Setelah rilis versi terjemahan Bahasa Jepang pada Februari 2025, novel Hujan karya penulis best seller Darwis Tere Liye kini dikabarkan akan rilis versi Bahasa Inggris juga lho! Berjudul Rain, akun penulis resmi Tere Liye melakukan pemungutan suara untuk cover novel ini di platform Facebook dan Instagram.
Identitas Buku
- Judul: Hujan
- Pengarang: Tere Liye
- Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
- Tahun Terbit: 2016
- Tebal Buku: 320 halaman
"Bagian terbaik dari jatuh cinta adalah perasaan itu sendiri..."
Kalimat ini menjadi salah satu kutipan paling ikonik dalam novel Hujan, karya penulis produktif Tere Liye. Pertama kali diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama pada 2016, novel Hujan hingga kini masih ramai menjajaki gramedia hingga toko buku di Indonesia meski waktu telah berlalu hampir 10 tahun.
Novel setebal 318 halaman ini memadukan science-fiction dengan drama percintaan yang menguras emosi. Bahkan, novel ini kini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang dan bahasa Inggris, lengkap dengan rilisan cover terbaru yang memikat pembaca.
Cerita Kasih dalam Balutan Bencana
Novel Hujan diawali dengan adegan di sebuah ruangan putih 4x4 meter yang dilengkapi perabotan canggih. Dua tokoh perempuan, Lail dan Elijah, tengah berbincang, yang kemudian membawa alur maju-mundur ke peristiwa delapan tahun sebelumnya.
Di bab kedua, pembaca diajak menyelami dunia pada 21 Mei 2042, sebuah masa ketika umat manusia merayakan kelahiran bayi ke-10 miliar, dan ramai sekali media mengucapkan selamat atas kehadiran bayi ke-10 miliar tersebut. Tetapi tak lama berselang atas kabar menggembirakan itu, seorang Profesor dan akademisi menyampaikan fakta pahit akan kondisi dan prediksi bencana.
Publik enggan mendengar berita kelam seperti itu, hingga berita itu pun tenggelam di pojok dan tak populer. Terlalu mengerikan untuk dipercaya. Namun, singkat sekali peringatan itu bagai letusan permen karet yang ditiup gadis remaja dalam kereta. Bukti nyata itu terjadi. Persis seperti apa yang diucapkan akademisi itu, sebagai peringatan sekaligus hitungan mundur bencana besar terjadi: letusan Gunung Purba.
Di tengah kekacauan akibat bencana, Lail bertemu dengan Esok, seorang pemuda yang akan menjadi sosok penting dalam hidupnya. Bersama-sama, mereka berjuang melewati kehidupan di pengungsian hingga dewasa, membangun kedewasaan emosional dan ikatan yang mendalam. Namun, perjalanan mereka tidak mudah. Konflik memuncak ketika Lail memutuskan untuk menghapus seluruh ingatan tentang Esok demi sebuah alasan yang memilukan.
Science-Fiction yang Sarat Makna
Tere Liye membalut kisah cinta Lail dan Esok dengan elemen futuristik: teknologi canggih, virus mematikan, hingga sindiran sosial tentang kesibukan dan keapatisan masyarakat. Penulis menghadirkan karakter Profesor Soke Bahtera, sosok jenius yang memberi warna pada cerita dengan dialog-dialog penuh sindiran halus tentang kebiasaan manusia yang sering mengabaikan peringatan penting.
Selain kisah cinta, novel ini juga menyoroti persahabatan Lail dan Maryam yang penuh ketulusan, memberikan pembaca pelajaran tentang arti kehilangan, pengorbanan, dan harapan.
Kelebihan dan Kekurangan
Salah satu kekuatan Hujan ada pada alur maju-mundur yang menjaga rasa penasaran pembaca. Tere Liye juga piawai dalam membangun karakter yang kuat dengan konflik emosional yang realistis. Namun, beberapa pembaca menganggap novel ini kurang detail dalam menjelaskan latar tempat dan proses terciptanya teknologi futuristik di tahun 2050. Bagi penggemar science-fiction murni, aspek ini mungkin meninggalkan tanda tanya.
Meski begitu, kelebihan novel ini tetap mendominasi: bahasa yang puitis, konflik batin yang dalam, dan plot yang mampu memicu adrenalin sekaligus air mata.
Hujan bukan sekadar cerita cinta dalam latar bencana. Novel ini adalah refleksi tentang kehilangan, harapan, dan keberanian untuk memulai lagi. Dengan gaya penulisan khas Tere Liye yang sederhana namun penuh makna, pembaca akan merasakan roller coaster emosi dari awal hingga akhir.
Jika kamu mencari novel yang memadukan romansa, tragedi, dan pesan moral dalam kemasan futuristik, Hujan adalah pilihan yang tepat.
Baca Juga
-
Membaca Matilda di Era Modern: Masihkah Kita Mendengarkan Anak?
-
Guru Juga Bisa Kecewa: Membaca Aib dan Martabat Karya Dag Solstad
-
50 Cara Merayakan Luka dan Menertawakan Kehilangan di Buku Eminus Dolere
-
Dari Wattpad ke Layar Lebar: Menimbang Adaptasi Film After yang Pro-Kontra
-
Review Novel Di Tanah Berhala: Teror Desa Kerti Swara dan Kutukan Berdarah
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel How to Slay at Work: Rahasia Kelam Bos yang Terlihat Sempurna
-
Novel She and Her Cat: Kehidupan Manusia Dilihat dari Sepasang Mata Kucing
-
Ulasan Novel Bad Creek: Membongkar Rahasia Kelam Kota Kecil Bad Creek
-
Novel Kusunoki's Garden of God Bakal Tayang Sebagai Anime di 2026
-
Ulasan Novel Taman Pasir: Selalu Ada Cerita untuk Pulang ke Rumah
Entertainment
-
Park Ji Hoon Bertekad Jalani Wamil 2027, Incar Pasukan Elite Marinir Korea
-
MAMAMOO Ungkap Ikatan Persahabatan yang Kuat di Lagu Terbaru, 4 Flowers
-
Tayang di Bioskop, Colony Soroti Upaya Profesor Lawan Virus Zombi
-
Film Live-Action BLUE LOCK Gandeng Ado, Lagu Baru Monstruo Resmi Jadi OST
-
Film Crayon Shin-chan ke-33 Rilis Trailer Baru, Ungkap Lagu Tema oleh TOMOO
Terkini
-
Membaca Matilda di Era Modern: Masihkah Kita Mendengarkan Anak?
-
Ducati Peringati 100 Tahun dengan Mesin Kopi Terbatas, Hanya 1.926 Unit
-
Review The Amazing Digital Circus: The Last Act: Komedi Absurd dan Horor Psikologis yang Menghantui
-
Lighter and Princess: Kesetiaan & Penghianatan yang Dieksekusi Membabi Buta
-
HP Sering Panas Saat Mabar? Coba 5 Cooler Terbaik Ini