Garasi Drift kembali menciptakan gebrakan lewat proyek modifikasi terbarunya. Kali ini, sebuah Lamborghini Murcielago disulap menjadi mobil drift dan diperkenalkan dengan julukan “Drift Bull”.
Penggunaan supercar Italia sebagai mobil drift menjadi hal yang tidak biasa di dunia otomotif. Selama ini, dunia drifting identik dengan mobil Jepang seperti Nissan Silvia, Toyota Supra, atau Nissan Skyline, bukan supercar Eropa bermesin besar.
Murcielago sendiri merupakan ikon Lamborghini yang dikenal dengan karakter performa ekstrem. Mobil ini dibekali mesin V12 naturally aspirated yang menghasilkan tenaga sekitar 640 horsepower dan mampu melesat dari 0–100 km/jam dalam waktu sekitar 3,4 detik, sebuah spesifikasi yang menempatkannya di kelas supercar murni.
Secara teknis, mesin V12 Murcielago dirancang untuk kecepatan tinggi, akselerasi brutal, dan performa lintasan lurus. Karakter tenaga besar, torsi agresif, serta bobot mesin yang masif menjadikan mobil ini bukan platform ideal untuk drifting secara konvensional.
Justru di titik inilah keunikan “Drift Bull” muncul. Mengubah supercar V12 menjadi mobil drift bukan hanya soal estetika, tetapi tentang rekayasa teknik, keseimbangan sasis, distribusi bobot, dan kontrol tenaga yang presisi.
Di tangan Garasi Drift, Murcielago tidak lagi diposisikan sebagai supercar eksklusif untuk kecepatan lurus. Mobil ini dibangun ulang dengan filosofi baru, menjadikannya platform drifting ekstrem yang menggabungkan dunia supercar Eropa dan budaya drift yang selama ini didominasi mobil Jepang.
Julukan “Drift Bull” merepresentasikan karakter ganda mobil ini. Lamborghini sebagai simbol banteng Italia dipadukan dengan kultur drift yang agresif, liar, dan penuh adrenalin.
Proyek ini menunjukkan bahwa drifting tidak lagi terbatas pada platform konvensional. Garasi Drift menghadirkan pendekatan baru dalam dunia modifikasi dengan menjadikan supercar V12 sebagai media eksplorasi teknik dan kreativitas.
Transformasi Lamborghini Murcielago menjadi mobil drift menempatkan proyek ini sebagai sesuatu yang unik, langka, dan tidak lazim. Ini bukan sekadar modifikasi, tetapi pernyataan identitas dan eksperimen ekstrem dalam budaya otomotif Indonesia.
“Drift Bull” menjadi simbol keberanian dalam eksplorasi modifikasi. Proyek ini mempertemukan dunia supercar Italia, mesin V12 berkarakter brutal, dan kultur drifting dalam satu identitas baru yang ekstrem, unik, dan revolusioner.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dokumen Jeffrey Epstein Dibuka, Nama Donald Trump dan Bill Clinton Muncul
-
IIMS 2026 Siap Digelar di Indonesia, Anak Muda Cari Kendaraan Sesuai Gaya
-
Prilly Latuconsina Klarifikasi Open to Work LinkedIn Usai Dikritik Netizen
-
Bedah Makna Lagu Bernadya "Kita Buat Menyenangkan": Seni Memaafkan Hal Kecil
-
Trend 2026 is the New 2016 Viral di TikTok, Gen Z Nostalgia Era Jadul
Artikel Terkait
-
Ibu Korban Kecelakaan Maut di Singapura Masih Dirawat Intensif, Pengemudi Resmi Ditahan
-
Cek Perbedaan Mobil Listrik BYD Atto 3 Advance dan Superior, Mana Lebih Baik?
-
Mitsubishi Destinator Sekelas dengan Mobil Apa? Ini 5 Alternatif yang Tak Kalah Tangguh
-
Venom Indonesia Terapkan Ekosistem Multimedia dan Audio Terintegrasi untuk Mobil Modern
-
Beli Mobil Toyota Gratis Biaya Servis dan Garansi 6 Tahun di IIMS 2026
Hobi
-
Nova Arianto Kritik Performa Timnas Indonesia U-17 usai Dibekuk China, Tak Puas?
-
Bangga! Mario Suryo Aji Pakai Helm Bertema Majapahit di Ajang Moto2 2026
-
Minggu Terakhir, Ini Alasan Kenapa Musikal 'Perahu Kertas' Wajib Kamu Tonton!
-
Dihajar China, Timnas Indonesia U-17 Perlu Evaluasi Menyeluruh?
-
BATC 2026: Tim Putra dan Putri Indonesia Kompak Sabet Dua Medali Perunggu
Terkini
-
4 Moisturizer Azelaic Acid untuk Redakan Jerawat, Redness, dan Pudarkan PIE
-
Selain Blue Lock, 5 Film Dibintangi Fumiya Takahashi sebagai Pemeran Utama
-
Toko Payung untuk Hujan yang Berbeda
-
5 Laptop 9 Jutaan Paling Masuk Akal buat Kerja dan Tipis Gaming
-
Imbas Konflik China-Jepang, Fans Dilarang Cosplay dan Beli Merch Conan