Nat Aniporn, aktris Thailand yang mengawali debutnya dalam drama Club Friday Season 8: True Love or Bond tahun 2016. Kini, aktris kelahiran 19 Maret 1994 itu telah membintangi sejumlah drama dengan beragam genre.
Drama terbarunya berjudul Mon Rak Kantrum telah tayang perdana pada 17 Mei 2024. Termasuk Mon Rak Kantrum, berikut lima drama Thailand yang dibintangi Nat Aniporn.
1. Nakark Kaew (2018)
Nakark Kaew berkisah tentang Lookkaew (Nat Aniporn) yang selingkuh dari pacarnya, Ratt (Film Thanapat Kawila). Ratt memergokinya dan pergi begitu saja.
Ketika Lookkaew berusaha mengejarnya, ia mengalami kecelakaan mobil dan menabrak seorang gadis bernama Natda. Ibu Lookkaew yang egois tak ingin kehilangan Ratt sebagai menantu.
Karena putrinya koma dan mungkin tak akan bangun lagi, ia pun membuat Natda yang tak sadarkan diri menjalani operasi plastis agar mirip dengan Lokkaew.
Lalu, Natda terbangun dan tak mengingat apa pun. Kemudian, Natda harus berhadapan dengan Ratt yang marah dan terluka karena Lookkaew yang asli selingkuh darinya.
2. 10 A.M. Love (2020)
Drama ini berkisah tentang Molly (Nat Aniporn) yang bermimpi mejadi perancang busana. Namun, ia harus melupakan impiannya itu karena harua menjalankan bisnis truk milik keluarganya.
3. Nora Saon (2021)
Nora Saon berkisah tentang Tulaya (Nat Aniporn) yang menjalankan misi mencari kakek dan neneknya. Kemudian, ia bertemu dengan Isaan Saifah (Toomtam Yuttana Puangklang) yang berparas tampan. Isaan pun bersedia untuk membantu Tulaya menemukan kakek dan neneknya.
4. Morlam Bodyguard (2022)
Morlam Bodyguard berkisah tentang kapten Thepthai (Point Cholawit Meetongcom), seorang polisi yang ditugaskan menjadi pengawal rahasia Dr. Nicha (Nat Aniporn). Nicha adalah putri seorang pengusaha terkemuka di Thailand. Kapten Thepthai pun menyamar sebagai Rungfah untuk melindungi Nicha.
5. Mon Rak Kantrum (2024)
Drama ini berkisah tentang Kan (Petch Boranin), seorang penyanyi di sebuah pub di Bangkok. Kan harus segera kembali ke daerah asalnya Buriram karena ayahnya mengalami kecelakaan dan tak bisa bermain biola.
Ayah Kan adalah pemimpin sebuah grup musik tradisional Kantrum. Kemudian, Kan harus menggantikan posisi ayahnya menjadi pemimpin grup.
Lalu, Kan juga bertemu dengan mantan pacarnya bernama Motdaeng (Nat Aniporn). Saat berada di rumah, Kan mengetahui bahwa ayahnya terlikit hutang dan hanya memiliki waktu dua bulan untuk membayarnya. Kan pun membuat sebuah rencana untuk mendapatkan sejumlah uang untuk melunasi hutang ayahnya.
Itulah lima rekomendasi drama Thailand yang dibintangi Nat Aniporn. Selamat menyaksikan!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Sinopsis Blood & Sweat, Drama Kriminal yang Dibintangi Anne Watanabe
-
Sinopsis Sins of Kujo, Drama Hukum Jepang Terbaru Yuya Yagira di Netflix
-
Sinopsis Tokeikan no Satsujin, Drama Genre Misteri Dibintangi Oku Tomoya
-
Sinopsis Hot Stove League Versi Jepang, Dibintangi Kazuya Kamenashi
-
Sinopsis Punch Drunk Woman, Drama Jepang Dibintangi Ryoko Shinohara
Artikel Terkait
-
Ada Blondie in an Ancient Time, Ini 4 Drama yang Dibintangi Minnie Phantira
-
3 Drama Thailand yang Dibintangi New Thitipoom, Terbaru Peaceful Property
-
5 Drama Thailand Dibintangi Piyathida Mittiraroch, Terbaru Mueang Laplae
-
3 Drama Thailand Dibintangi Peach Pachara Chirathivat, Ada The Believers
-
4 Drama Thailand yang Dibintangi Pinkploy Paparwadee, Ada Tempting Heart
Entertainment
-
Manga A Certain Scientific Railgun Dipastikan Tamat Maret Setelah 19 Tahun
-
Nama Besar YouTube Indonesia, Tara ArtsGema Show Guncang Marapthon!
-
Sinopsis Ghost in the Cell, Film Horor Komedi Paling Berani Joko Anwar
-
4 Film Thriller Kim Hye Yoon Wajib Masuk Watchlist, Ada Whispering Water
-
Sinopsis Blood & Sweat, Drama Kriminal yang Dibintangi Anne Watanabe
Terkini
-
Atas Nama Sahur, Sampai Kapan Kebisingan yang Kehilangan Adab Dimaklumi?
-
Minta Maaf di Era Broadcast: Kegelisahan Pribadi Menjelang Idulfitri
-
Ulasan Film Rajah: Teror Mistis Jawa yang Intens dan Mencekam!
-
Game Ngebut, Kamera Tajam! Ini 5 HP 4 Jutaan Terbaik
-
Rangkap Jabatan dan Hukum: Mengapa Guru Honorer yang Dipidanakan?