Sekar Anindyah Lamase | Anggia Khofifah P
Empat pemeran baru anime Sparks of Tomorrow (X/kyoani)
Anggia Khofifah P

Serial anime berjudul Sparks of Tomorrow yang diadaptasi dari light novel karya Hiro Yuki, berjudul 20 Seiki Denki Mokuroku, kembali mengumumkan jajaran pengisi suara terbaru menjelang penayangannya pada Juli 2026. Anime produksi Kyoto Animation ini dijadwalkan tayang secara global dan eksklusif melalui Netflix.

Pada 13 Februari, tim produksi merilis video perkenalan karakter yang sekaligus mengumumkan empat pengisi suara tambahan.

  • Koki Uchiyama akan mengisi suara Yosuke Mizoe, pewaris perusahaan kaya yang membangun kejayaan melalui mesin uap dan memiliki obsesi kuat terhadap "Katalog Listrik Abad ke-20".
  • Daisuke Ono berperan sebagai Seiroku Sakamoto, kakak Kihachi yang karismatik dan penuh dedikasi pada penemuan listrik.
  • Shunsuke Takeuchi memerankan Kengo Kuga, mantan tentara bertubuh kuat yang bertunangan dengan Noriko.
  • Minako Kotobuki mengisi suara Noriko Momokawa, kakak perempuan Inako yang tangguh dan mahir bela diri.

Cerita Sparks of Tomorrow berlatar di Kyoto versi alternatif pada awal abad ke-20, tepatnya sekitar tahun 1907 di era Meiji. Berbeda dari sejarah nyata, dunia dalam kisah ini berkembang di bawah dominasi mesin uap, sementara listrik masih dianggap sebagai impian masa depan. Nuansa steampunk yang kental menjadi fondasi visual sekaligus tematik, menghadirkan dunia yang dipenuhi kabut uap, rel kereta, dan ambisi manusia untuk melampaui keterbatasan zaman.

Kisah berfokus pada perjalanan dua remaja dengan latar belakang berbeda. Tokoh utama pria, Kihachi Sakamoto, disuarakan oleh Yuma Uchida. Ia digambarkan sebagai pemuda sinis yang tidak lagi mempercayai dewa, melainkan menaruh harapan pada "Age of Electricity (Era Listrik)". Pandangan tersebut tumbuh sejak sang kakak, Seiroku Sakamoto, yang berbagi mimpi tentang era listrik, menghilang secara misterius setelah berangkat ke medan perang.

Sementara itu, tokoh utama perempuan adalah Inako Momokawa, yang diisi suaranya oleh Sora Amamiya. Inako merupakan gadis berusia 15 tahun, putri kedua keluarga pembuat sake di Fushimi, Kyoto. Ia dikenal religius dan lembut, namun menyimpan luka mendalam atas wafatnya sang ibu.

Konflik berkembang saat keluarga Inako mulai membicarakan rencana perjodohan yang sepenuhnya ditentukan oleh ayahnya. Dalam situasi terdesak, Inako terdorong mencari buku misterius berjudul "Katalog Listrik Abad ke-20". Buku tersebut diyakini memuat prediksi tentang masa depan listrik dan dianggap sebagai kunci untuk mengubah nasibnya. Menariknya, buku itu ditulis oleh Kihachi semasa kecil dan kemudian diambil oleh Seiroku sebelum menghilang.

Pertemuan Kihachi dan Inako di Kuil Fushimi Inari menjadi titik awal perjalanan mereka, ketika keduanya sama-sama terjebak dalam bayang-bayang masa lalu dan harapan yang nyaris padam.

Pencarian buku tersebut membawa Kihachi dan Inako menjelajahi berbagai sudut Kyoto hingga Prefektur Shiga. Dalam perjalanan itu, keduanya tidak hanya memburu sebuah buku, tetapi juga mencoba merebut kembali mimpi, identitas, dan keberanian untuk menentukan masa depan sendiri.

Dari sisi produksi, anime ini menjadi debut penyutradaraan seri bagi Minoru Ota di Kyoto Animation. Ia sebelumnya dikenal sebagai episode director dalam berbagai judul populer studio tersebut. Komposisi seri ditangani Tatsuhiko Urahata, sementara desain karakter dan chief animation direction dipercayakan kepada Kohei Okamura. Penataan worldview digarap Takaaki Suzuki, dan musiknya dikomposeri oleh Hitomi Koto.

Perlu diketahui, adaptasi anime ini sebenarnya telah diumumkan sejak Juli 2018. Namun, setahun kemudian, produksi sempat terhenti akibat tragedi kebakaran hebat di Studio 1 Kyoto Animation pada Juli 2019, yang menewaskan puluhan animator berbakat dan menghancurkan banyak arsip fisik studio, termasuk beberapa material awal dari proyek ini.

Sparks of Tomorrow menjadi proyek yang sangat dinantikan karena merupakan serial baru pertama Kyoto Animation setelah beberapa tahun terakhir lebih banyak menggarap sekuel atau adaptasi lanjutan. Novel aslinya diterbitkan di bawah label KA Esuma Bunko milik Kyoto Animation dan memperoleh honorable mention pada Kyoto Animation Awards ke-8.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS