Kabar duka menyelimuti dunia komedi Indonesia. Mudy Taylor, komika yang dikenal dengan gaya panggungnya yang nyentrik dan beda dari kebanyakan, meninggal dunia pada Selasa (25/11/2025).
Informasi pertama datang dari rekan sesama komedian, Jarwo Kwat, lewat unggahan yang langsung membuat banyak orang berhenti sejenak.
“Innalillahi wa innailaihi rajiun. Selamat jalan Mudi (seniman komedi), semoga diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, amin,” tulis Jarwo Kwat, dikutip dari Suara.com pada Rabu (26/11/2025).
Mudy Taylor memiliki nama asli Dhimas Mudiarto Ramelan Sutarto. Ia lahir pada 25 Juni 1972, dan sudah bersentuhan dengan musik sejak muda.
Dalam penampilannya, Mudy memang melawak sambil bernyanyi dengan iringan gitar, hal yang jarang ditemui di panggung komedi arus utama.
Perpaduan humor, melodi, dan gaya panggungnya yang ekspresif membuatnya menonjol setiap kali tampil.
Gaya itu bukan muncul begitu saja. Mudy pernah menempuh pendidikan Seni Musik di IKIP (kini UNJ), sebelum akhirnya aktif di dunia stand up pada era 2010-an.
Musik menjadi bahasa keduanya, dan ia membawanya ke dalam panggung komedi tanpa mengurangi kekuatan punchline yang ingin ia sampaikan. Justru, perpaduan itu yang menghidupkan dirinya sebagai entertainer.
Selain dikenal sebagai komika, Mudy juga sempat tampil di beberapa film, termasuk Comic 8. Perannya mungkin tidak selalu besar, tetapi kehadirannya selalu memberi warna.
Banyak penonton mengingat karakternya sebagai sosok lugu yang spontan, sama seperti ketika ia menghibur di panggung.
Sejak kabar beredar, ucapan duka mengalir dari banyak pihak. Mereka yang pernah bekerja dengannya mengenang Mudy sebagai sosok hangat yang tidak pernah kehilangan semangat untuk menghibur.
Di media sosial, berbagai potongan video dan momen lawasnya mulai muncul lagi, seolah mengingatkan publik pada gaya komedi yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Kepergian Mudy Taylor menyisakan ruang kosong bagi mereka yang sering menikmati komedinya. Gaya dan energi yang ia bawa di setiap penampilan membuatnya berbeda dari banyak komika lain.
Kini, setelah kabar duka ini menyebar, banyak yang kembali melihat perjalanan kariernya bukan hanya sebagai komika, tetapi sebagai seniman yang selalu ingin tampil dengan caranya yang khas.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dari Lumpur Pantai Baros: Mengubah Aksi Tanam Mangrove Jadi Seni dan Refleksi Diri
-
Lebih dari Sekadar Angkat Senjata, Ini Cara Bela Negara di Kehidupan Sehari-hari
-
Restitusi untuk Korban Tindak Pidana Masih Sulit Direalisasikan
-
Dirut ANTAM dari Eks Tim Mawar, Negara Tutup Mata soal Rekam Jejak HAM
-
Rp17 Miliar Terkumpul, Musisi Indonesia Peduli bagi Korban Bencana
Artikel Terkait
-
DPR Desak Kemenkes Sanksi Tegas 4 RS di Papua yang Tolak Pasien Ibu Hamil
-
Dewi Perssik Kena Hoaks 'Usir Irish Bella', Curigai Keterlibatan Buzzer
-
Perjalanan Karier Mudy Taylor, Komika yang Tak Pernah Lepas dari Gitarnya
-
Kronologi Mudy Taylor Meninggal: Sesak Napas, Ada Cairan di Jantung
-
Selamat Jalan Mudy Taylor, Komika Unik Melawak Sambil Bernyanyi
Entertainment
-
Jogja Jadi Bagian Perjalanan Raissa Anggiani Perkenalkan Album Perdananya
-
Film Anime 100 Meters Tembus Top 10 Global Netflix Kategori Non-Inggris
-
Penuh Chemistry! 3 Rekomendasi Drama Korea Go Yoon Jung di Netflix yang Bikin Baper
-
Anime Coming-of-age The Ramparts of Ice Siap Tayang April di Netflix
-
Terseret Isu Penelantaran Anak, Denada Unggah Pesan Haru untuk Mendiang Ibu