Komika Kiky Saputri blak-blakan mengenai alasan mengapa dirinya mendukung Prabowo Subianto sebagai Presiden RI dalam Pilpres beberapa waktu lalu. Dalam kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, Kiky mengatakan jika ia telah mencoblos nomor urut 2 saat Pilpres kemarin.
"Kemarin aku 2," kata Kiky Saputri dikutip pada Kamis (18/07/2024).
Kiky lantas menampik jika alasan memilih nomor urut 2 karena merasa tak enak dengan Kaesang yang merupakan partnernya dalam sebuah acara podcast di kanal YouTube.
"Nggak, karena ada Pak Prabowo, karena aku suka Pak Prabowo," jelasnya.
Istri Muhammad Khairi itu lalu mengungkapkan jika sosok jenderal dalam diri Prabowo itu tidak pernah hilang sehingga membuatnya kagum.
"Kagum sama sosok beliau, yang bikin aku tambah kagum waktu aku nganterin udangan pernikahan ke kantor beliau," ungkapnya.
"Dari semua pejabat yang aku antar udangan, itu cuma Pak Prabowo yang menurut aku ya, perasaan aku lihat beliau tuh gila sosok jenderalnya tuh nggak luntur gitu," lanjut Kiky.
Kiky menilai Prabowo sebagai orang yang sangat karismatik dan mirip sosok jenderal yang menjadi panutan orang-orang terdahulu.
"Aku tuh ngelihat dia mau nangis, mungkin kalau orang dulu kayak ngelihat sosok bisa jadi mungkin kayak (Jenderal Sudirman)," katanya.
Pemain Lapor Pak! itu juga kagum saat Prabowo menyambutnya sebagai tamu. Caranya bertutur kata membuat Kiky semakin yakin jika Prabowo adalah presiden pilihannya.
Sebelum memutuskan untuk memilih Prabowo, Kiky mengakui jika ia telah mempertimbangkan beberapa hal. Seperti melihat hasil debat presiden dan bertanya kepada orang-orang tertentu mengenai isu-isu negatif yang selama ini lekat dengan sosok Prabowo.
"Jadi aku waktu itu sampe ngobrol ke banyak orang tentang isu ini, bener nggak Pak Prabowo begini? Jadi aku cari tahu semua," beber Kiky.
Setelah melalui proses yang cukup panjang, Kiky akhirnya yakin untuk memilih Prabowo dalam Pilpres yang lalu.
"Sampe akhirnya aku bener-bener memutuskan untuk aku declare bahwa ya udah gua emang dukung Pak Prabowo," ungkapnya.
Akan tetapi Kiky tidak ingin mengungkapkan beberapa hal yang dia ketahui dari sosok Prabowo yang mungkin tidak banyak diketahui orang lain.
"Dan memang banyak keputusan-keputusan politis yang memang harus diambil," pungkasnya.
Sebelumya diketahui bahwa Kiky Saputri menyatakan dukungannya kepada Prabowo-Gibran saat pilpres lalu. Kiky tidak sendiri, banyak publik figur yang juga mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo-Gibran, antara lain Raffi Ahmad, Ahmad Dhani, Uya Kuya, Melly Goeslaw dan lain sebagainya.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
5 Film dan Serial Romantis Netflix Paling Banyak Ditonton Sepanjang 2026
-
Kisah Perjuangan Sylvester Stallone Jadi Legenda Holywood Diangkat dalam Film I Play Rocky
-
Kisah di Balik Foto Messi Mandikan Lamine Yamal yang Viral Jelang Final Piala Dunia
-
Tom Cruise hingga Robbie Williams Tampil di Penutupan Piala Dunia 2026
-
Tahun Ajaran Baru Tak Harus Serba Baru, Orang Tua Tak Perlu Memaksakan Diri
Artikel Terkait
-
Bakal Dilantik Jokowi Jadi Wamen Sore Ini, 2 Keponakan Prabowo Tiba Di Istana Presiden
-
Kiky Saputri Blak-blakan Tak Dukung Marshel Widianto Maju di Pilkada: Gak Paham Tangsel!
-
Kiky Saputri Digadang-gadang Jadi Pendamping Kaesang Pangarep di Pilkada Jakarta: Tes Ombak Dulu
-
Pernah Jadi Wartawan, Ini Sosok Thomas Djiwandono Ponakan Prabowo yang Jadi Wamenkeu
-
Setuju dengan Nikita Mirzani, Kiky Saputri Sebut Marshel Widianto Tak Pantas Jadi Calon Wakil Walikota Tangsel
Entertainment
-
Demon Slayer dan Exit 8 Masuk Nominasi Critics Choice Super Awards 2026
-
Cocoon Siap Tayang Global, Anime Perang Garapan Eks Animator Studio Ghibli
-
Wonwoo SEVENTEEN Abadikan Cinta Tulus di Lagu Spring, Summer, Fall, Winter
-
Lampaui Colony, HOPE Jadi Film Tercepat Raih 1 Juta Penonton di 2026
-
Avatar Aang Resmi Tayang Terbatas di Bioskop demi Lolos Kualifikasi Oscar
Terkini
-
Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital
-
Membaca, Menunda, Lupa: Ketika Balasan Chat Hanya Berakhir di Kepala
-
Kesenjangan Harga dan Gaji: Mengapa Makanan di Mal Makin Tak Terjangkau?