Nama Prilly Latuconsina tak bisa dilepaskan dari Sinemaku Pictures. Selama kurang lebih enam tahun, aktris sekaligus produser muda ini terlibat dalam berbagai proyek film yang sukses baik secara komersial, maupun emosional.
Mulai dari kisah cinta yang rapuh, hingga dilema kehidupan, deretan film Prilly bersama Sinemaku menghadirkan karakter perempuan yang kompleks dan tentu membekas di hati pencinta film.
Seiring kabar hengkangnya Prilly dari rumah produksi tersebut, menilik kembali film-film yang pernah ia bintangi bersama Sinemaku menjadi sebuah kilas balik atas perjalanan aktingnya, sekaligus rekomendasi tontonan yang layak masuk watchlist.
1. Kukira Kau Rumah
Kukira Kau Rumah menghadirkan Prilly Latuconsina sebagai Niskala Widiatmika, seorang perempuan muda dengan gangguan bipolar yang hidupnya dipenuhi batasan dan pengawasan ketat dari sang ayah.
Setelah didiagnosis sejak remaja, Niskala tumbuh dalam lingkungan yang terlalu protektif. Dunia Niskala hanya berputar pada rumah, serta dua sahabat masa kecilnya yang dipercaya orang tuanya.
Segalanya berubah ketika Niskala bertemu Pram, mahasiswa yang bekerja sebagai pelayan kafe dan gemar bermusik. Dari pertemuan tersebut, Niskala merasakan kebahagiaan dan kebebasan yang selama ini tak pernah ia miliki.
2. Ketika Berhenti di Sini
Film ini mempertemukan Prilly Latuconsina sebagai Dita dan Bryan Domani sebagai Ed dalam kisah cinta yang berawal dari kesalahpahaman kecil.
Pertemuan mereka berkembang menjadi percakapan hangat dan petualangan emosional yang perlahan menumbuhkan rasa nyaman. Dita dan Ed tampak seperti dua potongan puzzle yang saling melengkapi.
Empat tahun berlalu, kehidupan membawa mereka ke fase yang berbeda. Ed telah mapan dengan karier arsiteknya, sementara Dita masih berjuang mengejar mimpi dan menghadapi rasa insecure yang kian menumpuk.
Ketimpangan itu perlahan menggerus hubungan mereka. Tanpa disadari, tuntutan emosional Dita justru menjadi tekanan bagi Ed yang selalu berusaha memahami.
Satu peristiwa tragis mengubah segalanya. Kehilangan membuat Dita terjebak dalam penyesalan mendalam.
3. Bolehkah Sekali Saja Kumenangis
Dalam film ini, Prilly memerankan Tari, seorang perempuan yang tumbuh di lingkungan keluarga penuh luka.
Ayah yang temperamental meninggalkan trauma mendalam, bukan hanya bagi Tari, tetapi juga kakaknya yang akhirnya memilih pergi dari rumah.
Berbeda dengan sang kakak, Tari memilih bertahan, dan berpura-pura kuat demi melindungi ibunya.
Namun, luka yang dipendam terlalu lama perlahan meruntuhkan pertahanan dirinya. Tari hidup dalam kelelahan emosional, merasa harus selalu tegar tanpa pernah memberi ruang bagi dirinya sendiri untuk rapuh.
Titik balik terjadi ketika ia bergabung dengan sebuah support group, tempat orang-orang dengan trauma masing-masing saling berbagi dan menguatkan.
Di sanalah Tari bertemu Baskara, sosok dengan luka batin yang tak kalah dalam.
4. Patah Hati yang Kupilih
Film ini mengangkat tema yang unik, hubungan beda agama yang telah berakhir, namun meninggalkan ikatan seumur hidup melalui seorang anak.
Prilly Latuconsina memerankan seorang perempuan yang harus berdamai dengan masa lalu, cinta yang tak bisa dilanjutkan.
Meski tak lagi bersama, kedua mantan kekasih ini tetap terikat sebagai orang tua. Mereka berusaha menjalani peran tersebut dengan dewasa, sambil menahan perasaan yang masih tersisa.
Konflik muncul bukan hanya dari perbedaan keyakinan dan tekanan keluarga, tetapi juga dari hati yang belum sepenuhnya pulih.
Nah, itu tadi 4 film Prilly Latuconsina produksi Sinameku Pictures yang menarik untuk ditonton. Dari keempat judul di atas, mana favoritmu?
Baca Juga
-
4 Body Serum dengan Kandungan Superfood untuk Kulit Cerah Bernutrisi
-
Kim Se Jeong hingga Cho Han Gyeol Bintangi Drama Baru Bertema High School
-
Tayang 26 Agustus di Bioskop, The Journey to Gyeongju Angkat Tema Revenge
-
Usung Genre Romcom, Drama Korea-Jepang 'Merry Berry Love' Tayang Oktober
-
BTS Absen di Grammy Awards 2027, Buntut Kategori Baru Musik Asia?
Artikel Terkait
-
Amanda Seyfried Tak Berambisi Menangkan Piala Oscar, Ini Alasannya
-
Aktor AI di Industri Film Jadi Polemik, Chris Pratt Justru Tak Ambil Pusing
-
Cukup Menantang, Pemain Film Horor Tolong Saya! Dowajuseyo Buka-bukaan Soal Syuting di Korea
-
Beby Salsabila Ungkap Kisah Nyata di Balik Film Horor Tolong Saya! (Dowajuseyo)
-
Sinopsis Senin Harga Naik, Film Keluarga yang Tayang Lebaran 2026
Entertainment
-
SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027
-
Hwang Minhyun Diincar Gantikan Lee Jong Suk dalam Drama Iseop's Romance
-
Jung Chaeyeon Perankan 3 Karakter di Drakor M: Reboot, Siap Tayang 2027
-
Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Tayang April 2027, Hadirkan Dunia Baru
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam