Hayuning Ratri Hapsari | Raysazahra A.M
Mark Wahlberg (Instagram/markwahlberg)
Raysazahra A.M

Mark Wahlberg kembali menambah daftar proyek film crime thriller-nya. Bintang Lone Survivor itu dikabarkan akan membintangi film terbaru berjudul The Big Fix yang diproduksi oleh Netflix bersama Chernin Entertainment.

Menyadur laporan dari Deadline pada Sabtu (24/1/2026), Mark Wahlberg akan beradu akting dengan Riz Ahmed dalam film yang disutradarai Baltasar Kormákur tersebut. Proses produksi rencananya dimulai pada akhir tahun ini.

The Big Fix terinspirasi dari kisah nyata tentang skandal pengaturan skor sepak bola berskala global yang melibatkan jaringan kejahatan terorganisasi. Skenario film ini ditulis oleh Guy Bolton dan Justin Haythe.

Dalam ceritanya, Mark Wahlberg disebut akan memerankan mantan agen Interpol yang kini bekerja dalam posisi birokratis di FIFA, sebelum tanpa sengaja membongkar praktik pengaturan pertandingan internasional.

Tokoh yang diperankan Mark Wahlberg terlibat dalam misi berisiko tinggi untuk menghentikan operasi ilegal tersebut, sekaligus berhadapan dengan seorang pelaku manipulasi pertandingan yang bekerja sama dengan Triad China demi meraup keuntungan besar.

Selain menyutradarai, Baltasar Kormákur juga menjadi produser bersama Peter Chernin dan David Ready. Bennett Walsh dan Jenno Topping bertindak produser eksekutif. Kolaborasi ini melanjutkan kerja sama Netflix dan Peter Chernin dengan Baltasar Kormákur setelah film Apex.

Kehadiran The Big Fix menjadi ajang reuni yang cukup dinanti antara Mark Wahlberg dan Baltasar Kormákur. Keduanya terakhir bekerja sama lebih dari satu dekade lalu lewat Contraband pada 2012 dan 2 Guns pada 2013.

Dengan jarak waktu yang panjang sejak kolaborasi terakhir mereka, proyek terbaru ini dipandang sebagai pertemuan kembali yang telah lama ditunggu oleh penikmat film.

Sementara itu, Mark Wahlberg belum lama ini kembali lewat The Family Plan 2 yang rilis November tahun 2025. Film ini melanjutkan kisah Dan Morgan ketika istri dan anak-anaknya kini sudah mengetahui masa lalu Dan sebagai mantan tentara bayaran.

Dan berusaha menjalani kehidupan keluarga yang relatif stabil, meski masa lalunya terus membayang. Konflik muncul ketika putri sulungnya, Nina, yang tengah kuliah di London, memutuskan tidak pulang untuk libur Natal.

Demi mempertahankan tradisi keluarga, Dan memanfaatkan pekerjaannya sebagai kepala perusahaan keamanan untuk membawa seluruh keluarganya ke Inggris.

Selain harus beradaptasi dengan dinamika baru dalam kehidupan putrinya, Dan kembali terseret ke polemik yang berkaitan dengan masa lalunya. Masalah baru pun muncul di London, memaksa Dan kembali menggunakan kemampuan lamanya demi melindungi keluarga.

Dalam wawancara bersama Outtake Magazine, Simon Cellan Jones selaku sutradara menjelaskan bahwa pendekatan The Family Plan 2 sejak awal diarahkan untuk memperdalam sisi Dan sebagai figur ayah yang normal.

Mark ingin condong ke Dan sebagai ayah biasa. Ya, latar belakangnya memang gila, tapi Mark punya kemampuan memainkan karakter yang relevan dan mudah diakses. Dia bekerja sangat alami, datang ke lokasi sudah siap, menyukai latihan seminimal mungkin,” tutur Simon Cellan Jones.

Simon Cellan Jones menambahkan bahwa tema sekuel ini juga mengalami pergeseran, yang mana film kedua ini lebih menyoroti dinamika keluarga yang tumbuh dan berubah.

Film ini tentang menjaga keutuhan keluarga saat mereka tumbuh dewasa. Anak-anak masuk universitas, bekerja, mulai menjalani hidup mereka sendiri,” ujarnya.