Sekar Anindyah Lamase | Anggia Khofifah P
Situs Bato.to resmi ditutup (X/animeupdates)
Anggia Khofifah P

Upaya global untuk memberantas pembajakan konten digital kembali mencatat tonggak penting setelah jaringan situs manga ilegal Bato.to resmi ditutup.

Dikutip dari Anime Hunch, Content Overseas Distribution Association (CODA) mengumumkan pada 29 Januari 2026 bahwa Bato.to, yang selama ini dikenal sebagai ekosistem pembajakan manga terbesar di dunia, telah sepenuhnya berhenti beroperasi setelah investigasi lintas negara antara Jepang dan Tiongkok. Penutupan ini menyusul penangkapan operator utamanya oleh Kepolisian Shanghai pada 19 November 2025.

Bato.to bukan sekadar satu situs, melainkan jaringan besar yang mencakup sekitar 60 domain terkait, termasuk xbato dan mangapark.io. Jaringan ini telah aktif sejak 2014 dan berkembang menjadi pusat utama distribusi manga bajakan secara global, dengan peran operator yang ditangkap tercatat aktif setidaknya sejak 2018.

Platform tersebut memfasilitasi penyebaran ribuan judul manga secara ilegal, memanfaatkan kontribusi kelompok scanlation yang menerjemahkan karya berhak cipta ke lebih dari 50 bahasa, seperti Indonesia, Inggris, Spanyol, dan Prancis.

Dalam kurun Oktober 2022 hingga Oktober 2025, jaringan Bato.to mencatat sekitar 7,2 miliar kunjungan. Pada puncaknya di Mei 2025, seluruh situs di bawah jaringannya meraih sekitar 350 juta kunjungan hanya dalam satu bulan, menjadikannya pusat utama konsumsi konten manga ilegal dunia.

CODA memperkirakan dampak ekonomi dari aktivitas ini mencapai 770 miliar yen, atau sekitar 5,2 miliar dolar AS, berdasarkan skala penayangan ilegal terhadap judul-judul milik penerbit Jepang ternama seperti Kadokawa, Kodansha, Shueisha, Shogakukan, dan Square Enix.

Selain merugikan industri, jaringan ini juga menghasilkan keuntungan besar bagi operatornya. Menurut hasil penyelidikan, pendapatan iklan Bato.to pada hari-hari puncak dapat mencapai sekitar 8 juta yen. Untuk menghindari penegakan hukum domestik, operator menerapkan geoblocking agar situs tidak dapat diakses dari wilayah daratan Tiongkok, serta menyebar trafik ke berbagai mirror site agar tidak mudah terdeteksi.

Ancaman Bato.to mulai mendapat perhatian serius pada Juli 2024, saat platform tersebut diidentifikasi sebagai target prioritas dalam Five-Publisher Manga Piracy Countermeasures Meeting. CODA kemudian memasukkannya ke dalam Cross-Border Enforcement Project (CBEP). Dengan memanfaatkan open-source intelligence (OSINT), bantuan pakar keamanan siber, dan kerja sama dengan firma investigasi di Tiongkok, operasi jaringan ini akhirnya berhasil ditelusuri hingga ke pengelolanya.

Pada 25 September 2025, kantor CODA di Beijing secara resmi mengajukan laporan pidana kepada otoritas keamanan Tiongkok. China Literature Limited, anak perusahaan Tencent Holdings, turut bergabung dalam proses hukum setelah menemukan karya mereka didistribusikan secara ilegal di platform tersebut.

Langkah ini berujung pada penggerebekan 19 November 2025, di mana aparat menyita komputer pribadi dan perangkat digital untuk mengamankan data server serta catatan operasional internal. Operator mengakui bahwa ia mengelola seluruh 60 domain Bato.to dan memegang peran sentral dalam jaringan distribusi global tersebut.

Meski sempat dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu dakwaan resmi, jaringan Bato.to memasuki fase transisi untuk kepentingan pelestarian bukti. Melalui server Discord resminya, diumumkan bahwa situs akan ditutup permanen. Proses penghentian infrastruktur berlangsung bertahap hingga 19 Januari 2026, saat seluruh domain dikonfirmasi telah offline. Setelah penutupan, sejumlah anggota komunitas afiliasi membentuk server Discord baru dan menyatakan jarak dari aktivitas pembajakan.

Dampak penutupan ini langsung terasa di pasar legal. NTT Solmare Corporation melaporkan bahwa penjualan harian platform e-book legal MangaPlaza di Amerika Serikat meningkat hampir dua kali lipat setelah Bato.to ditutup.

Takero Goto, Direktur Perwakilan CODA, menyatakan bahwa keberhasilan menutup situs pembajakan manga terbesar di dunia melalui jalur pidana merupakan pencapaian signifikan dalam upaya penegakan hukum lintas negara. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada otoritas Tiongkok, Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, serta seluruh pihak yang terlibat.

CODA menegaskan bahwa investigasi belum berhenti. Organisasi tersebut kini tengah menelusuri pihak-pihak lain yang terlibat dalam jaringan Bato.to dan akan bekerja sama dengan lembaga internasional untuk melanjutkan penindakan.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS