Drama Korea Still Shining yang dibintangi Park Jinyoung dan Kim Minju harus menutup penayangannya dengan hasil yang kurang memuaskan. Serial ini tidak hanya mengalami penurunan rating yang signifikan, tetapi juga menuai kontroversi yang cukup serius menjelang akhir penayangannya.
Sejak awal tayang pada 6 Maret, Still Shining sebenarnya mencatatkan awal yang cukup stabil dengan rating 2,1 persen. Angka tersebut tergolong layak untuk standar drama Jumat di JTBC. Namun, alih-alih meningkat, rating drama ini justru terus menurun seiring berjalannya episode. Hingga akhirnya, pada episode terakhir, angka tersebut jatuh ke kisaran 0,7 - 0,8 persen, menjadikannya salah satu rating terendah dalam sejarah slot drama tersebut.
Penurunan ini tidak terlepas dari respons penonton terhadap alur cerita yang dinilai monoton. Banyak yang mengkritik struktur narasi drama ini karena terlalu repetitif, terutama dalam menggambarkan hubungan antara dua karakter utama, Yeon Tae-seo dan Mo Eun-a. Konflik yang berulang, seperti putus, salah paham, lalu kembali bersama, dianggap tidak memberikan perkembangan berarti pada cerita.
Kritik juga muncul terkait kurangnya pengembangan karakter. Dalam genre melodrama yang seharusnya menonjolkan emosi dan kedalaman hubungan, Still Shining dianggap belum mampu memenuhi ekspektasi tersebut. Alur yang mudah ditebak serta minimnya eksplorasi karakter membuat sebagian penonton kehilangan minat untuk terus mengikuti cerita.
Kontroversi semakin memanas ketika drama ini memasuki paruh kedua penayangannya. Pada episode 7 dan 8, terdapat adegan yang memperlihatkan karakter mengemudi setelah mengonsumsi alkohol. Salah satu adegan menunjukkan Yeon Tae-seo yang minum sebelum mengemudi, sementara karakter lain, Bae Sung-chan, digambarkan mengemudi di pagi hari setelah semalam minum.
Adegan tersebut menuai kritik keras karena dianggap tidak menyampaikan pesan yang jelas mengenai bahaya mengemudi dalam pengaruh alkohol.
Sejumlah penonton bahkan mengajukan petisi resmi melalui sistem nasional Korea Selatan, menyoroti bagaimana drama ini gagal menggambarkan tindakan tersebut sebagai perilaku berbahaya.
Menanggapi hal tersebut, tim produksi Still Shining akhirnya memberikan pernyataan resmi. Mereka mengakui kritik yang diberikan dan berjanji akan lebih berhati-hati dalam produksi karya selanjutnya. Saat ini, kasus tersebut juga tengah ditinjau oleh Korea Communications Standards Commission untuk menentukan apakah diperlukan tindakan lebih lanjut.
Di tengah berbagai kritik, Still Shining tetap menyelesaikan total 10 episodenya. Episode terakhir menampilkan akhir yang cenderung ambigu, di mana kedua karakter utama tetap menyimpan perasaan satu sama lain meski harus berpisah. Mo Eun-a memutuskan pindah ke Hawaii, sementara Yeon Tae-seo melanjutkan kehidupannya di Korea. Momen perpisahan mereka meninggalkan kesan bahwa kisah tersebut belum sepenuhnya berakhir.
Meski demikian, ending tersebut tidak cukup untuk mengembalikan minat penonton maupun memperbaiki citra drama secara keseluruhan.
Pada akhirnya, Still Shining tidak hanya meninggalkan catatan rating yang rendah, tetapi juga menjadi pengingat bagi industri hiburan bahwa kualitas cerita dan tanggung jawab sosial merupakan dua hal yang tidak bisa diabaikan.
Baca Juga
-
White Fox Garap Anime How I Became King by Eating Monsters, Tayang 2027
-
Marvel dan Kadokawa Luncurkan Lima Manga Baru, Ada Iron Man!
-
Naruto Shadow Rising Diumumkan, Masashi Kishimoto Garap Manga Naruto Baru
-
Film Gundam SEED FREEDOM ZERO Tayang 2027, Shinn Asuka Jadi Tokoh Utama
-
Usai Live Action, The Remarried Empress Dapat Adaptasi Anime Tayang 2027
Artikel Terkait
Entertainment
-
Sinopsis Good Night, Dracin Terbaru Kevin Guo dan Zhang Xue Ying di Youku
-
White Fox Garap Anime How I Became King by Eating Monsters, Tayang 2027
-
Sinopsis Wildwood: Animasi Stop-Motion Raih Skor Sempurna Rotten Tomatoes
-
Marvel dan Kadokawa Luncurkan Lima Manga Baru, Ada Iron Man!
-
My Plastic Mother: Film Pendek tentang Duka Eki dan Krisis Sampah Indonesia
Terkini
-
Setangkai Melati di Sayap Jibril: Sastra Surealis, Spiritualitas, dan Kegelisahan Zaman
-
Bisakah Limbah Sawit Gantikan Plastik Sekali Pakai? Studi Ungkap Hal Ini
-
Review Film Animals: Ketika Kursi Politik Lebih Berharga daripada Nyawa Anak Sendiri?
-
Purim Baskets: Buku Anak tentang Kebaikan dan Kegembiraan Berbagi
-
Membedah Luka Lewat Sastra dan Psikologi di Communitimes: Book Talk and Community Support Circle