Bimo Aria Fundrika | Adhi Prasetya
Monkey D Garp di Angkatan Laut (Toei Animation)
Adhi Prasetya

Nama Monkey D. Garp dikenal sebagai salah satu karakter terkuat dan paling legendaris di dunia One Piece. Sosoknya disegani kawan maupun lawan, bahkan oleh para bajak laut besar.

Garp pertama kali diperkenalkan sebagai perwira tinggi Angkatan Laut (Marine) yang sempat mengganggu perjalanan Luffy dan krunya. Seiring perkembangan cerita, terungkap bahwa Monkey D. Garp adalah kakek kandung Luffy dan berpangkat Vice Admiral (Wakil Laksamana) di Angkatan Laut. Ia bahkan beberapa kali menolak promosi menjadi Admiral karena tidak ingin berada langsung di bawah komando kaum Celestial Dragon.

Dalam sejarah Marine, Garp mendapat julukan resmi “Hero of the Marines”. Julukan itu diberikan atas perannya dalam Insiden God Valley 38 tahun lalu, ketika ia bekerja sama dengan Gol D. Roger untuk mengalahkan Rocks D. Xebec.

Peristiwa tersebut menyelamatkan banyak nyawa dan menghentikan ancaman besar, meski detail lengkapnya masih dirahasiakan Pemerintah Dunia.

Namun, perlu diluruskan: manga belum secara eksplisit memperlihatkan bahwa Garp menyaksikan langsung kekejaman tertentu yang dilakukan Pemerintah Dunia atau Celestial Dragon di God Valley. Banyak detail insiden itu masih menjadi misteri.

Meski menyandang nama D.—yang sering disebut sebagai “musuh para dewa”—Garp tetap bertahan di Angkatan Laut. Sikap ini berbeda dengan putranya, Monkey D. Dragon, pemimpin Pasukan Revolusi yang memilih menentang Pemerintah Dunia secara terbuka.

Lalu, apa alasan Garp tetap berada di Marine?

1. Prinsip keadilan versinya sendiri

Garp dikenal memiliki pandangan keadilan yang kuat, tetapi tidak selalu sejalan dengan garis keras Pemerintah Dunia. Ia kerap bertindak fleksibel dan lebih mengutamakan keselamatan rakyat. Bertahan di dalam sistem memberinya wewenang dan sumber daya untuk melindungi banyak orang.

2. Menolak tunduk pada Celestial Dragon secara langsung

Salah satu fakta penting adalah Garp beberapa kali menolak promosi menjadi Admiral. Jabatan itu akan membuatnya berada langsung di bawah perintah Celestial Dragon. Dengan tetap menjadi Vice Admiral, ia masih memiliki pengaruh besar tanpa harus menjadi “anjing penjaga” kaum bangsawan dunia.

3. Membina generasi baru Marine

Garp aktif melatih prajurit muda seperti Koby dan Helmeppo. Ia ingin mencetak generasi Marine yang memiliki nurani dan rasa keadilan sejati. Namun, perlu dikoreksi: tidak ada bukti resmi bahwa Garp membentuk organisasi SWORD. Unit tersebut memang ada dan berisi anggota seperti Koby, tetapi pendirinya tidak pernah dikonfirmasi secara eksplisit dalam cerita.

4. Loyalitas pada institusi, bukan pada Pemerintah Dunia

Garp tampak lebih loyal pada Angkatan Laut sebagai penjaga ketertiban laut, bukan pada elit politik di atasnya. Ia membedakan antara tugas Marine melindungi warga sipil dan kepentingan politik Pemerintah Dunia.

5. Kompleksitas posisi sebagai penyandang nama D.

Nama D. tidak sepenuhnya dirahasiakan—banyak tokoh menggunakannya secara terbuka, termasuk Portgas D. Ace. Tidak ada pernyataan eksplisit bahwa Garp bertahan untuk melindungi para penyandang nama D. Bahkan, ia tidak mampu menyelamatkan Ace dari eksekusi di Marineford. Hal ini menunjukkan posisinya sangat kompleks dan penuh dilema.

Pada akhirnya, Garp adalah figur abu-abu: pahlawan Marine yang hidup di antara loyalitas, keluarga, dan sistem yang tidak sepenuhnya ia setujui. Justru di situlah letak kedalaman karakternya dalam One Piece.