Film horor Indonesia yang mengangkat kisah dan hantu legendaris khas Kalimantan adalah ‘Kuyank’. Film yang mengisahkan tentang sosok hantu kepercayaan masyarakat Kalimantan yang berwujud Wanita yang melayang hanya kepala dan organ dalam tubuh.
Selain itu, tontonan seram ini juga diperankan oleh jajaran pemain ternama tanah air seperti Rio Dewanto, Putri Intan Kasela, Ochi Rosdiana, Jolene Marie, hingga Barry Prima, ‘Kuyank’ siap menjadi horor emosional yang membekas. Apalagi kisahnya tragis antara cinta dan kutukan siap tayang di bioskop mulai 29 Januari 2026.
Sinopsis Film ‘Kuyank’ 2026
Film ini mengisahkan Rusmiati, perempuan desa yang tumbuh dalam kesederhanaan dan kepasrahan pada hidup. Ia terbiasa menjalani hari-hari tanpa banyak tuntutan, percaya bahwa kebahagiaan datang dari ketenangan dan penerimaan.
Hidup Rusmiati berubah ketika Badri hadir seorang pria terpandang, berasal dari keluarga berada, yang jatuh cinta padanya tanpa perhitungan. Perbedaan latar belakang tidak menghalangi perasaan mereka, justru membuat hubungan itu terasa lebih kuat dan penuh harapan.
Cinta yang terjalin cepat membawa Badri pada keputusan besar yakni melamar Rusmiati. Pernikahan itu terjadi di tengah suasana duka, tak lama setelah ibu Rusmiati meninggal dunia.
Bagi Rusmiati, pernikahan tersebut bukan hanya tentang cinta, tetapi juga tentang kehilangan dan awal hidup baru yang bercampur antara bahagia dan rapuh. Meski restu keluarga Badri tidak sepenuhnya utuh, mereka tetap melangkah, percaya bahwa waktu akan melunakkan segalanya.
Namun, harapan perlahan berubah menjadi beban. Tahun demi tahun berlalu tanpa kehadiran seorang anak. Di desa yang memegang kuat nilai keturunan dan penerus garis keluarga, ketiadaan itu menjadi luka yang terus basah.
Rusmiati mulai memikul rasa bersalah yang tidak pernah benar-benar diucapkan, sementara Badri terjebak di antara cintanya pada sang istri dan tuntutan keluarga besarnya.
Tekanan semakin berat ketika ibu mertua Badri, yang sejak awal menolak pernikahan mereka, kembali menyuarakan tuntutan lama yaitu Badri harus menikah lagi demi mendapatkan keturunan.
Ucapan-ucapan itu menusuk Rusmiati perlahan, membuatnya merasa tidak cukup sebagai istri dan perempuan. Ditambah lagi bisikan adat serta ramalan buruk yang menyebut dirinya sebagai pembawa kesialan, Rusmiati terperosok dalam ketakutan kehilangan satu-satunya orang yang ia cintai.
Dalam keputusasaan, Rusmiati mulai melirik jalan yang selama ini hanya ia dengar sebagai cerita terlarang. Ajian Kuyang, ilmu hitam yang diyakini mampu menjaga kecantikan dan pesona seorang perempuan, menjadi harapan terakhirnya.
Ia percaya, selama ia tetap dicintai dan diinginkan, Badri tidak akan berpaling. Keputusan itu diambil diam-diam, tanpa menyadari bahwa harga yang harus dibayar jauh melampaui apa pun yang pernah ia bayangkan.
Sejak saat itu, desa mulai diliputi ketakutan. Teror muncul di malam hari, menyasar bayi dan perempuan hamil. Warga hidup dalam kecemasan, saling mencurigai, dan mencari kambing hitam atas tragedi yang terus berulang.
Rusmiati sendiri perlahan kehilangan kendali atas tubuh dan jiwanya, terjebak antara rasa bersalah dan kekuatan gelap yang telah ia undang masuk.
Kebenaran akhirnya menguak, dan kemarahan warga meledak tanpa ampun. Rusmiati menjadi simbol ketakutan sekaligus kebencian.
Di titik inilah Badri harus menghadapi pilihan paling pahit dalam hidupnya, mempertahankan cinta yang telah berubah menjadi kutukan, atau membiarkan amarah massa menghabisi segalanya demi mengakhiri teror.
Film horror Indonesia ini bukan sekadar kisah horor, melainkan tragedi tentang cinta, tekanan sosial, dan keputusan manusia ketika rasa takut mengambil alih nurani.
Film ‘Kuyank’ ini tidak sekadar menghadirkan horor berdarah, tetapi menyoroti sisi paling rapuh dari manusia, ketakutan ditinggalkan, obsesi akan cinta, dan keputusan-keputusan ekstrem yang lahir dari rasa tidak aman.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa terkadang, kegelapan bukan datang dari luar, melainkan tumbuh perlahan dari dalam diri. Jadi, siapkah kamu menjadi saksi perjalanan kisah cinta dan teror ini?
Baca Juga
-
Side Hustle Bukan Gila Kerja, Tapi Perjuangkan Pekerja UMR untuk Bertahan
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Gaji Minimum, Beban Maksimum: Krisis Mental Health Para Pekerja UMR
-
Dilema Sunyi Generasi UMR: Kerja Demi Hidup atau Hidup Demi Kerja?
-
Kerja Full Time, Hidup Part Time: Fakta Pahit di Balik Gaji UMR
Artikel Terkait
-
Dibintangi Aulia Sarah, Film Sengkolo: Petaka Satu Suro Sajikan Teror Horor Psikologis
-
Sinopsis Balas Budi: Aliansi Para Wanita Korban Penipuan Yoshi Sudarso
-
Tanpa Jump Scare Berisik, Achmad Romie Baraba Hadirkan Horor Atmosferik di Penunggu Rumah: Buto Ijo
-
Trailer Balas Budi Resmi Rilis, Michelle Ziudith Jadi Korban Bunglon Penipu Cinta
-
Totalitas Putri Intan Kasela di Film Kuyank, 5 Hari Berendam di Rawa Lumpur
Entertainment
-
DKZ Akhiri Aktivitas Grup, Member Lanjutkan Karir secara Individu
-
Detective Conan: Fallen Angel of Highway Raup 3,5 Miliar Yen dalam 3 Hari
-
Anime We Are Aliens Tampil di Cannes, Film Kolaborasi Jepang-Perancis
-
K &TEAM Terpilih Perankan Seishiro Nagi dalam Film Live Action Blue Lock
-
Tayang Paruh Kedua, Drakor Sacred Jewel Rilis Jajaran Pemain Utama
Terkini
-
River Ranger Jakarta Pilih Tersesat di Pedalaman Demi Solusi Warga, Kenapa?
-
Review Honour: Saat Dunia Hukum Tidak Lagi Berpihak pada Korban
-
Novel Berburu NIP: Perjuangan Mengejar Angka di Balik Seragam Cokelat
-
Drama The Witch: Antara Kutukan dan Luka yang Diciptakan Manusia
-
Bye-Bye Rambut Tipis! Ini 5 Sampo Rosemary yang Ampuh Menumbuhkan Rambut