Film fiksi ilmiah seringnya mencoba membuat kita takjub dengan skala besar, dengan menyuguhkan adegan planet yang hancur, perjalanan antar bintang, atau teknologi yang tampak mustahil.
Namun, terkadang ada hal yang paling membekas bukanlah spektakel itu sendiri, melainkan hubungan kecil yang tumbuh di tengah situasi yang luar biasa. Itulah yang aku rasakan ketika nonton Film Project Hail Mary.
Disutradarai Phil Lord dan Christopher Miller, ‘Project Hail Mary’ merupakan adaptasi dari novel karya Andy Weir, penulis yang juga melahirkan Novel The Martian.
Film ini didistribusikan Amazon MGM Studios dengan skrip gubahan Drew Goddard, yang sebelumnya juga sukses mengadaptasi Novel The Martian ke layar lebar. Dengan durasi sekitar 156 menit, film ini mencoba menghadirkan petualangan luar angkasa yang besar sekaligus emosional lho.
Se-emosional apa memangnya? Sini deh merapat dan kepoin bareng!
Sinopsis Film Project Hail Mary
Film ini menempatkan Aktor Ryan Gosling sebagai tokoh utama bernama Ryland Grace, ilmuwan yang tiba-tiba terbangun sendirian di pesawat luar angkasa tanpa ingatan jelas tentang bagaimana dia sampai di sana.
Yup, Ryland Grace terbangun dari tidur panjang di dalam pesawat luar angkasa yang sedang menuju sebuah bintang jauh. Tubuhnya lemah, pikirannya berkabut, dan yang lebih mengejutkan lagi, dua rekan astronotnya sudah meninggal.
Seiring ingatannya perlahan kembali, Grace menyadari dirinya sedang menjalankan misi yang sangat penting, yakni menemukan cara menghentikan fenomena misterius yang membuat matahari perlahan kehilangan energinya. Jika nggak ada solusi, kehidupan di Bumi bisa punah dalam beberapa dekade.
Sebelum misi ini dimulai, Grace adalah guru sekaligus ilmuan, yang direkrut pejabat pemerintah bernama Eva Stratt (diperankan Sandra Huller). Bersama sejumlah ilmuwan lain dari berbagai negara, mereka mencoba menemukan jawaban atas ancaman kosmik.
Namun, perjalanan Grace di luar angkasa nggak sepenuhnya sendirian. Dia bertemu makhluk luar angkasa dari kapal lain yang juga menghadapi ancaman terhadap planetnya. Dari pertemuan nggak terduga itu, lahirlah persahabatan yang menjadi jantung emosional film.
Lalu, bagaimana kelanjutan kisahnya? Sobat Yoursay pastinya akan lebih terjaga ekspektasinya bila nonton filmnya langsung. Dan bila ada Sobat Yoursay yang masih meraba-raba terkait filmnya keren atau sebaliknya, mari merapat dan baca sampai tuntas!
Bila Sobat Yoursay penasaran, jangan ragu lagi buat nonton film ini yang sudah rilis di Amerika Serikat pada 20 Maret 2026, sementara rilis resmi di bioskop Indonesia mulai 8 April 2026. Selamat menanti dan nonton, ya.
Baca Juga
-
Ulasan Film Office Romance: Romansa Kantor dari Netflix yang Kurang Legit
-
Memahami Nasionalisme dalam Film Garuda di Dadaku
-
The Amazing Digital Circus: The Last Act, Memahami Penjara Berkedok Hiburan
-
Film Disclosure Day Mengguncang Iman dan Keyakinan Manusia, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Obsesi Viral: Bagaimana Film Baru Warkop DKI Menyentil Fenomena 'Haus Validasi' di Medsos?
Artikel Terkait
Entertainment
-
Musikal Hell's Kitchen Pentas Juli, Intip Deretan Pemain Penuh Bintang
-
Aksi Memukau Joe Taslim dan Yayan Ruhian dalam Film 'The Furious', Kapan Tayangnya?
-
Rayakan 10 Tahun Debut, NCT Dream Akan Gelar Fan Meeting Agustus Mendatang
-
Dari Peradaban hingga Nina, Hindia Raih Penghargaan di Music Awards Japan!
-
Hong Yi Seol Bantah Rumor Pacaran dengan Heo Nam Jun, Sebut Hanya Teman
Terkini
-
Review Film The Protege: Drama Kriminal yang Penuh dengan Intrik dan Darah!
-
2026 Tahun Terakhir Melihat Messi dan Ronaldo di Piala Dunia: Akhir dari Sebuah Era?
-
Dari Tumbler ke Paylater: Kontradiksi Gaya Hidup Ramah Lingkungan Anak Muda
-
ASUS ExpertBook Ultra 2026 Masuk Indonesia, Laptop Pebisnis Sultan dengan Intel Core Ultra Series 3
-
Niatnya Healing, Kok Malah Berujung Kantong Kering?