My Hero Academia: Ultra Age: The Final Fan Book memberikan penggemar wawasan mendalam tentang proses kreatif di balik manga tersebut.
Wawancara dengan editor Imamura mengungkapkan keputusan penting, seperti nasib Himiko Toga yang diselamatkan, tetapi tetap harus membayar kejahatannya. Keputusan tentang hidupnya ini memicu diskusi di kalangan penggemar tentang moralitas dan resolusi cerita.
Keputusan untuk membiarkan Toga membayar kejahatannya menunjukkan bahwa tindakan kejam tidak dapat dibenarkan meski memiliki latar belakang yang tragis.
Momen terakhirnya yang menunjukkan kebaikan dengan menyelamatkan hidup Ochaco Uraraka memberikan akhir yang tepat untuk karakternya. Momen ini menunjukkan kedalaman cerita seri yang juga dikenal dengan Boku no Hero Academia ini dalam menggambarkan kompleksitas moral.
1. Komentar Kohei Horikoshi tentang akhir hidup Himiko Toga
Keputusan Kohei Horikoshi untuk membunuh Toga dalam My Hero Academia adalah pilihan yang tepat karena karakternya tidak dirancang untuk diselamatkan. Dia menjadi contoh bagaimana ketidakmengertian masyarakat terhadap individu dengan Quirk unik dapat menciptakan monster. Kematiannya pun memberikan narasi yang kuat dan berdampak mendalam.
Perbandingan dengan karakter lain, seperti Endeavor dan Overhaul menunjukkan bahwa beberapa karakter memang melakukan penebusan atau menghadapi konsekuensi parah atas tindakan mereka. Endeavor berusaha keras untuk berubah, sementara Overhaul kehilangan banyak hal dan menderita di penjara. Hal ini menunjukkan bahwa konsekuensi tindakan kejam memang tidak dapat dihindari.
Mengingat akhir yang mungkin tidak mengenakkan baginya jika dia dipenjara, seperti Spinner dan Mr. Compress, kematian Toga justru memberikan resolusi yang lebih tepat. Dengan demikian, cerita My Hero Academia dapat menunjukkan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi nyata. Kematiannya dapat menjadi pengingat tentang bahaya dari tindakan kejam.
2. Momen pengorbanan Toga untuk Ochaco Uraraka
Dalam pertarungannya melawan Ochaco, Toga berhasil mengalahkan gadis itu dengan memberinya luka fatal. Doa menusuk Ochaco dan membuatnya mengalami pendarahan hebat sehingga tubuh lawannya mulai menjadi dingin dan hampir mati. Kondisi Ochaco yang kritis membuat dirinya terharu dengan perlakuan Ochaco kepadanya.
Tiba-tiba, Toga berubah menjadi Ochaco dan menggunakan kemampuan Quirk-nya untuk menyerap darah gadis yang sudah tidak berdaya di hadapannya yang keluar. Dengan perubahan ini, dia dapat memberikan darahnya sendiri kepada Ochaco untuk menyelamatkannya. Tindakannya ini menunjukkan bahwa dia masih memiliki sisi kemanusiaan dan kemampuan untuk merasakan kasih sayang.
Pengorbanan Toga untuk menyelamatkan Ochaco membuat dirinya kehilangan nyawanya sendiri. Dengan memberikan seluruh darahnya, dia berhasil menyelamatkan Ochaco dari kematian. Kematiannya menjadi simbol akhir yang tragis bagi karakternya, tetapi juga menunjukkan bahwa dia masih memiliki hati yang lembut di balik sifatnya yang keji.
3. Detail lebih lanjut mengenai nasib akhir beberapa penjahat lain dan Toga
My Hero Academia menunjukkan bahwa sebagian besar penjahat berakhir mati atau masuk penjara akibat tindakan mereka, seperti Lady Nagant dan Endeavor. Nasib akhir mereka menunjukkan bahwa masa lalu yang traumatis atau pengalaman buruk tidak bisa membenarkan tindakan buruk. Oleh karena itu, mereka harus menghadapi konsekuensi dari tindakan kejam mereka.
Mulanya, Toga ialah korban pelecehan, tetapi berubah menjadi pembunuh tanpa penyesalan. Namun, tindakan terakhirnya yang tanpa pamrih, mendonorkan darah untuk menyelamatkan Uraraka, menunjukkan bahwa dia masih memiliki rasa cinta. Kematiannya ini membuat akhir hidupnya lebih memuaskan, sesuai dengan perjalanan hidupnya.
Keputusan Horikoshi untuk membunuh Toga dalam My Hero Academia memberikan konsekuensi yang tepat atas tindakannya, menunjukkan bahwa kekerasan tidak akan pernah bisa dibenarkan. Dia pun tidak pernah menunjukkan penyesalan atas kejahatannya sehingga kematiannya menjadi akhir yang sesuai untuk karakternya. Akhir hidupnya juga menekankan bahwa masa lalu traumatis tidak membenarkan tindakan kejam apa pun.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Selain Blue Lock, 5 Film Dibintangi Fumiya Takahashi sebagai Pemeran Utama
-
Manga Ladies on Top Resmi Diangkat Jadi Live Action, Tayang Maret Nanti!
-
Film Anime To You in the Beyond Siap Sapa Penggemar pada Musim Gugur 2026
-
Kadokawa Umumkan Adaptasi Anime "Doumo, Suki na Hito", Visual Perdana Dirilis
-
Update Jigokuraku Season 2: Ayumu Murase Gabung hingga Perubahan Jadwal Tayang!
Artikel Terkait
-
5 Karakter Anime Cowok yang Terobsesi dengan Kebersihan, Ada Husbu-mu?
-
5 Karakter Anime Boku no Hero Academia yang Pantas Bersinar di Musim Terakhir
-
5 Keunggulan Anime Sousou no Frieren, Tidak Ada Aksi Tetap Menarik Ditonton
-
5 Penjahat Boku no Hero Academia yang Tidak Termaafkan, Selain All for One
-
5 Buah Iblis Bisa Kalahkan Pika Pika no Mi Milik Kizaru di Anime One Piece
Entertainment
-
Selain Blue Lock, 5 Film Dibintangi Fumiya Takahashi sebagai Pemeran Utama
-
Imbas Konflik China-Jepang, Fans Dilarang Cosplay dan Beli Merch Conan
-
Usung Konsep Time Leap, Anime Haibara's Teenage New Game+ Siap Tayang April 2026
-
Bikin Dilema, NCT JNJM Umbar Pesona Tanpa Batas di Lagu Debut 'Both Sides'
-
Diterpa Hoaks Cerai, Nia Ramadhani Emosi Sebut Perasaan Anak Terluka
Terkini
-
4 Serum Red Algae dengan Manfaat Anti-Aging & Hydrating, Harus Coba!
-
Morazen Yogyakarta Rilis KURMA Vol.03, Buffet Ramadan Bertema Timur Tengah
-
4 Ide OOTD Layering Feminin ala Kang Hye Won, Street Style ke Smart Casual!
-
Kiprah B.J. Habibie dalam Sejarah Kebebasan Pers Indonesia
-
Garasi Drift Pamer Project Baru, Lamborghini Murcielago Jadi Drift Bull