Fuji kembali mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat, 23 Januari 2026. Kehadirannya kali ini bukan sekadar memenuhi panggilan, melainkan untuk menindaklanjuti laporan dugaan penggelapan dana endorsement yang menyeret mantan karyawannya.
Perkembangan terbaru menyebutkan bahwa perkara tersebut kini resmi naik ke tahap penyidikan setelah melalui gelar perkara oleh penyidik.
Didampingi kuasa hukum Sandy Arifin serta kedua orangtuanya, Haji Faisal dan Dewi Zuhriati, Fuji menyampaikan secara terbuka perkembangan kasus yang disebut telah merugikannya hingga miliaran rupiah.
Keluarga tampak memberikan dukungan penuh dalam proses hukum yang tengah berjalan.
Status Kasus Naik ke Penyidikan
Kuasa hukum Fuji, Sandy Arifin, memastikan bahwa pihak kepolisian telah menemukan unsur pidana dalam laporan kliennya. Dengan demikian, kasus dugaan penggelapan dana endorsement tersebut tidak lagi berada pada tahap penyelidikan awal.
“Alhamdulillah tadi kita sudah mendapatkan informasi lebih lanjut. Minggu depan baru akan hadir lagi ke sini, mungkin di hari Kamis, untuk menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Karena alhamdulillah statusnya sudah naik ke penyidikan,” kata Sandy Arifin, dikutip dari Suara.com.
Sandy menambahkan bahwa tim hukum kini tengah mempersiapkan saksi tambahan serta melengkapi berbagai bukti pendukung sebelum pemeriksaan lanjutan dilakukan oleh penyidik.
Bukan Manajer, Ini Peran Terlapor
Fuji menegaskan bahwa kasus ini berbeda dengan persoalan hukum yang pernah ia hadapi sebelumnya. Jika dulu ia berselisih dengan mantan manajer, kali ini terlapor merupakan staf yang bertugas sebagai admin media sosial dan endorsement.
“Admin-nya. Bukan manajer. Jadi admin endorse-nya,” ujar Fuji meluruskan.
Modus yang diduga dilakukan adalah tidak melaporkan dana yang masuk dari kerja sama brand dan mengalihkannya ke rekening lain tanpa sepengetahuan pemilik akun. Hal ini berlangsung dalam periode tertentu hingga akhirnya terendus oleh Fuji.
Dugaan Tidak Bekerja Sendiri
Menurut Sandy Arifin, terdapat sejumlah transaksi yang dilakukan menggunakan perangkat kerja, namun laporan keuangan tidak pernah disampaikan kepada kliennya. Hal tersebut memperkuat dugaan adanya unsur kesengajaan.
“Ada beberapa transaksi yang lewat handphone kerja, tapi semua report-nya tidak diinformasikan ke klien kami,” ungkap Sandy.
Fuji pun mengungkapkan kecurigaannya bahwa mantan admin tersebut tidak bekerja sendirian. Ia menduga ada kerja sama dengan anggota tim lain yang jumlahnya berkisar tiga hingga empat orang. Mereka disebut saling melindungi dan menutupi perbuatan tersebut.
“Walaupun yang aku laporkan satu orang, dia tuh kayak komplotan gitu lho. Jadi ada kerja sama sama tim yang lain. Mungkin tiga, empat orang. Jadi saling nge-backup,” tutur Fuji.
Kerugian Miliaran dan Kepercayaan yang Disalahgunakan
Fuji mengakui dirinya kecolongan, meskipun sistem kerja dan pengawasan telah diperketat setelah kasus sebelumnya. Kepercayaan yang diberikan justru kembali disalahgunakan oleh orang-orang terdekat di lingkaran kerjanya.
Terkait nominal kerugian, Fuji memastikan jumlahnya mencapai miliaran rupiah. Ironisnya, salah satu terduga pelaku bahkan sempat meminjam uang pribadi kepadanya di tengah praktik penggelapan yang sedang berlangsung.
“Kisaran M lah. M lagi, M lagi,” ujar Fuji.
“Malah sempat minjam duit sama aku. Udah ikut korupsi, minjam duit, aku kasih pula! Duitnya belum dibalikin, korupsi juga enggak dibalikin,” lanjutnya dengan nada kesal.
Dampak Psikologis yang Mendalam
Kasus ini ternyata memberi dampak besar pada kondisi mental Fuji. Ia mengaku mengalami trauma dan krisis kepercayaan yang cukup parah, bahkan memengaruhi kehidupan sehari-harinya.
“Aku kayaknya udah enggak bisa percaya sama orang lagi deh. Teman pun kadang ada boundaries ya sekarang. Ada traumanya,” ungkapnya.
Fuji juga mengungkap bahwa dirinya sempat berkonsultasi ke psikiater pada tahun lalu akibat depresi dan serangan panik. Rasa tidak nyaman hingga kegelisahan kerap muncul, terutama saat berada di lingkungan dekat rumah.
“Sempat enggak nyaman kalau ada di area dekat rumah, gelisah, panik. Aku ngerasa ngelihat semua orang itu jadi beda,” katanya.
Dukungan Keluarga dan Sikap Tegas Fuji
Haji Faisal yang turut hadir menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap karyawan yang telah diberi kepercayaan, namun justru berbuat curang di belakang anaknya.
“Selaku orang tua tentu saya merasa kecewa. Selama ini sudah diberi kebebasan, rupanya mereka main belakang. Tapi alhamdulillah anak saya cepat mengetahuinya dan sekarang kasusnya sudah naik ke tingkat penyidikan,” ujar Haji Faisal.
Selain orang tua, kakak Fuji, Fadly Faisal, juga terlihat hadir mendampingi dan menemui penyidik sebagai bentuk dukungan keluarga dalam mengawal proses hukum ini.
Fuji juga menegaskan tidak berniat menyelesaikan perkara melalui jalur damai atau perdata semata demi pengembalian uang. Ia ingin proses pidana tetap berjalan agar pelaku mendapatkan hukuman setimpal.
“Kita proses hukum dulu lah. Karena menurut aku ini bukan sekadar duit aja, tapi orangnya jahat sama aku. Sifat mereka tuh udah minus banget. Pengin fokus kasus cepat selesai dan orangnya dapat hukuman korupsi yang lama,” tegas Fuji.
Bukan Kasus Pertama
Sebagai catatan, ini bukan kali pertama Fuji berhadapan dengan persoalan hukum terkait karyawannya. Sebelumnya, ia pernah melaporkan mantan manajernya, Batara Ageng, atas dugaan penggelapan dana senilai Rp1,3 miliar.
Kini, memasuki awal 2026, Fuji kembali harus menghadapi proses hukum akibat ulah orang kepercayaannya sendiri.
Kasus ini pun menambah panjang daftar persoalan yang harus ia lalui di tengah kesibukan kariernya di dunia hiburan dan digital.
Baca Juga
-
4 Inspirasi OOTD Y2K Vibes ala Rei IVE, Tampil Lebih Fresh dan Playful!
-
4 Ide Daily OOTD ala Lee Se Young, dari Gaya Classy ke Smart Casual!
-
Aktifkan Open To Work, Prilly Latuconsina Tertarik Cari Loker Sales?
-
4 Ide Padu Padan Celana Jeans ala Jihyo TWICE, Stylish dan Cozy Abis!
-
Hadapi Sengketa Pajak Rp230 Miliar, Cha Eun Woo Gandeng Firma Hukum Kondang
Artikel Terkait
-
Kasus Penggelapan eks Admin Fuji Naik Sidik, Terungkap Ada Dugaan Sindikat Karyawan
-
Fuji Buka-bukaan soal Rencana Menikah: Maunya Tahun ini?
-
Targetkan Menikah Tahun Ini Tapi Belum Punya Calon, Fuji: Kayaknya Cowok Trauma Sama Aku
-
Kasus Penipuan Kripto Youtuber Timothy Ronald, OJK Investigasi Kerugian
-
OJK Investigasi Kerugian Kasus Penipuan Kripto dari Youtuber Timothy Ronald
Entertainment
-
Cha Eun-woo Rilis Permintaan Maaf Imbas Kasus Penggelapan Pajak Rp200 M
-
Anime Komedi Romantis PonSuka Tayang April, Ungkap Teaser dan Pengisi Suara
-
Tiga Pekan Beruntun, Film Once We Were Us Puncaki Box Office Korea Selatan
-
Arden Cho Dikritik usai Dukung Cha Eun Woo di Tengah Isu Penghindaran Pajak
-
Maju Satu Pekan, Film Ready or Not 2: Here I Come Tayang 20 Maret 2026
Terkini
-
Mengenal Filsafat dengan Cara yang Menyenangkan lewat Novel Dunia Sophie
-
Di Antara Tembang dan Perang: Membaca Cerita Panji Nusantara
-
4 Inspirasi OOTD Y2K Vibes ala Rei IVE, Tampil Lebih Fresh dan Playful!
-
4 Ide Daily OOTD ala Lee Se Young, dari Gaya Classy ke Smart Casual!
-
Almarhum: Teror Kematian yang Tak Pernah Benar-benar Pergi