Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman dipastikan akan melakoni pertarungan debutannya di ajang FIFA Series 2026 pada bulan Maret mendatang.
Seperti yang telah diketahui oleh khalayak, pada pekan terakhir bulan Maret mendatang, taktik dan strategi besutan John Herdman akan diuji oleh pasukan tiga negara, yakni Saint Kitts and Nevis, Kepulauan Solomon dan Bulgaria.
Uniknya, ajang FIFA Series yang juga akan menjadi debut bagi John Herdman tersebut bakal langsung menguras pikiran sang pelatih. Bukan apa-apa, jika dibandingkan dengan masa-masa Patrick Kluivert melatih Timnas Indonesia di tahun 2025 lalu, kondisi Timnas Indonesia yang akan dibawa oleh John Herdman di FIFA Series nanti terbilang memiliki banyak permasalahan.
Setidaknya, ada dua hal yang akan membuat eks pelatih Timnas Kanada tersebut harus berpikir keras saat mendampingi Pasukan Merah Putih di FIFA Series bulan depan. Sudah tahu apa sajakah itu? Mari kita ulas bersama!
1. Banyak Pemain yang Harus Absen
Hal pertama yang bakal membuat John Herdman harus berpikir keras kala mendampingi Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 di bulan Maret mendatang adalah karena banyak pemain yang diperkirakan bakal absen dari pertarungan.
Tidak beruntungnya, beberapa pemain yang harus absen tersebut merupakan pemain inti dan otak permainan Pasukan Garuda.
Dilansir laman Suara.com, pada pertandingan-pertandingan FIFA Series di bulan Maret nanti, Timnas Indonesia tak akan diperkuat pemain sekelas Thom Haye, Shayne Pattynama, Asnawi Mangkualam hingga kabar terbaru, Kevin Diks juga berpotensi untuk absen.
Bakal menepinya para pemain tersebut, tentu membuat John Herdman harus berpikir keras setidaknya untuk bisa mendapatkan pengganti yang sepadan atau mendapatkan pengganti yang tepat bagi mereka.
2. Banyak Pemain yang Berada dalam Kondisi Klub dan Kompetisi Tidak Ideal
Hal kedua yang membuat John Herdman harus berpikir keras di FIFA Series nanti adalah karena banyak penggawanya yang kini berada dalam kondisi tak ideal, baik di klub maupun kompetisi.
Pada kenyataannya, para pemain Timnas Indonesia saat ini banyak yang tak mendapatkan menit bermain layak di klubnya masing-masing.
Ditambah lagi, beberapa pemain andalan yang sebelumnya bermain di level kompetisi lebih tinggi di Benua Eropa, kini berbondong-bondong memilih untuk kembali ke Tanah Air, sehingga sedikit banyak hal itu akan membuat kemampuan bertarung mereka mengalami reduksi.
Diakui ataupun tidak, dengan level bermain di kompetisi yang lebih rendah hal itu akan membuat pemain-pemain alumni liga luar negeri tak memiliki sebuah keharusan untuk bisa melepaskan kemampuan terbaiknya karena bisa saja dengan kemampuan lebih rendah yang dia keluarkan, sudah cukup untuk "mengatasi" perlawanan musuh-musuhnya.
Dengan kondisi yang lebih tidak ideal ketimbang era Patrick Kluivert melatih dulu, kira-kira John Herdman bisa melewati tantangan pertamanya di bulan Maret nanti atau tidak ya?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Dilepas FC Utrecht, Ada 3 Alasan yang Seharusnya Bisa Bikin Ivar Jenner Memilih Tetap di Eropa
-
5 Fakta Keluarga Besar Ragnar Oratmangoen: Dari Sutradara, Musisi, Dubes hingga Bupati
-
Sassuolo Sambut Hangat John Herdman yang Pantau Jay Idzes
-
Minim Menit Bermain di Eropa, Marselino Harus Berani Membuat Keputusan Besar Demi Kariernya!
-
Striker Rosenberg Dipanggil Timnas Indonesia U-17 untuk Lawan China
Hobi
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
Terkini
-
Yeji ITZY Alami Hernia Diskus, Partisipasi di Konser TUNNEL VISION Dibatasi
-
Klub Main Bareng: Tempat Nongkrong Anti-Kaku bagi Para Pencinta Kreativitas di Bangka
-
The Quintessential Quintuplets Umumkan Dua Proyek Anime Baru, Ini Detailnya
-
Ulasan Novel Strange Buildings, Menguak Dosa di Balik Dinding-dinding Rumah
-
Log In: Mengetuk Pintu Toleransi Tanpa Harus Salah Paham