Sebagai presiden pertama yang dipilih rakyat, kisah SBY tentu menarik. Buku ini menyoroti sisi-sisi Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden profesional pertama.
Buku Pak Beye dan Keluarganya merupakan karya jurnalis Wisnu Nugroho yang diterbitkan oleh Kompas Media Nusantara pada tahun 2013. Buku ini menjadi penutup dari rangkaian tetralogi yang mengulas sisi lain kehidupan Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.
Tiga buku sebelumnya dalam seri ini adalah Pak Beye dan Istananya, Pak Beye dan Politiknya, serta Pak Beye dan Kerabatnya. Melalui buku keempat ini, pembaca diajak melihat lebih dekat kehidupan keluarga SBY. Sebuah sisi yang jarang terekspos di tengah kesibukan politik seorang kepala negara.
Isi Buku
Sebagai presiden yang menjabat selama dua periode (2004–2014), SBY dikenal sebagai sosok pemimpin yang tenang dan penuh perhitungan. Namun di balik peran besar tersebut, ia juga seorang kepala keluarga yang memiliki kehidupan pribadi yang hangat.
Dalam buku ini diceritakan bagaimana hubungan SBY dengan istrinya, Kristiani Herrawati Yudhoyono, serta kedua putra mereka, Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono.
Kisah keluarga ini bermula jauh sebelum SBY menjadi presiden. Ia berasal dari kota kecil Pacitan, tempat masa kecilnya membentuk karakter yang sederhana dan disiplin. Dari latar belakang itulah perjalanan hidupnya dimulai.
Dari seorang perwira militer hingga akhirnya terpilih sebagai presiden yang dipilih langsung oleh rakyat Indonesia. Buku ini menggambarkan bagaimana perjalanan panjang tersebut tidak pernah lepas dari dukungan keluarga yang selalu berada di sisinya.
Salah satu bagian menarik dari buku ini adalah kisah tentang kedua putra SBY. Putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono, memilih mengikuti jejak ayahnya di dunia militer. Ia meniti karier sebagai perwira TNI sebelum kemudian terjun ke dunia politik.
Agus menikah dengan Annisa Larasati Pohan, dan dari pernikahan tersebut lahir seorang putri bernama Almira Tunggadewi Yudhoyono. Kehadiran cucu pertama ini menjadi salah satu momen bahagia dalam kehidupan keluarga besar SBY.
Sementara itu, putra bungsu SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono lebih dikenal melalui kiprahnya di dunia politik dan aktivitas publik. Ia juga sempat menjadi sorotan media karena gaya hidupnya yang modern, termasuk ketertarikannya pada koleksi mobil mewah. Meski demikian, buku ini mencoba menampilkan sisi keluarga mereka secara lebih manusiawi dan tidak sekadar melalui sorotan media.
Selain menyoroti kehidupan keluarga, buku ini juga menggambarkan bagaimana rumah keluarga di kawasan Cikeas menjadi tempat penting bagi SBY untuk kembali dari berbagai kesibukan kenegaraan.
Di sanalah ia beristirahat, berdiskusi, serta membangun gagasan dan strategi politik. Bagi SBY, keluarga bukan hanya hubungan darah, tetapi juga lingkungan yang menumbuhkan ide dan dukungan moral.
Kelebihan dan Kekurangan
Namun, buku ini tidak hanya menghadirkan cerita yang hangat. Penulis juga menyinggung kritik yang muncul terhadap keluarga SBY, terutama terkait kekhawatiran munculnya dinasti politik.
Beberapa pihak menilai keterlibatan anggota keluarga dalam politik dapat menimbulkan persepsi bahwa kekuasaan diwariskan seperti dalam sistem monarki. Kritik ini menjadi salah satu dinamika yang mewarnai perjalanan politik SBY selama menjabat sebagai presiden.
Sebagai wartawan yang pernah meliput kegiatan kepresidenan, Wisnu Nugroho memiliki sudut pandang unik dalam menuliskan kisah ini. Ia tidak hanya mencatat peristiwa besar, tetapi juga hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian publik.
Dalam buku ini, pembaca akan menemukan cerita ringan tentang kehidupan di Istana Negara, suasana di rumah Cikeas, hingga interaksi sehari-hari yang menunjukkan sisi manusiawi seorang presiden.
Secara keseluruhan, Pak Beye dan Keluarganya adalah buku yang informatif sekaligus reflektif. Melalui narasi yang sederhana dan mengalir, buku ini menghadirkan potret seorang presiden bukan hanya sebagai pemimpin negara, tetapi juga sebagai ayah, suami, dan pribadi yang memiliki kehidupan keluarga seperti orang lain.
Bagi pembaca, kisah ini dapat menjadi inspirasi tentang pentingnya keluarga dalam menopang perjalanan hidup dan karier seseorang, bahkan bagi seorang pemimpin negara.
Identitas Buku
- Judul: Pak Beye dan Keluarganya
- Pengarang: Wisnu Nugroho
- Penerbit: PT Kompas Media Nusantara
- Tahun Terbit: Mei 2013
- Halaman 330 halaman
- ISBN: 967-979-709-553-6
- Seri: Sisi Lain SBY #4
Baca Juga
-
The Return of Sherlock Holmes: Kembalinya Detektif Legendaris Dunia Misteri
-
Romansa dalam Bayang-Bayang Perang Saudara Amerika di Novel Glorious Angel
-
Kesadaran Vaksin di Indonesia yang Menurun dan Dampaknya pada Syarat Umroh
-
Keluarga juga Perlu Minta Maaf: Membaca Novel Kisah Untuk Alana
-
Menjelajah Dimensi Lain di Novel Tujuh Kelana
Artikel Terkait
-
Angkat Dunia Perpustakaan, Manga Karya Zuino Dapat Dua Adaptasi Sekaligus
-
Keluarga juga Perlu Minta Maaf: Membaca Novel Kisah Untuk Alana
-
Menjelajah Dimensi Lain di Novel Tujuh Kelana
-
Petualangan Putri Bulan: Fantasi Epik dalam Daughter of the Moon Goddess
-
The Price of Pleasure: Saat Misi Pencarian Berubah Menjadi Perjalanan Hati
Ulasan
-
The Return of Sherlock Holmes: Kembalinya Detektif Legendaris Dunia Misteri
-
Selalu Ada Kelebihan di dalam Ketidaksempurnaan: Novel Lotus in the Mud
-
Seumpama Matahari: Kisah Gerilyawan yang Merindukan Jalan Pulang
-
Romansa dalam Bayang-Bayang Perang Saudara Amerika di Novel Glorious Angel
-
Mitos Lereng Ciremai dan Wajah Metropolitan dalam Buku Monyet Bercerita
Terkini
-
Sinopsis Matori to Kyoken, Drama Jepang Terbaru Nishihata Daigo di Netflix
-
Rumah Berantakan? Ini Cara Saya 'Puasa Marah' Demi Waras sampai Lebaran
-
Lebaran di Era Paylater: Religiusitas dalam Bayang-bayang Utang Digital
-
Ramadan dan Seni Menahan Jari di Media Sosial, Siap Puasa Digital?
-
Menu Sahur Hemat dan Bergizi: 4 Olahan Telur yang Satset dan Ramah Kantong