My Annoying Brother adalah film Indonesia, adaptasi dari film Korea Selatan berjudul sama yang dirilis pada 2016. Film ini sudah tayang sejak 24 Oktober 2024.
Disutradarai oleh Dinna Jasanti, film ini diproduksi oleh Lifelike Pictures dan menampilkan Vino G. Bastian sebagai Jaya, Angga Yunanda sebagai Kemal, dan Caitlin Halderman sebagai Amanda.
Dengan skenario yang digarap oleh Deliesza Tamara, Tumpal Tampubolon, dan Sheila Timothy, film ini berusaha mengadaptasi cerita aslinya tanpa banyak perubahan untuk tetap relevan dengan penonton Indonesia.
Sinopsis Film My Annoying Brother
Cerita berpusat pada dua saudara yang memiliki kehidupan sangat bertolak belakang. Kemal (Angga Yunanda) adalah atlet judo muda yang berprestasi, sedangkan kakaknya, Jaya (Vino G. Bastian), adalah mantan narapidana yang baru saja dibebaskan dengan syarat.
Sejak usia 15 tahun, Kemal harus hidup mandiri setelah kedua orang tuanya meninggal, sementara Jaya memilih meninggalkan keluarganya.
Suatu ketika, Kemal mengalami kecelakaan yang menyebabkan ia kehilangan penglihatan. Untuk memperoleh pembebasan bersyarat, Jaya beralasan ingin merawat adiknya yang buta, meskipun niat utamanya lebih untuk menikmati kebebasan.
Pada awalnya, Jaya hanya bersenang-senang tanpa peduli kondisi Kemal, tetapi perlahan ikatan kasih sayang mulai tumbuh kembali di antara mereka.
Hubungan mereka yang awalnya penuh ketegangan berubah menjadi momen-momen penuh makna dan saling pengertian, terutama ketika Kemal mengalami depresi dan merasa tak lagi punya masa depan.
Di sini, karakter Amanda (Caitlin Halderman), yang juga pelatih Kemal, berusaha mendorongnya untuk bangkit dan mengikuti ajang Paralimpiade.
Review Film My Annoying Brother
Vino G. Bastian dengan brilian memerankan sosok Jaya yang kerap bertindak seenaknya namun menyimpan kasih sayang terhadap adiknya.
Chemistry-nya dengan Angga Yunanda sebagai Kemal begitu terasa dan menyuguhkan dinamika love-hate yang menarik.
Angga Yunanda tampil meyakinkan sebagai sosok tunanetra yang menghadapi pergolakan batin, sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai salah satu aktor muda berbakat Indonesia.
Kehadiran Caitlin Halderman juga menambah warna, terutama dalam usahanya membantu Kemal melawan rasa putus asa.
Dinna Jasanti mengarahkan film ini tanpa gaya berlebihan, mengikuti formula drama keluarga-komedi yang sudah terbukti berhasil.
Meski sesekali terkesan memaksa untuk mengharukan, penyutradaraan ini tetap dapat dinikmati sebagai tontonan yang menyentuh.
My Annoying Brother versi Indonesia bisa dianggap sebagai remake yang memenuhi tujuannya sebagai crowd-pleaser ringan, memberikan hiburan sekaligus pesan untuk lebih menghargai hubungan keluarga.
Dengan penokohan yang kuat dan alur yang mudah diikuti, film ini menjadi pilihan tepat bagi penonton yang mencari drama komedi yang menghibur dan menyentuh. Ayo ke bioskop sekarang juga!
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Review Jack Ryan: Ghost War, Saat Sang Agen Menghadapi Musuh Masa Lalunya
-
Review Never Change!: Komedi Absurd yang Kacau, Gila, dan Sulit Dijelaskan
-
Review Supergirl: Petualangan Kosmik yang Lebih Liar dari Semesta DC Baru
-
Review The Death of Robin Hood: Saat Sang Legenda Menepi di Pulau Terpencil
-
Review Film Monster Pabrik Rambut: Horor yang Dipadukan Kritik Sosial
Artikel Terkait
Entertainment
-
Sukses di Bioskop, Project Hail Mary Bakal Hadir di Prime Video Mulai Besok
-
Anime The Bugle Call: Song of War Tayang 2027, Produksi Perdana CA Soa
-
BTS Pecahkan Rekor 7 Tahun Billboard Boxscore Top Tours Lewat Tur ARIRANG
-
All or Nothing Tayang Juli, Sajikan Persaingan Pangeran vs Rakyat di Mesir
-
Sukses Besar! Teach You a Lesson Bertahan di Puncak Top 10 Netflix
Terkini
-
Bawa Inggris ke Babak 16 Besar, Harry Kane Kejar Gol Messi dan Mbappe
-
Terungkap! Ini 7 Alasan Kenapa Jersey Sepak Bola Piala Dunia Harganya Mahal
-
Argentina Dituding Anak Emas dan Dapat Jalur Lawan Lebih Mudah, Benarkah?
-
Little Brother: Meniti Badai Ego dan Perjuangan Menemukan Kedamaian Bersama
-
Mengurai Surat Cinta Sinema yang Tersirat dalam Film Minions & Monsters