Fuuto PI (Fto Tantei) akan menghadirkan Kamen Rider ke dalam format film anime bertajuk Fuuto PI: Portrait of Kamen Rider Skull. Film ini akan mengangkat kisah Sokichi Narumi, mentor Shotaro Hidari, yang bertransformasi menjadi Kamen Rider Skull.
Ceritanya berkaitan erat dengan peristiwa di serial Kamen Rider W, sehingga para penggemar dapat menantikan kembalinya para pemeran dan studio produksi asli yang akan menjadikan comeback ini semakin istimewa.
Walaupun penggemar telah disuguhkan dengan aksi Kamen Rider W melawan para Dopant, masih banyak cerita dari seri aslinya yang belum diungkap. Dan kini, semua potensi dan cerita yang belum terungkap tersebut akan diwujudkan dalam film ini.
Kamu bisa melihat pengumuman lengkapnya beserta teaser dan visual poster film Fuuto PI: Portrait of Kamen Rider Skull yang telah dibagikan oleh akun X @anime_Fuuto.
Fuuto PI: Portrait of Kamen Rider Skull dijadwalkan tayang secara limited di Jepang pada 8 November 2024. Namun untuk saat ini belum ada informasi mengenai rencana perilisannya secara global. Film ini akan diproduksi oleh Studio KAI, sama seperti seri anime aslinya.
Kenjiro Tsuda akan mengisi suara Sokichi Narumi dan para penggemar dapat menantikan kembalinya pengisi suara asli lainnya. Ada Yoshimasa Hosoya sebagai Shotaro Hidari, Koki Uchiyama sebagai Phillip, Akira Sekine sebagai Tokime, Mikako Komatsu sebagai Akiko Narumi, Makoto Furukawa sebagai Ryu Terui, dan Daisuke Ono sebagai Yukiji Bando.
Sementara itu, anime Fuuto PI dalam format serial bisa kamu saksikan di platform Bstation, Vidio, dan Catchplay. Serial ini menghadirkan cerita menarik tentang Kota Fuuto atau dikenal sebagai Kota Angin, di mana makhluk misterius bernama Dopant menggunakan Gaia Memories untuk menimbulkan kekacauan.
Namun, ada pahlawan yang memanfaatkan Gaia Memories untuk melawan mereka: Shotaro Hidari, seorang detektif swasta yang santai namun tegas, serta rekannya Philip, seorang detektif intelektual. Bersama-sama, mereka berubah menjadi Kamen Rider W—pahlawan legendaris dari Fuuto yang siap menyelamatkan kota dari kejahatan.
Setelah runtuhnya Museum—organisasi jahat yang bertanggung jawab atas banyak kejahatan di Fuuto—produksi dan distribusi Gaia Memories terhenti. Namun, masih ada sisa-sisa Gaia Memories yang beredar di masyarakat dan dijual di pasar gelap dengan harga tinggi.
Oleh karena itu, kedua pahlawan dari Narumi Detective Agency tidak bisa menikmati waktu santai mereka. Kejadian Dopant masih sering terjadi dan agensi semakin banyak menerima klien yang melapor mengalami fenomena supranatural.
Meskipun tugas mereka sangat berat, Kamen Rider W bertekad bagi siapapun yang menghancurkan Fuuto akan mendapat ganjaran setimpal atas perbuatannya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Netflix Rilis Trailer The Gentlemen Season 2, Siap Tayang 3 September
-
Dibintangi Margaret Qualley, Remake Film Possession Tayang Juni 2027
-
Dituding Palsukan Kehamilan, Anne Hathaway Beri Balasan Menohok
-
3 Hari Tayang, Film The Last House Melesat Puncaki Top 10 Netflix Global
-
Intip Teaser Bad Lieutenant: Tokyo, Dibintangi Shun Oguri dan Lily James
Artikel Terkait
-
Diadaptasi dari Novel Grafis, Universal akan Garap Film Bertema Time Travel
-
Merajai Box Office, Film Korea 'Hijack 1971' Telah Raih 1 Juta Penonton!
-
3 Film Romantis Garapan Angga Sasongko, 'HeartBreak Motel' Teranyar
-
5 Film Indonesia Terbaru di Netflix, Cocok Ditonton saat Liburan
-
8 Film Indonesia Tayang Juli 2024, Jurnal Risa Hingga Romeo Ingkar Janji
Entertainment
-
SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027
-
Hwang Minhyun Diincar Gantikan Lee Jong Suk dalam Drama Iseop's Romance
-
Jung Chaeyeon Perankan 3 Karakter di Drakor M: Reboot, Siap Tayang 2027
-
Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Tayang April 2027, Hadirkan Dunia Baru
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam