Lintang Siltya Utami | Anggia Khofifah P
The King's Warden (X/soompi)
Anggia Khofifah P

Film Korea Selatan The King's Warden tengah menjadi sorotan publik setelah muncul tuduhan plagiarisme terhadap alur ceritanya. Kontroversi ini muncul di tengah kesuksesan besar film tersebut yang berhasil menarik lebih dari 11 juta penonton di bioskop, menjadikannya salah satu film Korea paling populer tahun ini.

Dikutip dari Soompi, laporan eksklusif dari media Korea MBN pada 9 Maret menyebutkan bahwa keluarga dari seorang aktor teater yang telah meninggal dunia mengklaim bahwa film tersebut memiliki kemiripan dengan naskah drama yang pernah ia tulis. Aktor tersebut dikenal dengan nama keluarga Eom dan merupakan keturunan generasi ke-31 dari tokoh sejarah Eom Heung Do, yang juga menjadi karakter penting dalam film tersebut.

Menurut keluarga almarhum, sekitar awal tahun 2000-an ia pernah menulis sebuah naskah drama berjudul Eom Heung Do. Naskah tersebut bahkan sempat diajukan ke sejumlah stasiun televisi untuk diproduksi, meskipun pada akhirnya proyek itu tidak pernah diwujudkan menjadi drama. Keluarga juga mengungkapkan bahwa naskah tersebut kembali diajukan ke sebuah kompetisi penyiaran setahun sebelum sang penulis meninggal dunia pada 2019.

Cerita dalam naskah tersebut disebut berfokus pada masa pengasingan Raja Danjong di Yeongwol, sebuah periode penting dalam sejarah Dinasti Joseon. Dalam kisah itu, Raja Danjong diceritakan membangun hubungan dengan kepala desa setempat, Eom Heung Do. Premis ini dinilai sangat mirip dengan alur cerita yang ditampilkan dalam film The King's Warden.

Keluarga almarhum mengaku mulai menyadari kemungkinan kesamaan tersebut setelah beberapa kenalan mereka menonton film tersebut di bioskop. Orang-orang di sekitar mereka kemudian mempertanyakan apakah cerita film tersebut sebenarnya berasal dari naskah yang pernah ditulis oleh sang aktor.

"Kami mendengar orang-orang berkata, 'Bukankah ini karya ayahmu?' Saat kami menonton filmnya sendiri, kami mulai merasa bahwa banyak bagian yang mengingatkan kami pada tulisan ayah," ujar pihak keluarga, seperti dilaporkan MBN.

Keluarga tersebut juga menyebut beberapa adegan yang mereka anggap sangat mirip. Salah satunya adalah adegan ketika Raja Danjong membuka hatinya kepada Eom Heung Do saat mereka berbagi makanan bersama. Selain itu, ada pula adegan yang menggambarkan Eom Heung Do menyelamatkan sang raja ketika ia mencoba menjatuhkan diri dari tebing.

Atas dasar itu, keluarga almarhum telah mengirimkan dokumen resmi kepada pihak produksi untuk meminta penjelasan mengenai proses kreatif di balik penulisan skenario film tersebut serta sumber referensi yang digunakan.

Secara resmi, skenario The King's Warden dikreditkan kepada sutradara Jang Hang Jun dan penulis Hwang Seok Gu. Dalam sejumlah wawancara sebelumnya, Jang Hang Jun menjelaskan bahwa naskah film ini mengalami proses pengembangan yang panjang, bahkan melalui lebih dari 20 kali revisi sebelum mencapai versi final.

Menanggapi tuduhan tersebut, perusahaan produksi Onda Works akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi pada 10 Maret. Mereka menegaskan bahwa film tersebut merupakan karya orisinal yang dikembangkan berdasarkan fakta sejarah.

Onda Works menyampaikan bahwa seluruh proses kreatif film telah didokumentasikan secara rinci dan dapat diverifikasi apabila diperlukan. Mereka juga menegaskan bahwa tidak ada hubungan atau jalur yang memungkinkan tim kreatif film tersebut mengetahui naskah yang disebut oleh pihak keluarga.

"Film The King's Warden adalah karya orisinal yang didasarkan pada fakta sejarah. Tidak ada plagiarisme terhadap karya lain selama proses perencanaan, pengembangan, maupun produksi," ujar pihak perusahaan.

Mereka juga menjelaskan bahwa karena cerita film ini melibatkan tokoh sejarah dan peristiwa yang cukup dikenal, kemungkinan kemiripan dengan karya lain memang dapat terjadi. Namun demikian, pihak produksi menegaskan bahwa tuduhan plagiarisme tersebut tidak berdasar.

Selain itu, Onda Works menyatakan akan mengambil langkah tegas jika tuduhan tersebut terus disebarkan tanpa bukti yang jelas, termasuk melalui jalur hukum apabila diperlukan.

Terlepas dari kontroversi yang muncul, The King's Warden tetap mencatatkan pencapaian besar di box office. Film ini mengangkat kisah Raja Danjong, raja keenam Dinasti Joseon yang digulingkan oleh pamannya pada usia 16 tahun. Setelah kehilangan takhta, ia diasingkan ke Cheongnyeongpo di wilayah Yeongwol, Provinsi Gangwon.

Dalam pengasingannya, Raja Danjong membangun hubungan dengan penduduk setempat, termasuk kepala desa Eom Heung Do. Melalui hubungan tersebut, film ini berusaha menampilkan sisi kemanusiaan dari salah satu tokoh tragis dalam sejarah Korea.