Lintang Siltya Utami | Anggia Khofifah P
Nominasi final Manga Taisho 2026 (crunchyroll.com)
Anggia Khofifah P

Ajang penghargaan Manga Taisho 2026 resmi mengumumkan daftar nominasi terbarunya pada 20 Januari lalu. Penghargaan yang juga dikenal secara resmi dalam bahasa Inggris sebagai Cartoon Grand Prize ini kembali menarik perhatian penggemar manga karena dikenal sebagai barometer selera pembaca aktif di Jepang.

Berbeda dari kebanyakan penghargaan lain, Manga Taisho tidak ditentukan oleh kritikus, editor, atau kreator manga, melainkan oleh para profesional yang sehari-hari berhadapan langsung dengan pembaca, yakni staf toko buku dan pelaku industri manga non-kreator.

Manga Taisho 2026 merupakan edisi ke-19 sejak pertama kali digelar pada 2008. Tahun ini, proses nominasi melibatkan 94 juri yang sebagian besar merupakan pegawai toko buku yang menangani penjualan manga. Mereka diminta memilih hingga lima judul manga yang paling ingin mereka rekomendasikan kepada orang lain saat ini. Dari total 249 judul manga yang diajukan, terpilih 12 karya yang masuk ke daftar nominasi final.

Kriteria nominasi Manga Taisho terbilang ketat. Hanya manga yang merilis volume terbaru antara 1 Januari hingga 31 Desember 2025 yang dapat dipertimbangkan. Selain itu, jumlah volume yang telah terbit tidak boleh lebih dari delapan volume, dan karya tersebut belum pernah memenangkan Manga Taisho sebelumnya.

Aturan tersebut sengaja diterapkan agar penghargaan ini menyoroti karya-karya yang relatif baru dan belum terlalu mapan secara komersial, sehingga memiliki potensi untuk berkembang lebih luas.

Adapun 12 manga yang berhasil masuk nominasi Manga Taisho 2026 adalah:

  • Imoto wa Shitteiru karya Mari Gangi,
  • Home at the Horizon karya Taiyo Watabe,
  • Kaiju o Kaibo Suru karya Mado Saito,
  • Strikeout Pitch karya Kyu Sumiyoshi,
  • The Devil's in the Lunch Deals karya Ishiko,
  • Danmitsu karya Tooru Seino,
  • Tomodachi Datta Hito: Kinuta Miya Sakuhinshu karya Miya Kinuta,
  • Maison and the Man-Eating Apartment karya Ku Tanaka dengan ilustrasi Akima,
  • Hon Nara Uru Hodo karya Ao Kojima,
  • Ichi the Witch karya Osamu Nishi dengan ilustrasi Shiro Usazaki,
  • RIOT karya Yuta Tsukada, serta
  • Robo no Fujii karya Nabekurao yang kembali masuk nominasi setelah sebelumnya juga dinominasikan pada 2025.

Setelah pengumuman nominasi ini, para juri akan memasuki tahap pemungutan suara kedua. Pada fase ini, seluruh juri diwajibkan membaca semua karya nominasi sebelum menentukan pilihan mereka untuk peringkat pertama, kedua, dan ketiga. Setiap peringkat akan diberi skor, dan karya dengan total nilai tertinggi akan dinobatkan sebagai pemenang Manga Taisho 2026.

Menurut informasi dari komite eksekutif, hasil akhir akan diumumkan dalam sebuah upacara penghargaan yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Maret mendatang.

Manga Taisho dikenal memiliki dampak besar terhadap industri manga dan hiburan Jepang. Dikutip dari arsip Manga Taisho, banyak pemenang dan nominasi di tahun-tahun sebelumnya yang kemudian mendapatkan adaptasi anime maupun film live action.

Pemenang perdana pada 2008, Gaku: Minna no Yama karya Shinichi Ishizuka, diadaptasi menjadi film layar lebar. Thermae Romae karya Mari Yamazaki, pemenang 2010, juga sukses besar dalam bentuk film live action. Sementara itu, Silver Spoon karya Hiromu Arakawa, pemenang 2012, diadaptasi menjadi anime dan film, dan Hibiki: Shosetsuka ni Naru Hoho pemenang 2017 juga diangkat ke layar lebar.

Beberapa pemenang lain yang cukup dikenal antara lain Chihayafuru karya Yuki Suetsugu, March Comes in Like a Lion karya Chika Umino, Golden Kamuy karya Satoru Noda, hingga Frieren: Beyond Journey's End karya Kanehito Yamada dan Tsukasa Abe yang meraih penghargaan pada 2021. Pada edisi 2025, Manga Taisho dimenangkan oleh Alice, Dokomademo karya Kiko Urino.

Banyak pihak menantikan karya mana yang akan menyusul jejak para pendahulunya dan mendapatkan lonjakan popularitas, bahkan peluang adaptasi lintas media, setelah pengumuman pemenang resmi pada akhir Maret nanti.