Toki wo Kakeru Shoujo merupakan film anime rilisan tahun 2006 yang digarap oleh Madhouse. Anime ini memadukan konsep time travel dengan romansa yang memilukan.
Meskipun mempunyai visual dan grafik yang sederhana, anime ini tetap menjadi salah satu film romantis yang kerap direkomendasikan.
Namun, bagi sebagian penggemar anime, Toki wo Kakeru Shoujo mungkin masih terdengar asing, tak seperti film anime terbaik garapan Studio Ghibli.
Meskipun demikian, anime yang berjudul lain The Girl Who Leapt Through Time ini memiliki beberapa alasan mendukung yang membuat anime ini patut untuk kamu tonton. Nah, jika ingin mengetahui lebih lanjut, simak ulasan ini!
1. Pembukaan anime yang membuat penasaran
Pada detik-detik pertama, film anime Toki wo Kakeru Shoujo memperlihatkan seorang gadis berseragam yang tengah bermain baseball bersama Chiaki Mamiya dan Kousuke Tsuda.
Kemudian, diketahui bahwa gadis SMA itu bernama Makoto Konno. Di tengah permainan sembari berbicara dengan teman-temannya, dia mendengar suara seperti detakan jam.
Pada menit selanjutnya, Makoto mendengar suara adiknya yang memanggil-manggil dirinya, tetapi dia tak melihat wujud adiknya. Kemudian, tiba-tiba dia dihantam oleh benda yang sebelumnya berwujud bola berubah menjadi jam berbentuk kotak.
Setelah kepalanya terkena benda keras itu, dia terbangun dari tidurnya, lalu dia melihat adiknya yang berusaha untuk membangunkannya sedari tadi.
2. Usung protagonis yang jauh dari kata sempurna
Dalam anime berdemografi shoujo, biasanya karakter protagonis utama perempuan ditampilkan sebagai sosok anggun, cantik, elegan, bahkan dianggap dewi.
Namun, Toki wo Kakeru Shoujo tak mengangkat hal demikian. Anime ini mengusung seorang gadis sekolah menengah bernama Makoto, yang memiliki sifat ceroboh.
Makoto sendiri ditampilkan sebagai gadis berambut pendek dengan model seperti rambut laki-laki pada umumnya. Saat berpakaian seragam sekolah, dia hanya memakai rok pendek dengan baju seragam putih, yang terkadang tak tertata rapi, tanpa dasi. Dia yang sering tertimpa sial ini juga senang bermain bersama dua sahabatnya, Kousuke dan Chiaki.
3. Sajikan konsep time travel dengan cara sederhana
Time travel menjadi salah satu konsep yang hampir selalu muncul dalam anime. Konsep ini pun sering kali dibangun menjadi cerita luar biasa yang membuat anime itu sendiri disenangi oleh penonton.
Sebagai contoh, konsep ini berhasil disajikan dengan baik dalam beberapa anime, seperti Steins;Gate, Tokyo Revengers, dan Boku dake ga Inai Machi.
Meskipun sudah menjadi konsep yang 'biasa', anime Toki wo Kakeru Shoujo mampu menyajikan konsep time travel dengan baik. Jika dilihat, konsep time travel dalam anime ini divisualkan dengan cara yang tak begitu rumit.
Namun, ternyata anime ini tetap berhasil membangun konsep time travel menjadi hal luar biasa yang tersampaikan dengan apik hingga membuat cerita anime ini sangat mengena di hati.
Dengan tiga alasan mendukung yang tertera dalam ulasan di atas, tak perlu diragukan lagi bahwa anime ini bisa dianggap sebagai salah satu film non-Ghibli terbaik.
Nah, jika kamu belum menonton anime ini, segera tonton, ya! Kemudian, kamu buktikan, apakah kamu setuju dengan pendapat di atas?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Akhirnya Ditangkap, Begini Akal Bulus Pegi DPO Kasus Vina Cirebon Biar Sulit Ditemukan
-
Film Mad Max: Fury Road Bakal Luncurkan Prekuel Lagi? Begini Kata Sutradara
-
Review Film Cash Out: Cerita yang Bisa Ditebak dan Betapa Melelahkan jadi John Travolta
-
3 Proyek Akting Anna Jobling di Indonesia, Ada Film Horor Lembayung
-
4 Film Yesaya Abraham, 'Do You See What I See' Jadi Horor Perdana
Entertainment
-
Resmi! Pengadilan Terima Permintaan The Boyz Putus Kontrak dengan Agensi
-
Akhirnya! Glasses with a Chance of Delinquent Dapat Adaptasi Anime
-
Dinanti Penggemar, Netflix Akhirnya Ungkap Jadwal Rilis Film Enola Holmes 3
-
Kim Rae Won dan Park Hoon Bintangi Full Count, Drama tentang Dunia Baseball
-
Usung Genre Komedi Romantis, TWS Ungkap Highlight Medley Album 'No Tragedy'
Terkini
-
Keserakahan & Egoisme Berkemas Genre Fantasi Vampir dalam Diabolik Lovers
-
5 Eye Patch Kolagen: Lindungi Area Mata dari Penuaan Dini
-
Bahagia Menurut Ki Ageng Suryomentaram, Plato hingga Al-Ghazali: Bedah Buku Filsafat Kebahagiaan
-
Penyuluh Agama Islam Perkuat Kolaborasi, Tebar Toleransi dari Karanganyar
-
Katanya Slow Living Harus di Desa, Padahal di Kota Juga Bisa