Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World
Terkini
-
Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan
-
The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup
-
Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia
-
Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban
-
Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama