Menyukai anime dengan tokoh vampir yang rupawan tetapi mematikan? Mungkin anime Diabolik Lovers bisa menjadi salah satu pilihan.
Mengutip dari laman Diabolikloversfandomwiki, Diabolik Lovers adalah anime yang terinspirasi dari game otome berjudul sama yang dikembangkan oleh Rejet. Anime ini tayang pada 26 September hingga 9 Desember 2013 dengan 12 episode.
Diabolik Lovers sendiri mengusung genre reverse harem, Shoujo, dan unsur vampir yang kuat. Anime ini digarap oleh studio Production I.G, dan Zexcs, dan diproduseri oleh Frontier Works, serta Idea Factory Showgate di bawah lisensi Sentai Filmworks. Bukan hanya alur yang menarik dalam kemasan 15 menit per episode-nya, anime ini juga memiliki backsound bernuansa dark khas Yuuki Hayashi.
Siswi yang Terjebak di Sarang Vampir
Diabolik Lovers menyajikan kisah seorang siswi SMA bernama Yui Komoro yang diminta mengungsi oleh ayahnya ke sebuah rumah keluarga Sakamaki. Yui pikir, itu adalah rumah yang tentunya dihuni oleh manusia sepertinya.
Namun, ketika dia masuk ke sana, rasa merinding mulai menjalari tengkuk karena interior rumah itu yang seram. Hawanya lembab, dan gelap. Hingga kemunculan satu persatu anak-anak keluarga Sakamaki yang misterius. Dimulai dari Shuu, Reiji, Ayato, Laito, Kanato, dan Subaru.
Beberapa waktu kemudian, Yui pun menyadari bahwa keenam anak-anak Sakamaki adalah para vampir. Dan suatu kenyataan bahwa dia dikirim kemari bukan dalam rangka mengungsi, melainkan menjadi tumbal dalam sebuah ritual.
Konflik Turun Temurun yang Membingungkan
Selepas aku menyelesaikan 12 episode dimana aku terpesona pada Shuu dan Reiji, aku pun memahami konflik utama dalam Diabolik Lovers.
Konflik utama anime ini adalah persaingan menjadi anak yang terbaik, dalam mengamankan posisi sebagai calon kepala keluarga sejak ratusan tahun silam. Sempat dikisahkan pada scene flashback, bahwa Kepala Keluarga Sakamaki memiliki tiga orang istri, yakni: Beatrix (ibu Shuu dan Reiji), Cordelia (ibu Ayato, Laito, dan Kanato), juga Christa (ibu Subaru). Namun, yang paling ambisius adalah Beatrix dan Cordelia sih. Sebab, Christa dipenjara di menara.
Baik Beatrix maupun Cordelia terkesan dingin dan memaksa anak pertama mereka untuk menjadi yang terbaik. Disini muncul lagi konflik cabang dimana Reiji iri pada Shuu yang lebih diperhatikan oleh sang ibu. Pun pada Ayato yang merasa kebebasannya sebagai anak dibatasi. Atau pada Subaru yang iri pada kelima saudaranya karena masih bisa berinteraksi dengan ibu mereka. Dan kebencian anak-anak Sakamaki terhadap ayah mereka, sampai ingin membunuhnya.
Jujur saja, ritme alur iri dengki disini terasa membingungkan, karena masing-masing anak memiliki iri dengki. Pun mereka juga ‘rebutan’ menghisap darah Yui, sebagaimana eksistensi genre reverse harem yang turut mewarnai alur anime.
Plot Hole Soal ‘Jantung Keramat’, Tapi Kita Hanyalah Penonton
Nggak hanya soal iri dengki tentang kasih sayang ibu saja, Diabolik Lovers juga memiliki sekian ‘lubang alur’ yang besar. Nyaris sepanjang episode, dikisahkan para anak Sakamaki membenci ayah mereka sampai ingin membunuhnya tanpa alasan yang pasti. Kecuali Subaru, yang mana ibunya dipenjara di menara ya.
Belum lagi soal Yui yang ternyata memiliki jantung Cordelia. What the…
Jadi, Cordelia sendiri dibunuh oleh Ayato, Laito, dan Kanato sebagai wujud kasih sayang. Anime ini memang gila sih, kuakui. Nah, jantung Cordelia kemudian diamankan oleh Richter (paman para Sakamaki sekaligus selingkuhan Cordelia), dan tiba-tiba boom! Jantungnya ada di Yui.
Alih-alih terpesona pada Shuu dan Reiji yang menawan, aku justru kepikiran tentang konfliknya yang membingungkan.
Seiyu yang Sukses Membawakan Karakter
Terlepas dari konflik dan alur yang nano-nano, tetapi pemilihan seiyu alias pengisi suara untuk masing-masing karakter boleh juga. Mereka berhasil membawakan karakter para tokoh tepat dengan kepribadian mereka.
Baik Shuu (suara: Kousuke Toriumi) yang pemalas tapi bisa mengintimidasi, Reiji (suara: Katsuyuki Konishi) yang bertindak sebagai pengganti kepala keluarga nan disiplin dan intimidatif, Ayato (suara: Hikaru Midorikawa) yang mirip bocah gemblung acak-acakan, Laito (suara: Daisuke Hirakawa) yang suka menggoda, Kanato (suara: Yuki Kaji) yang kekanakan dan agak psikopat, serta Subaru (suara: Takashi Kondo) yang cenderung pendiam dan introvert.
Untuk Yui sendiri, dia digambarkan sebagai siswi polos, nggak berdaya dan cukup menye-menye. Aku sendiri kurang suka tokohnya, tetapi mengapresiasi seiyu-nya yakni Rie Suegara yang totalitas.
Secara keseluruhan, aku memberikan nilai 7 dari 10. Dan tentu saja aku masih mencerna-cerna setiap plot hole dan ending aneh yang disajikan pada season ini. So, kamu berminat nonton?
Identitas Anime
Judul: Diabolik Lovers
Adaptasi: game otome oleh Rejet
Sutradara: Shinobu Tagashira
Rilis: 16 September 2013 - 9 Desember 2013
Genre: reverse harem, shoujou, misteri, thriller
Jaringan: Crunchyroll, Prime Video
Negara Asal: Jepang
Bahasa: Bahasa Jepang
Jumlah Episode: 12 (season pertama)
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Bahagia Menurut Ki Ageng Suryomentaram, Plato hingga Al-Ghazali: Bedah Buku Filsafat Kebahagiaan
-
Jejak Liar Chairil Anwar dalam Buku Puisi Aku Ini Binatang Jalang
-
Review Film Michael: Potret Intim Perjuangan Sang Legenda Musik yang Memukau Dunia
-
Seni Hidup Sederhana dalam Nasi Panas dan Ikan Asin
-
Review Serial Sins of Kujo: Realita Pahit Hukum yang Memihak Para Kriminal
Terkini
-
5 Eye Patch Kolagen: Lindungi Area Mata dari Penuaan Dini
-
Penyuluh Agama Islam Perkuat Kolaborasi, Tebar Toleransi dari Karanganyar
-
Katanya Slow Living Harus di Desa, Padahal di Kota Juga Bisa
-
Akhirnya! Glasses with a Chance of Delinquent Dapat Adaptasi Anime
-
Laki-Laki dan Beban Maskulinitas: Mengapa Angka Bunuh Diri Laki-Laki Begitu Tinggi?