Sekar Anindyah Lamase | Desyta Rina Marta Guritno
Pedro Acosta (Instagram/37pedroacosta)
Desyta Rina Marta Guritno

Rumor kedekatan Pedro Acosta dengan pabrikan Italia, Ducati, sedang santer terdengar akhir-akhir ini. Pembalap muda satu ini memang tengah berada dalam tahun terakhir kontraknya dengan KTM dan penggemar berspekulasi bahwa dia akan direkrut oleh tim terbaik di MotoGP.

Pedro Acosta untuk kali pertama naik kelas ke MotoGP pada tahun 2024, bergabung dengan tim satelit KTM, yakni GasGas Tech3. Melansir dari situs resmi MotoGP, motogp.com, tahun pertama Acosta di MotoGP cukup baik, sebagai seorang rookie dia berhasil finis di posisi 6 klasemen akhir dan meraih 5 podium sepanjang tahun.

Hal ini membuat KTM merasa yakin untuk memboyongnya ke tim pabrikan pada musim berikutnya. Di tahun 2025 ada peningkatan prestasi yang cukup signifikan, dia berhasil meraih 5 podium di balapan sprint maupun utama, serta finis di posisi 4 klasemen akhir.

Dengan usia yang masih muda, serta kemampuan yang bagus, nama Acosta pun akhirnya banyak dihubungkan dengan Ducati untuk musim depan. Seperti yang kita tahu, bahwa tim tersebut memang lebih fokus pada pembalap muda, ditambah lagi kedua pembalap mereka saat ini juga sudah berada di ujung kontrak.

Namun pertanyaannya, jika Pedro Acosta pindah ke Ducati siapa yang akan pergi, Pecco Bagnaia atau Marc Marquez? Berdasarkan keterangan yang diberikan saat wawancara MotoGP, Pecco Bagnaia mengaku sudah berbicara dengan beberapa tim dan mungkin akan segera mengambil keputusan.

Ducati sendiri sepertinya akan lebih memprioritaskan Marc Marquez mengingat prestasi luar biasa yang diraih keduanya tahun lalu. Sehingga ada kemungkinan kita akan melihat Pedro Acosta dan Marc Marquez dalam susunan pembalap Ducati tahun depan.

Masalahnya, apakah dengan pindah ke tim terbaik akan menjamin nasib Pedro Acosta di masa depan? Dalam dua musim pertamanya di MotoGP Acosta masih beberapa kali mengalami masalah, meraih kemenangan pertama pun rasanya juga masih sulit.

Nyatanya, dengan motor terbaik pun tidak menjamin pembalap tersebut bisa menang dengan mudah, Pecco Bagnaia contohnya. Apalagi, Acosta akan bersanding dengan Marc Marquez nantinya.

Melihat dari yang sudah-sudah, siapa pun yang menjadi rekan setim Marc Marquez cenderung akan tersingkir. Pemilil 2 gelar juara dunia, Pecco Bagnaia, baru saja menjadi 'korbannya' tahun lalu.

Sebelum kedatangan Marc, Pecco adalah permatanya Ducati, terbukti dengan 2 gelar juara dunia yang sudah mereka raih bersama.

Begitu Marc masuk ke garasi semua berubah, meskipun tidak ada unsur kecurangan yang terbukti, tapi kita bisa melihat bagaimana dominasi Marc Marquez selalu menenggelamkan pembalap yang menjadi rekan setimnya.

Hal yang sama juga terjadi saat Alex Marquez, Joan Mir, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa saat menjadi rekan setim Marc Marquez. Akankah hal yang sama akan terjadi pada Acosta jika dia pindah ke Ducati? Tidak ada yang tidak mungkin.

Performa Marquez di Ducati sedang bagus-bagusnya, sementara Acosta masih dalam tahap adaptasi dengan motor baru. Bisa jadi dia makin tertinggal.

Ini baru dari sisi teknis, lantas bagaimana dengan hubungan di antara keduanya? Marc selama ini mendapat rekan setim yang lebih 'kalem' sehingga jarang terdengar adanya gesekan antara dia dengan pembalap pasangannya.

Namun, Pedro Acosta adalah anak muda yang punya karakter lebih frontal alias blak-blakan, bahkan dia pernah mengaku tidak suka disebut-sebut sebagai penerus Marc Marquez. Dari sini kita sudah bisa mencium bau ketegangan jika keduanya berada dalam satu garasi.

Terlepas dari itu semua, sampai saat ini memang masih belum ada pengumuman resmi terkait dengan kontrak kedua pembalap tersebut. Kalau menurut kalian, bagaimana jika Acosta benar-benar menjadi rekan setim Marquez?

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS