Beby Tsabina kembali menghadirkan kejutan bagi penggemarnya lewat proyek film layar lebar terbarunya yang berjudul Emmy. Dalam film ini, ia tidak hanya berakting, tetapi juga dituntut menyelami karakter yang hidup di tengah situasi penuh tekanan dan ketegangan.
Berbeda dari peran-perannya sebelumnya, kali ini Beby harus menghadapi tantangan baru yang cukup ekstrem, termasuk adegan yang melibatkan senjata serta suasana peperangan yang intens.
Dalam keterangannya, Beby mengakui bahwa proyek ini menjadi pengalaman yang cukup berat sekaligus pertama baginya. Ia harus beradaptasi dengan tuntutan karakter yang jauh dari zona nyamannya selama ini.
"Sangat berat sih saya tersendiri ya... Pertama kalinya, soalan kalau di film ini pertama kali sebenarnya," ungkapnya saat di kawasan Jakarta Selatan, dikutip dari Suara.com pada Minggu (29/3/2026).
Meski sempat diliputi rasa gugup, aktris muda tersebut justru melihat kesempatan ini sebagai langkah penting dalam perjalanan kariernya. Ia mengaku sudah lama menantikan kesempatan untuk terlibat dalam film dengan genre seperti ini.
"Iya iya, saya udah nunggu lumayan lama sih pengen main film gini," ujarnya.
Syuting di Kota dengan Nuansa Tempo Dulu
Untuk mendukung atmosfer cerita, proses produksi film “Emmy” direncanakan berlangsung di beberapa kota di Pulau Jawa yang masih memiliki nuansa klasik.
Beby menyebutkan bahwa tim produksi akan melakukan pengambilan gambar di Yogyakarta dan Semarang, dua kota yang dinilai mampu menghadirkan latar masa lalu secara autentik.
"Syutingnya kita akan di Jogja dan Semarang. Pengennya sih di Makassar," katanya.
Pemilihan lokasi ini diharapkan dapat memperkuat visual sekaligus emosi cerita yang diangkat dalam film tersebut.
Keinginan Menghormati Sosok Asli Emmy
Tidak hanya fokus pada akting, Beby juga menunjukkan sisi personalnya terhadap proyek ini. Ia memiliki keinginan untuk memberikan penghormatan langsung kepada sosok asli yang menjadi inspirasi karakter dalam film tersebut.
"Saya pengennya beneran kita dateng ke makamnya... Emmy langsung sih pengennya," tuturnya.
Keinginan ini mencerminkan keseriusan Beby dalam mendalami peran, sekaligus bentuk penghargaan terhadap tokoh yang kisahnya diangkat ke layar lebar.
Tantangan Bahasa dan Karakter
Selain aspek fisik, Beby juga harus menghadapi tantangan dari segi bahasa. Karakter yang ia perankan diceritakan memiliki latar pendidikan di sekolah Belanda, sehingga membutuhkan penyesuaian dalam cara berbicara.
Ia menjelaskan bahwa logat yang digunakan tidak terlalu kental, tetapi tetap memiliki nuansa tertentu yang mencerminkan latar belakang karakter.
"Jadi mungkin lebih ke langgamnya ada, tapi ngomongnya sendiri gak sekentel temen-temen yang lain gitu," jelasnya.
Melalui film “Emmy”, Beby Tsabina menunjukkan kesiapannya untuk mengeksplorasi peran yang lebih kompleks dan menantang. Proyek ini sekaligus menjadi langkah baru dalam membuktikan kapasitasnya sebagai aktris yang terus berkembang.
Dengan konsep cerita sejarah yang kuat serta pendekatan karakter yang mendalam, film ini diprediksi akan menjadi salah satu karya yang patut dinantikan oleh penonton Tanah Air.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
4 Padu Paddan OOTD Sleek Minimalist ala Heo Nam Joon untuk Segala Momen!
-
Nobar Piala Dunia Jadi Momen Bonding Keluarga yang Tak Tergantikan
-
Mau Tampil Classy? Ini 4 OOTD Earthy Chic ala Yoona SNSD yang Menawan
-
Prioritaskan Piala Dunia, Ini Pengaruhnya pada Produktivitas Kerja
-
4 OOTD Edgy Streetwear ala Jihyo TWICE yang Siap Bikin Kamu Makin Pede!
Artikel Terkait
Entertainment
-
Bahaya! ATEEZ Terjebak dalam Pesona Magnetis dan Memabukkan di Lagu Bad
-
Sinopsis Archives: The Nanyang Mystery, Drama Zhang Xin Cheng di iQIYI
-
Drakor Speaking Dead Tampil di BIFAN, Ungkap Misteri Kasus yang Terkubur
-
The Ogre's Bride Tayang 4 Juli, Hadirkan Kisah Cinta Manusia dan Ayakashi
-
i-dle Rilis Cuplikan Lagu Album We made, Bawa Transformasi Musik Emosional
Terkini
-
Giliran Beli Rumah Disebut MBR, Giliran Bayar Pajak Dianggap Kaya Raya
-
Di Bawah Rp30 Ribu! 5 Brightening Serum Aman untuk Pemula Atasi Kulit Kusam
-
Review Jack Ryan: Ghost War, Saat Sang Agen Menghadapi Musuh Masa Lalunya
-
Bukan Arab Saudi apalagi Qatar, Kepulangan 4 Tim Ini Bikin Greget Piala Dunia 2026 Jadi Berkurang
-
Relate Sama Korban HTS, Ini Makna Nyesek di Balik Lagu 'Tak Sampai Mekar'