Bimo Aria Fundrika | Tika Maya Sari
Anime Sugar Apple Fairy Tale (IMDb)
Tika Maya Sari

Kisah negeri fantasi di mana manusia dan peri hidup berdampingan ternyata pernah diadaptasi dalam sebuah anime yang berjudul Sugar Apple Fairy Tale.

Melansir IMDb, Sugar Apple Fairy Tale adalah sebuah novel roman fantasi karya Miri Mikawa dan diterbitkan oleh Kadokawa Shoten pada tahun 2010-2015 dengan campur tangan Aki sebagai ilustrator. Kemudian, pada tahun 2023 novel ini diadaptasi menjadi anime dengan jumlah 24 episode. Anime ini dapat diakses di Crunchyroll, atau lewat kanal Youtube Muse Indonesia.

Berpetualang Bareng Peri Petarung Bermulut Lancip

Sugar Apple Fairy Tale dibuka dengan tokoh Ann Halford yang ingin mengadu nasib ke kota Lewiston untuk mengikuti sebuah kontes kerajaan untuk memperebutkan gelar Master Gula Perak.

Master Gula Perak sendiri adalah suatu gelar yang diberikan raja, khusus pada perajin gula-gula (permen) yang bisa membuat aneka bentuk cantik. Selain itu, siapapun yang menjadi Master Gula Perak akan mendapatkan sekian harta, serta berkesempatan menjadi pemimpin lokakarya terkenal yang turut menyeleksi calon-calon Master Gula Perak.

Ann yang sadar bahwa perjalanan ke Lewiston sangat berbahaya pun memutuskan untuk membeli satu peri petarung untuk mengawalnya. Peri itu bernama Challe Fen Challe, seorang peri petarung tangguh bermulut tajam

Challe nggak segan mengumpat, menghina, hingga memanggil Ann dengan ‘orang-orangan sawah’. Ann nggak peduli, dia hanya ingin sampai ke Lewiston dengan aman, dan berjanji akan mengembalikan sebelah sayap Challe.

Sepanjang perjalanan, mereka nggak hanya diusik oleh sekumpulan burung gagak, tetapi diliputi oleh penghianatan Jonas Anders terhadap Ann, dan kegagalan meraih gelar Master Gula Perak.

Ketika Ann mengembalikan sebelah sayap Challe untuk menepati janjinya, Challe justru membawa Ann pada petualangan penuh keseruan, persaingan sehat, jebakan emosional, hingga pertemuan mereka dengan pasukan para peri dan satu entitas peri kuat yang nyaris membunuh Ann.

Filosofi ‘Pentingnya Memilih Pemimpin’ yang Berkualitas!

Sejatinya Sugar Apple Fairy Tale menyajikan beberapa unsur moral kehidupan. Pada awal-awal, mungkin cenderung pada titik penghianatan dan egoisme Jonas, hingga wujud-wujud kesetiaan baik pada Challe yang tetap menemani Ann, atau pada Duke yang mencintai peri perempuan sepanjang usianya.

Alur kemudian berjalan pelan dengan diselipi humor, nilai persahabatan dan sportifitas yang turut mengenalkan beberapa karakter baru. Meski nggak terlalu memengaruhi anime secara spesifik, tetapi kehadiran mereka ikut menyemarakkan plot sih. Walau bagiku, kehadiran Mythril Lil Pod dan Benjamin adalah titik komedi dan visual unyu yang menawan.

Hingga konflik utamanya hadir. Anime ini menyuguhkan suatu unsur ‘perbudakan’ dan ‘keserakahan’ kaum peri yang entah kenapa terasa familiar. Dari awal memang digambarkan bahwa peri biasa dijual sebagai budak, dengan sebelah sayap mereka sebagai jaminan. Namun, finall boss justru muncul di akhir. Dimana ada seorang peri jahat bernama Lafall, yang ingin mengukuhkan diri sebagai raja peri. Dia menyita sebelah sayap para peri dan menjanjikan omon-omon kebebasan. Lafall juga hampir membunuh Ann dengan jeratan benang merah di lehernya.

Story dan Visual Kece, Tapi Penyelesaian Konflik ‘Kurang Niat’

Penampilan art setiap karakter dalam anime Sugar Apple Fairy Tale sendiri totalitas dengan mitologi peri yang fresh. Selain itu pengisi suara Ann (Yuka Nukui) berhasil membawakan karakternya yang ragu-ragu, sedikit penakut, tetapi tetap semangat meski di beberapa scene diisi dengan teriakan frustasi.

Untuk Challe (suara: Masaaki Mizunaka), pemilihan seiyu-nya sudah tepat karena sukses membawakan sifat menyebalkan, dan minta di tempeleng. Lalu untuk peri kecil Mythril Lil Pod, Rie Takahashi berhasil membuat penonton kesengsem dengan antusiasmenya. Juga pada peri Benjamin, Minori Suzuki sukses bikin klepek-klepek dengan suara mengantuk peri lucu ini.

Sayangnya, konflik utama melawan Lafall terkesan amburadul setelah dibangun penuh ekspektasi. Kekalahan Lafall ditandai dengan bunuh diri, padahal penonton sudah berharap paling tidak ada duel epic dengan Challe. Yah, apa daya. Ibarat sudah dibawa terbang, eh dijatuhkan seketika.

Sugar Apple Fairy Tale juga nggak serta merta memberikan ending yang menghapus dahaga. Rasanya kurang efektif, dan masih diliputi keganjilan. Rasa-rasanya, ending anime ini dipaksakan atau mungkin kejar tayang, aku nggak tahu sih. Secara keseluruhan, aku memberikan nilai 7 dari 10 untuk Sugar Apple Fairy Tale. So, kamu berminat nonton?